Estetik Islam dalam Seni Modern Diangkat dalam Acara di Bentara Budaya Jakarta

Sabtu, 7 Mar 2026 13:32
    Bagikan  
Estetik Islam dalam Seni Modern Diangkat dalam Acara di Bentara Budaya Jakarta
Nana Wiyono

Talkshow Mencari Seni Rupa Islam di Indonesia diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian pameran Ruang Tafakur di Bentara Budaya Jakarta. Acara ini menghadirkan narasumber ahli untuk membahas estetik dan spiritualitas dalam seni rupa Islam Indonesia.

NARASINETWORK.COM - Talkshow bertajuk "Mencari Seni Rupa Islam di Indonesia" diselenggarakan pada hari Sabtu (7/3/2026) di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan Nomor 17, Jakarta Pusat. Acara yang dimulai pada pukul 16.00 dan berlangsung hingga selesai merupakan bagian dari rangkaian pameran "Ruang Tafakur: Merayakan Spiritualitas Islam dalam Seni Rupa" yang berlangsung dari 27 Februari hingga 13 Maret 2026.

Sejak abad ke-13 Masehi, kerajaan-kerajaan Islam mulai muncul di berbagai wilayah pesisir Nusantara. Semangat dakwah yang dibawa kemudian berakulturasi dengan budaya lokal, sehingga kebudayaan bernafaskan Islam menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Namun demikian, spirit keislaman masih kurang terwujud dalam praktik seni rupa modern. Banyak seniman dengan latar belakang santri lebih fokus pada tema sekuler daripada mengeksplorasi nilai spiritualitas keislaman sebagai bentuk ekspresi seni rupa kontemporer. Kondisi ini menyebabkan dimensi estetik Islam tergeser oleh aspek politik, hukum, teologi, dan ibadah.

Dalam konteks tersebut, ekspresi seni rupa modern yang berangkat dari dasar spiritualitas Islam perlu diperkenalkan lebih luas. Tujuan utama adalah untuk menemukan perwujudan dimensi estetik seni Islam yang menarik, mudah diterima, dan dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.

Acara talkshow ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang berbeda di bidang seni dan keislaman. Merwan Yusuf sebagai analis seni rupa, Didin Sirojuddin selaku Direktur Lembaga Kaligrafi Alquran (Lemka), serta Ilham Khoiri yang menjabat sebagai General Manager Bentara Budaya dan Communication Management Kompas Gramedia. Keseluruhan sesi dipandu oleh moderator Hilmi Faiq, jurnalis Kompas sekaligus kurator Bentara Budaya Jakarta.

Pada kesempatan ini, narasumber membahas bagaimana nilai tauhid, keindahan, dan rahmat dapat diwujudkan dalam praktik seni rupa Islam di Indonesia. Pembahasan juga mencakup upaya untuk mengangkat potensi estetik dan spiritualitas Islam yang selama ini belum banyak dieksplorasi dalam karya seni kontemporer.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan seni rupa Islam di Indonesia dan mendorong munculnya karya-karya baru yang bernafaskan nilai-nilai keislaman.

 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Tingkatkan Kepatuhan Pajak
PCMB SPMB Jabar 2026 Diumumkan, Sistem Dikeluhkan Eror dan Sulit Diakses
DMDI Tiongkok Usulkan Aksara Jawi untuk Ikon Kota Bukittinggi
Kualitas Suara dan Kenyamanan Menjadi Alasan Walkman Sony Tetap Diminati
Pergeseran Teknologi Bawa Dampak pada Keberlangsungan Radio Konvensional
Piala Dunia 2026 Kunjungan Suporter Menurun Sektor Usaha Sesuaikan Target
Putri Bajrakitiyabha Berpulang Jejak Karier dan Peranannya di Dalam dan Luar Negeri
Peaceful Muharram 1448 H Rangkaian Kegiatan Ibadah dan Sosial di Mesjid Istiqlal
Satu Jam Tanpa Lampu Upaya Kurangi Emisi Karbon di Jakarta
Pembangunan di SMPN 1 Arjasari Kabupaten Bandung Disorot
Kunjungan Chit Ko Ko Oo Perkuat Silaturahmi dan Sebarkan Nilai Positif di MAN 2 Padang
Melestarikan Nilai Adat Perempuan Kei di Antara Tradisi dan Kehidupan Perkotaan
4 Pejabat Tinggi Pratama Baru Dilantik di Lingkungan Pemkab Bandung, Ini Kata KDS
Menstruasi dan Keterbatasan Ekonomi Tantangan yang Belum Sepenuhnya Terjawab
Inovasi dari Situasi Darurat Bagaimana Pembalut Sekali Pakai Mulai Dikenal Masyarakat
Musik sebagai Medium Pemikiran Menafsirkan Pergulatan Batin dalam Komposisi Yekeshish
Menara Satu Abad Rekam Jejak Sejarah dan Transformasi Arsitektur Jam Gadang Bukittinggi
Di Balik Kelancaran IMLF-4 Peran Armaidi Tanjung dalam Mengatur Seluruh Aspek Kegiatan
Kepemimpinan Sastri Bakry Berhasil Wujudkan IMLF-4 Sesuai Target yang Ditetapkan
Riuh! Ribuan Warganet Serbu Kolom Komentar Disdik Jabar Usai Perpanjangan PCMB 2026