Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas Nasional Pemerintah

Selasa, 21 Apr 2026 22:59
    Bagikan  
Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas Nasional Pemerintah
Istimewa

Kementerian Perindustrian menjadikan pendidikan vokasi sebagai prioritas nasional guna mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing. Lulusan lembaga pendidikan di bawah naungan kementerian memiliki tingkat serapan tinggi di dunia usaha.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Kementerian Perindustrian terus mempercepat langkah transformasi industri nasional menuju target Net Zero Emission (NZE). Pemerintah secara umum menargetkan pencapaian kondisi nol emisi pada tahun 2060, namun untuk sektor manufaktur dipacu lebih cepat agar dapat terealisasi pada tahun 2050.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, percepatan ini merupakan bentuk komitmen kuat dalam mendorong industri hijau sekaligus meningkatkan daya saing global.

“Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat transformasi menuju rendah karbon. Sektor industri targetkan dapat mencapai NZE pada tahun 2050 melalui berbagai langkah strategis yang terukur dan implementatif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4).

Strategi dekarbonisasi difokuskan pada upaya pengurangan emisi sebagai prioritas utama sebelum memasuki tahap netralisasi. Cara ini dinilai lebih efektif dalam menekan jejak karbon secara bertahap.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Emmy Suryandari menyampaikan bahwa penerapan strategi dilakukan melalui lima pilar utama. Langkah tersebut meliputi efisiensi energi dan bahan baku, substitusi sumber energi, pembaruan proses produksi, elektrifikasi, serta penerapan teknologi Carbon Capture Utilization (CCU).

“Strategi ini dilaksanakan melalui lima pilar utama, yaitu efisiensi energi dan bahan baku melalui optimalisasi proses produksi, substitusi bahan bakar dan bahan baku, pembaruan proses produksi menggunakan teknologi yang lebih efisien, elektrifikasi, serta penerapan teknologi Carbon Capture Utilization,” ungkapnya pada forum internasional INTERCEM Asia 2026.

Sektor semen menjadi salah satu fokus utama dalam agenda penurunan emisi nasional. Indonesia sebagai produsen terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas mencapai 121,66 juta ton per tahun memiliki peran strategis.

Kementerian sedang menyusun Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Semen sebagai panduan pelaksanaan. Capaian saat ini menunjukkan hasil positif, ditandai dengan penurunan clinker factor menjadi 68,1 persen dari standar awal 81 persen pada tahun 2010. Penggunaan energi alternatif atau Thermal Substitution Rate (TSR) juga meningkat menjadi 12,58 persen dari sebelumnya 3 persen.

Emisi spesifik berhasil ditekan menjadi 566,3 kg CO₂ per ton semen ekuivalen, jauh lebih rendah dibandingkan kondisi awal sebesar 724 kg CO₂ per ton semen.

Menperin menambahkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi dalam menerapkan teknologi ramah lingkungan. “Kami optimistis industri nasional, khususnya sektor semen, mampu terus meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saingnya di pasar global melalui penerapan prinsip industri hijau,” tegasnya.

Di sisi kebijakan, ekosistem industri diperkuat melalui penerapan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) semen sesuai Permenperin Nomor 26 Tahun 2024. Optimalisasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga terus dilakukan, yang saat ini telah mencapai kisaran 74,66 persen hingga 98,32 persen.

Transformasi juga didukung oleh implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 serta penerapan Standar Industri Hijau guna mendorong efisiensi dan produktivitas.

Kementerian turut mendorong kerja sama global, salah satunya melalui penyelenggaraan INTERCEM Asia 2026 yang dihadiri lebih dari 300 pelaku usaha dari berbagai negara. Melalui forum ini, Indonesia mempertegas posisi sebagai mitra strategis dalam pengembangan industri semen dunia yang lebih tangguh dan efisien.

“Kami membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan mitra internasional untuk mempercepat inovasi dan transformasi menuju ekonomi rendah karbon,” pungkasnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Cabang Madiun Perkuat Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Langkah Nyata RSUD Majalaya & IDI Kabupaten Bandung Temukan Potensi Thalassemia Sejak Dini
NARASINETWORK.COM Jadi Media Partner FESPIN XIII 2026, Perkuat Publikasi Diplomasi Budaya Asia
Mentan Amran Realisasikan Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani di Karawang
MTQ Nasional ke-31 di Semarang Bahas Keilmuan Al-Qur’an dan Transformasi Dakwah di Era AI
PMI Manufaktur Indonesia Turun Tipis pada Agustus 2026, Kemenperin Dorong Penguatan Industri dan Ekspor
Gencarkan Penertiban Pajak, Bapenda Kabupaten Bandung Gelar Operasi Gabungan 3 Hari
KDS Dukung Raperda Pornografi, Edukasi dan Pendampingan Anak Harus Diperkuat
Kawal Perubahan APBD 2026, Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Anggaran Harus Bekerja untuk Rakyat
Tri Suhartanto ke Polresta Bandung, Rekam Jejaknya Penuh Lika-liku
Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak
Penelusuran Rokok Ilegal di Kabupaten Bandung Mulai Diungkap, Satpol PP Gandeng Bea Cukai
Program Pentahelix Dibentuk, Camat Ciparay Dorong Mitigasi Sejak Dini
Pentahelix Dibentuk, Kapolsek Ciparay Siap Dukung dan Kawal Program Pemerintah
Reses Ala Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Reni Rahayu Fauzi Bersama Konstituen
Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang