Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri

Selasa, 16 Jun 2026 15:44
    Bagikan  
Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Istimewa

Universitas Indonesia (UI) menggelar peringatan Malam 1 Suro atau 1 Muharam 1448 Hijriah di Selasar Makara Art Center, Depok, Senin (15/6/2026) malam.

NARASINETWORK.COM - DEPOK, Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI) bersama Urban Spiritual Indonesia, Komoenitas Makara, dan Program Studi Sastra Jawa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI menggelar peringatan Malam 1 Suro atau 1 Muharam 1448 Hijriah bertema “Malam Tirakat, Hening, dan Menyelaraskan Diri”. Kegiatan berlangsung di Selasar Makara Art Center UI, Depok, Senin (15/6/2026) malam.

Acara yang dihadiri pegiat budaya, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum tersebut diselenggarakan untuk menyambut Tahun Baru Jawa dan Tahun Baru Islam melalui kegiatan refleksi, doa, serta pelestarian tradisi.

Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber dan pengampu kegiatan, antara lain Direktur Kebudayaan UI Dr. Ngatawi Al Zastrouw, Pendiri Urban Spiritual Indonesia Dr. Turita Indah Setyani, Guru Besar Sastra Jawa FIB UI Prof. Dr. Darmoko, pakar kebudayaan Jawa FIB UI Dr. Ari Prasetiyo, praktisi budaya Jawa Ki Yusuf Raharjo, serta Ketua Komoenitas Makara Fitra Manan.

Rangkaian acara meliputi senandung kidung, jamasan pusaka, doa dan refleksi awal tahun, meditasi, tapa bisu di tepi danau, serta menikmati bubur suro bersama.

Direktur Kebudayaan UI Dr. Ngatawi Al Zastrouw mengatakan peringatan Tahun Baru Jawa yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam memiliki makna budaya dan spiritual.

“Perayaan ini mencerminkan sikap moderat dan toleran yang menjadi bagian dari budaya Nusantara. Penyatuan kalender Jawa dan Hijriah merupakan bentuk ijtihad kebudayaan Sultan Agung yang menghubungkan agama dan tradisi tanpa menghilangkan identitas masing-masing. Sementara itu, 1 Suro menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat religius melalui refleksi diri, meditasi, dan berbagai laku spiritual lainnya,” ujarnya.

Pendiri Urban Spiritual Indonesia Dr. Turita Indah Setyani menjelaskan bahwa meditasi dihadirkan sebagai sarana untuk melakukan tafakur dan taqarrub menjelang pergantian tahun.

“Peserta diajak merefleksikan perjalanan hidup, menyucikan niat, serta membangun kesadaran terhadap hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Kesadaran tersebut diharapkan mendorong lahirnya sikap amanah, arif, dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari,” katanya saat memimpin sesi meditasi.

Sementara itu, Wakil Ketua Komoenitas Makara Gunawan Wicaksono menyampaikan bahwa Malam 1 Suro merupakan saat yang tepat untuk mengamalkan falsafah Jawa “Eling lan Waspada”.

“Eling berarti selalu mengingat Sang Pencipta, memahami asal-usul kehidupan, serta menyadari tujuan akhir perjalanan manusia sebagaimana tergambar dalam ajaran Sangkan Paraning Dumadi,” ujarnya.

Pakar Kebudayaan Jawa FIB UI Dr. Ari Prasetiyo menyoroti perubahan pandangan masyarakat terhadap 1 Suro. Menurutnya, makna yang semula identik dengan introspeksi dan penyucian diri kini sering dikaitkan dengan hal-hal yang bernuansa mistis.

“Dahulu, 1 Suro dipandang sebagai waktu yang baik untuk melakukan evaluasi diri setelah menjalani kehidupan selama setahun. Namun, seiring waktu muncul anggapan bahwa malam tersebut identik dengan suasana angker dan membawa kesialan. Pemahaman seperti itu perlu diluruskan. Malam 1 Suro seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjalankan peran masing-masing dengan lebih baik,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ki Yusuf Raharjo memimpin prosesi jamasan pusaka. Dalam doa yang dibacakannya, ia menyampaikan harapan agar tradisi tersebut menjadi sarana pelestarian budaya leluhur serta membawa manfaat bagi masyarakat.

Guru Besar Sastra Jawa FIB UI Prof. Dr. Darmoko turut menyampaikan pesan melalui tembang Dhandhanggula yang berisi ajakan menjaga budaya bangsa, memperkuat jati diri, serta membangun kehidupan masyarakat yang rukun, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan.

Ia juga mengajak civitas akademika untuk senantiasa memanjatkan doa demi terciptanya suasana yang aman, tenteram, dan damai, serta memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat.

Selain para narasumber, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pegiat budaya, di antaranya Eko Wiwid Arengga dan pendiri Borobudur Writers and Cultural Festival, Seno Joko Suyono.

Peringatan Malam 1 Suro di Universitas Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi budaya Jawa kepada masyarakat sekaligus menghidupkan kembali makna 1 Suro sebagai waktu untuk refleksi, evaluasi diri, dan penguatan nilai-nilai kehidupan.



Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial
Menjaga Nyala di Balik Kedaton Transisi Kebudayaan Ternate di Tangan Sultan ke-49
Apakah Aman Makan Telur Setiap Hari?
Peran Media Partner Dorong Keberhasilan Penyelenggaraan IMLF-4
Ananda Sukarlan Padukan Musik Portugal dan Tanah Airku untuk Film Dokumenter Rainha Boki Raja
PP TUNAS Mengatur Akses Digital Anak Demi Keamanan dan Pertumbuhan
Kisah Rainha Boki Raja Pemutaran Film dan Diskusi Sejarah di Galeri Nasional Indonesia
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Tingkatkan Kepatuhan Pajak
PCMB SPMB Jabar 2026 Diumumkan, Sistem Dikeluhkan Eror dan Sulit Diakses
DMDI Tiongkok Usulkan Aksara Jawi untuk Ikon Kota Bukittinggi
Kualitas Suara dan Kenyamanan Menjadi Alasan Walkman Sony Tetap Diminati
Pergeseran Teknologi Bawa Dampak pada Keberlangsungan Radio Konvensional
Piala Dunia 2026 Kunjungan Suporter Menurun Sektor Usaha Sesuaikan Target
Putri Bajrakitiyabha Berpulang Jejak Karier dan Peranannya di Dalam dan Luar Negeri
Peaceful Muharram 1448 H Rangkaian Kegiatan Ibadah dan Sosial di Mesjid Istiqlal
Satu Jam Tanpa Lampu Upaya Kurangi Emisi Karbon di Jakarta
Pembangunan di SMPN 1 Arjasari Kabupaten Bandung Disorot
Kunjungan Chit Ko Ko Oo Perkuat Silaturahmi dan Sebarkan Nilai Positif di MAN 2 Padang