Angkutan Massal BRT Disebut Atasi Kemacetan, Ini Rencana Pemkab Bandung

Sabtu, 1 Nov 2025 18:31
    Bagikan  
Angkutan Massal BRT Disebut Atasi Kemacetan, Ini Rencana Pemkab Bandung
Istimewa

Kadishub Kabupaten Bandung Hilman Kadar

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

-Dalam rangka mendukung program Bupati Bandung untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di wilayah selatan Kabupaten Bandung, khususnya Ciwidey dan Rancabali, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung tengah menyiapkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) sebagai moda transportasi massal yang cepat, efisien, dan ramah lingkungan.

Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Hilman Kadar menjelaskan bahwa BRT akan melayani rute dari Kabupaten Bandung menuju Terminal Leuwi Panjang dan sebaliknya. Sistem ini diharapkan mampu menjadi solusi alternatif untuk mengurai kemacetan menuju kawasan wisata, khususnya di jalur Ciwidey–Rancabali yang kerap padat pada akhir pekan atau musim liburan.

"Angkutan massal yang akan dikembangkan untuk meminimalisir kemacetan menuju objek wisata Ciwidey–Rancabali adalah BRT. Sistem ini kami rancang agar masyarakat dapat menikmati layanan transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Hilman usai menghadiri penayangan film biografi Bupati Bandung, Dadang Supriatna, baru-baru ini. 

Hilman menambahkan, tarif BRT nantinya akan dibuat terjangkau, sehingga masyarakat terdorong untuk kembali menggunakan transportasi publik.

"Dari sisi harga tiket, sangat terjangkau. Kami berharap masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, agar kemacetan bisa dikurangi,” tuturnya.

Dishub Kabupaten Bandung, lanjut Hilman, telah merencanakan pengembangan delapan koridor trayek BRT yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung. Saat ini, tiga koridor telah terealisasi, yaitu:

1. Majalaya – Leuwi Panjang,
2. Soreang – Leuwi Panjang, dan
3. Baleendah – Leuwi Panjang.

“Ke depan, pengembangan akan kami lanjutkan hingga wilayah Banjaran serta empat koridor tambahan menuju kawasan wisata Pacira (Pangalengan–Ciwidey–Rancabali),” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang Supriatna menyambut baik pengembangan transportasi massal tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu terwujudnya proyek strategis lain seperti pembangunan kereta gantung dan tol Soreang–Rancabali yang telah diajukan kepada pemerintah pusat.

"Kabupaten Bandung kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Karena itu, kami terus mendorong pembangunan infrastruktur transportasi agar wisatawan bisa menikmati perjalanan yang nyaman tanpa terjebak kemacetan panjang,” jelasnya.

Dengan adanya BRT, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap mobilitas masyarakat dan wisatawan dapat meningkat secara signifikan, sekaligus mendukung visi “Bandung Bedas” dalam membangun sistem transportasi yang efisien, aman, dan berkelanjutan.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

RSUD Baru Bermasalah, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Soroti Kualitas Proyek dan Pengawasan
Gercep! Forkopimcam Ciparay Tangani Lansia Terlantar
Refleksi Nyepi 2026 Menguatkan Nilai Kemanusiaan Melalui Saka Boga Sevanam
Observasi Cuaca Sebagai Investasi Keselamatan BMKG Peringati HMD ke-76
X Sesuaikan Batas Usia Pengguna Jadi 16 Tahun untuk Mematuhi PP TUNAS Indonesia
Atlet Ferry Pradana Terima Bonus Pemerintah Targetkan Prestasi di ASEAN Para Games Malaysia
Bonus Atlet Medali Asean Para Games 2026 Cair Ditransfer Langsung ke Rekening BRI
Menilik Jejak Migrasi Pelikan Simbol Kesehatan Ekosistem Perairan
Langkah Praktis Melunakkan Daging Menggunakan Bahan Alami
Dari Dapur Rumah Sendiri Hadir Sajian Iftar Tanah Maluku
Ingin Bikin Sandwich Sendiri? Coba Yuk Berbagai Isian yang Lezat!
Mbah Senari Pahlawan Budaya yang Jaga Kelestarian Lontar Yusuf di Banyuwangi
Program Mudik Gratis Kemenag Dorong Kemudahan Perjalanan dan Penghematan Bagi Pemudik
RT dan RW di Kertasari Gerudug ke BJB, Dinilai Tidak Efektif dan Harus Segera Dievaluasi
Bupati Bandung Lepas Mudik Gratis, 700 Warga Asal Jawa Tengah Bisa Pulang Kampung Secara Gratis
Polemik Perda dan KUHP Baru, Penertiban Miras di Kabupaten Bandung Berubah Arah
WOW! Istri Doni Salmanan Bayar Uang Denda Rp1 Miliar
Anggota DPR RI Nurhadi Tegaskan Pentingnya Program Makan Bergizi Gratis dalam Membentuk Masa Depan Bangsa
Gelap di Jalan Raya: Ketika Lampu PJU Padam dan Pertanyaan Publik Tak Terjawab
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Uskup Asia 20–26 Juli 2026 Peserta Akan Kunjungi Terowongan Silaturahmi