Menilik Jejak Migrasi Pelikan Simbol Kesehatan Ekosistem Perairan

Rabu, 18 Mar 2026 19:26
    Bagikan  
Menilik Jejak Migrasi Pelikan Simbol Kesehatan Ekosistem Perairan
Istimewa

Pelikan terbang secara berkelompok dengan kecepatan 40 hingga 50 kilometer per jam, sering kali menggunakan formasi barisan untuk menghemat tenaga. 

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Kawanan pelikan terlihat berkumpul di area pesisir dan lahan basah. Kehadiran burung air ini menandai dimulainya musim migrasi tahunan. Pelikan berpindah tempat sejauh ribuan kilometer untuk mencari lokasi yang lebih hangat.

Burung dengan paruh panjang ini biasanya bergerak secara berkelompok. Selama perjalanan, mereka mencari tempat istirahat yang memiliki banyak ikan sebagai sumber makanan. Keberadaan koloni pelikan di satu titik menjadi tanda bahwa lingkungan perairan tersebut masih memiliki cadangan makanan yang cukup.

Upaya menjaga lokasi persinggahan pelikan sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka. Kerusakan lingkungan atau pencemaran air dapat menghambat jalur perpindahan alami ini. Fenomena ini menjadi pengingat untuk menjaga kebersihan sungai dan laut agar jalur migrasi tetap aman.

Migrasi merupakan cara alami makhluk hidup untuk bertahan dari perubahan musim. Pelikan berpindah wilayah untuk menghindari suhu dingin yang ekstrem. Dalam perjalanan panjang, mereka sangat bergantung pada rawa, sungai, dan pantai sebagai tempat singgah. Pelikan memerlukan area tenang untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan terbang.

Ada banyak tantangan yang muncul di sepanjang jalur ini. Pembuangan limbah dan kerusakan hutan bakau menjadi ancaman nyata. Jika lokasi persinggahan tercemar, pelikan terpaksa mencari jalur lain yang mungkin tidak memiliki nutrisi cukup. Hal ini berisiko menurunkan jumlah populasi dan mengganggu keseimbangan alam di lokasi tersebut.

Menjaga kebersihan perairan dari sampah plastik dan zat kimia berbahaya membantu menyelamatkan nyawa burung ini.

Kualitas air juga memberikan manfaat langsung bagi makhluk hidup lainnya. Perlindungan terhadap habitat singgah bukan hanya soal menyelamatkan satu jenis burung, tetapi merupakan upaya menjaga lingkungan agar tetap layak huni.

Fakta Teknis Migrasi Pelikan

Jarak Tempuh - Pelikan dapat menempuh jarak antara 1.500 sampai 10.000 kilometer dalam satu musim. Beberapa jenis berpindah melintasi benua, misalnya dari Eropa Timur menuju Afrika.

Cara Terbang - Pelikan mampu terbang tinggi hingga 3.000 meter. Mereka menggunakan arus udara panas untuk naik ke atas tanpa harus terus mengepakkan sayap. Cara ini menghemat energi untuk perjalanan jauh.

Kecepatan dan Barisan - Kelompok ini terbang dengan kecepatan 40 sampai 50 kilometer per jam. Mereka sering membentuk barisan serupa huruf V. Pola ini membantu mengurangi hambatan angin bagi burung yang berada di barisan belakang.

Navigasi - Pelikan menggunakan posisi matahari dan bentuk daratan untuk menentukan arah. Mereka memiliki insting untuk kembali ke lokasi yang sama setiap tahun dengan tepat.

Sejarah Alami - Data fosil menunjukkan pelikan sudah ada di bumi sejak puluhan juta tahun lalu. Burung ini hidup dalam koloni besar dan memiliki interaksi sosial yang kuat, terutama saat mencari makan dan beristirahat bersama.

Pelikan menghubungkan berbagai wilayah di dunia melalui jalur terbang mereka. Melindungi tempat-tempat yang mereka singgahi sangat penting agar siklus alami ini tidak terputus.

Upaya ini memastikan bahwa lingkungan perairan tetap sehat bagi semua mahluk hidup.



Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Terobosan Baru Susi Pudjiastuti, Ambil Alih Warga Terlilit Pinjol jadi Nasabah Bank BJB
BREAKING NEWS "Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur"
Geger! Seorang Pria di Jelekong Kabupaten Bandung Tewas Bersimbah Darah, Diduga Terbakar Api Cemburu
Keluhan Pelanggan Meningkat, Layanan PDAM Tirta Raharja Jadi Sorotan di Ciparay
Ridwan Ginanjar Serukan Pemuda Jawa Barat Ambil Peran Solusi Berbasis Komunitas di 2026
Sketsa Gaya 'Gaya Skater Santai dan Nyaman' Vol.3
Industri Makanan dan Minuman Pertahankan Produksi Pemerintah Dorong Inovasi Kemasan Alternatif
Satpol PP Kabupaten Bandung dan Sejumlah Pihak Tertibkan Bangli Di Wilayah Margahayu
DPP Partai Cinta Negeri Deklarasikan Samsuri sebagai Calon Presiden RI 2029
Sketsa Gaya 'Distinguished Look Elegan Sesuai Usia' Vol.2
Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas Nasional Pemerintah
Percepatan Indonesia Financial Center Tarik Investasi Global
Kemenpora Dukung Upaya Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Kartini di Era Digital Menjaga Nilai Tata Krama di Tengah Kemajuan Zaman
Gizi Kuat, Bangsa Hebat: Nurhadi Gaungkan Program Makan Gratis di Kediri
Borobudur Sebagai Living Heritage dalam Kirab Pusaka Nusantara
Perpaduan Bumbu Kuning dan Pedas dalam Tradisi Masak Woku
Ikan Bakar dan Dabu-Dabu Kombinasi Utama Kuliner Pesisir Sulawesi Utara
Menakar Keamanan Sistem Verifikasi Mandiri di Area Publik dan Hunian