Wamen PPPA "Platform Digital Efektif Bagi Kampanye Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak"

Minggu, 7 Dec 2025 15:18
    Bagikan  
Wamen PPPA "Platform Digital Efektif Bagi Kampanye Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak"
Istimewa

Kemen PPPA bersama UN Women dan UNFPA menyelenggarakan UNiTE 2025 Film Screening and Discussions pada 5 Desember 2025 lalu sebagai bagian dari 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

NARASINETWORK.COM - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama UN Women dan UNFPA, menyelenggarakan acara UNiTE 2025 Film Screening and Discussions pada Jumat lalu (5/12/2025) sebagai bagian dari rangkaian 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman publik dan memperkuat aksi bersama mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, termasuk kekerasan digital.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, menegaskan bahwa upaya mengakhiri kekerasan terhadap perempuan bukanlah pilihan semata, melainkan syarat mutlak bagi kemajuan nasional.

“Dunia digital bagaikan pedang bermata dua yang memiliki risiko namun juga menawarkan peluang. Kita harus memanfaatkan platform digital secara bersama untuk kampanye kolektif kita, sekaligus menggunakannya dengan tanggung jawab."

Setiap anak di Indonesia adalah tanggung jawab bersama kita. Itulah alasan mengapa kolaborasi dalam gerakan bersama untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan sangat penting, ungkap Wamen PPPA.

Selain itu, Wamen PPPA juga menekankan bahwa reformasi hukum harus berjalan seiring dengan keterlibatan publik dan pendidikan untuk membongkar norma-norma sosial yang memungkinkan kekerasan terus berlangsung.

“Budaya, media, dan narasi memiliki kekuatan besar dalam membentuk pandangan masyarakat tentang kesetaraan dan keadilan gender. 

Sementara itu, Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami, menyoroti kekuatan bercerita dalam kampanye untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

“Cerita membantu kita memahami isu-isu kekerasan terhadap perempuan dengan lebih mudah. Mari kita terus menceritakan kisah-kisah ini. Mari kita ingat, apa yang kita lihat dalam film-film ini bukan sekadar cerita semata – ini adalah cerminan dari kenyataan yang terjadi di masyarakat.

Kisah-kisah ini menjadi realitas bagi begitu banyak perempuan dan anak perempuan di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Kita perlu menyadari bahwa ini adalah tanggung jawab bersama kita sebagai komunitas untuk memastikan perempuan dan anak perempuan hidup bebas dari kekerasan dan diskriminasi,” kata Hassan.

Perwakilan UN Women Indonesia sekaligus Liaison untuk ASEAN, Ulziisuren Jamsran, yang juga hadir, menyampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan berakar pada ketidaksetaraan yang terus berlangsung dan akan semakin kuat jika dibiarkan tanpa tindakan. Ia juga menekankan pentingnya mengubah norma-norma sosial yang menormalisasi kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

“Kisah-kisah yang ditampilkan di layar dapat membuka ruang aman untuk berdiskusi. Film memiliki kekuatan untuk mengubah cara pandang, membangkitkan empati yang mendorong aksi, serta menginspirasi setiap penonton untuk merefleksikan perannya dalam membangun lingkungan di mana perempuan dan anak perempuan dapat hidup bebas dari kekerasan dan keluar dari ketakutan yang selama ini membungkam mereka,” ungkap Ulziisuren.

Acara ini menandai peluncuran resmi lima film pendek yang diproduksi dalam program “UNiTE Short Film Fellowship 2025” – sebuah inisiatif yang didukung oleh Global Affairs Canada dan berkolaborasi dengan Siklus Indonesia, Minikino, ILO, UNDP, UNESCO, UNIDO, UN Volunteers, dan WHO.

Tema global tahun ini, “UNiTE to End Digital Violence against All Women and Girls”, menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah memperluas bentuk-bentuk kekerasan, mulai dari penguntitan dan pelecehan daring, hingga eksploitasi berbasis gambar dan kekerasan psikologis.

 

 

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Geger! Seorang Pria di Jelekong Kabupaten Bandung Tewas Bersimbah Darah, Diduga Terbakar Api Cemburu
Keluhan Pelanggan Meningkat, Layanan PDAM Tirta Raharja Jadi Sorotan di Ciparay
Ridwan Ginanjar Serukan Pemuda Jawa Barat Ambil Peran Solusi Berbasis Komunitas di 2026
Sketsa Gaya 'Gaya Skater Santai dan Nyaman' Vol.3
Industri Makanan dan Minuman Pertahankan Produksi Pemerintah Dorong Inovasi Kemasan Alternatif
Satpol PP Kabupaten Bandung dan Sejumlah Pihak Tertibkan Bangli Di Wilayah Margahayu
DPP Partai Cinta Negeri Deklarasikan Samsuri sebagai Calon Presiden RI 2029
Sketsa Gaya 'Distinguished Look Elegan Sesuai Usia' Vol.2
Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas Nasional Pemerintah
Percepatan Indonesia Financial Center Tarik Investasi Global
Kemenpora Dukung Upaya Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Kartini di Era Digital Menjaga Nilai Tata Krama di Tengah Kemajuan Zaman
Gizi Kuat, Bangsa Hebat: Nurhadi Gaungkan Program Makan Gratis di Kediri
Borobudur Sebagai Living Heritage dalam Kirab Pusaka Nusantara
Perpaduan Bumbu Kuning dan Pedas dalam Tradisi Masak Woku
Ikan Bakar dan Dabu-Dabu Kombinasi Utama Kuliner Pesisir Sulawesi Utara
Menakar Keamanan Sistem Verifikasi Mandiri di Area Publik dan Hunian
UU PDP dan Dilema Keamanan Akses Gedung
Job Fair Bandung Bedas Expo 2026 Diserbu Pencari Kerja, Lebih dari 1.200 Lowongan Tersedia
Semarak Hari Jadi ke-385, Bapenda Kabupaten Bandung Ajak Warga Ramaikan “Bandung Bedas Expo 2026”