NARASINETWORK.COM - Para praktisi Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia tengah mengembangkan keterampilan dan wawasan yang diperlukan untuk membentuk masa depan digital negara. Kegiatan ini dilakukan melalui Beasiswa Studi Singkat Australia Awards dengan tema "Penguatan Pengembangan dan Inovasi Kecerdasan Buatan (AI) – Kebijakan & Praktik", yang diselenggarakan oleh Griffith University.
Dalam program beasiswa tersebut, para peserta mengkaji berbagai aspek pengembangan AI dengan fokus pada penerapan yang etis, inklusif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun kerangka kerja kebijakan dan inovasi AI yang dapat dijalankan secara efektif di konteks lokal Indonesia.
Setelah menyelesaikan bagian studi di Australia, para peserta melakukan kunjungan ke Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Pemerintah Kota Denpasar. Di lokasi tersebut, mereka mempelajari secara langsung bagaimana inisiatif transformasi digital dan implementasi sistem kota pintar dapat meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat. Selain itu, para peserta juga mengunjungi Bali Blockchain Centre, sebuah lembaga yang berperan dalam memajukan inovasi blockchain dengan standar keamanan dan kepercayaan yang terjamin.
Selama kunjungan tersebut, para peserta mempresentasikan hasil proyek yang telah mereka kembangkan selama mengikuti beasiswa. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menyempurnakan berbagai solusi praktis yang berkaitan dengan tata kelola AI, pengembangan infrastruktur digital, serta penerapan AI di sektor pertanian, pendidikan, dan penyediaan layanan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
