NARASINETWORK.COM - Setiap tanggal 21 Februari, dunia memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan keberagaman bahasa dan budaya, serta mendukung pendidikan multibahasa. Ide ini berasal dari Bangladesh dan diakui oleh UNESCO sejak tahun 2000, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan mahasiswa Bangladesh pada tahun 1952 dalam memperjuangkan pengakuan bahasa Bengali.
UNESCO melihat keragaman budaya dan bahasa sangat penting bagi masyarakat. Organisasi ini berupaya menjaga perbedaan budaya dan bahasa untuk mendorong toleransi dan saling menghormati. Bahasa berperan penting dalam menjaga pengetahuan dan budaya tradisional. Namun, banyak bahasa di dunia terancam punah, dan sekitar 40 persen penduduk dunia tidak mendapatkan pendidikan dalam bahasa yang mereka pahami.
Meski begitu, pendidikan multibahasa terus berkembang dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya hal ini, terutama di pendidikan awal. UNESCO mengajak semua pihak untuk berinvestasi dalam penularan bahasa, dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari solusi. Keragaman bahasa adalah dasar dari perdamaian, martabat, dan inklusi.
Di Indonesia, Hari Bahasa Ibu Internasional sangat relevan karena Indonesia memiliki lebih dari 718 bahasa daerah. Pemerintah melalui Badan Bahasa Kemendikbud berupaya merevitalisasi bahasa daerah agar tidak punah.
Penggunaan bahasa ibu di pendidikan dasar membantu anak-anak lebih mudah memahami pelajaran dan memperkuat identitas budaya mereka. Data dari Badan Bahasa Kemendikbud menunjukkan bahwa sekitar 11 bahasa daerah di Indonesia telah punah, dan puluhan lainnya dalam kondisi kritis, terutama di wilayah Maluku dan Papua.
Penyebabnya antara lain jumlah penutur yang berkurang dan penggunaan bahasa Melayu lokal atau bahasa Indonesia yang lebih dominan. Hal ini mengingatkan akan pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Untuk memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional, berikut beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di sekolah atau komunitas :
- Lomba Bertutur
Mengadakan lomba bercerita atau membaca puisi dalam bahasa daerah.
- Sehari Berbahasa Ibu
Menggunakan bahasa daerah dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.
- Pameran Literasi
Menampilkan kosakata unik dari berbagai bahasa daerah dengan desain menarik.
- Revitalisasi Digital
Membuat konten edukasi tentang dialek lokal di media sosial.
Dengan upaya-upaya ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya bahasa daerah semakin meningkat dan keberagaman budaya Indonesia tetap terjaga.
