Aplikasi Be My Eyes Fasilitasi Bantuan Visual Bagi Penyandang Gangguan Penglihatan Lewat Jaringan Relawan

Selasa, 24 Mar 2026 20:29
    Bagikan  
Aplikasi Be My Eyes Fasilitasi Bantuan Visual Bagi Penyandang Gangguan Penglihatan Lewat Jaringan Relawan
Istimewa

Be My Eyes adalah aplikasi gratis yang menghubungkan penyandang tunanetra dengan relawan atau kecerdasan buatan untuk bantuan visual.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Aplikasi Be My Eyes Menjadi Jembatan Visual Bagi Tunanetra Melalui Relawan dan Kecerdasan Buatan

Perkembangan teknologi komunikasi kini memberikan dampak nyata bagi penyandang tunanetra dan gangguan penglihatan melalui platform Be My Eyes. Aplikasi gratis ini berfungsi menghubungkan pengguna yang membutuhkan bantuan visual dengan jaringan relawan serta teknologi kecerdasan buatan untuk menyelesaikan berbagai tugas harian.
Sistem kerja utama aplikasi ini mengandalkan panggilan video langsung. Saat pengguna memerlukan bantuan, aplikasi akan mengirimkan notifikasi ke sejumlah relawan yang memiliki kesesuaian bahasa. Relawan pertama yang merespons akan terhubung dengan kamera belakang ponsel pengguna. Melalui koneksi tersebut, relawan dapat melihat apa yang ada di depan pengguna dan memberikan arahan suara secara langsung.
Be My Eyes juga memperkenalkan fitur bertenaga kecerdasan buatan bernama Be My AI. Fitur ini memungkinkan pengguna mengambil foto objek atau lingkungan sekitar untuk mendapatkan penjelasan teks secara otomatis. Pengguna dapat melakukan tanya jawab dengan sistem untuk mengetahui rincian gambar tanpa harus menunggu bantuan manusia. Layanan ini mencakup pembacaan label produk, penyortiran pakaian, hingga navigasi di ruang baru.
Selain bantuan dari individu, tersedia pula fitur bantuan khusus yang menghubungkan pengguna dengan perwakilan resmi dari berbagai perusahaan teknologi dan layanan publik. Layanan ini mempermudah penyelesaian masalah teknis pada perangkat lunak atau pertanyaan terkait perjalanan transportasi umum. Bagi pengguna yang lebih nyaman dengan lingkaran terdekat, terdapat pilihan untuk membentuk grup pribadi yang berisi keluarga atau teman.
Dari sisi keamanan, pengembang menerapkan aturan ketat untuk melindungi privasi. Semua panggilan bersifat anonim dan tidak ada pertukaran nomor telepon pribadi. Pengguna dan relawan dilarang memberikan informasi sensitif seperti data perbankan, alamat lengkap, atau dokumen identitas resmi. Relawan juga dilarang memberikan panduan terkait dosis obat atau prosedur medis yang berbahaya.
Proses pendaftaran bagi relawan baru sangat sederhana. Setelah mengunduh aplikasi di perangkat Android, iOS, atau Windows, calon relawan cukup mendaftarkan akun menggunakan email dan memilih bahasa yang dikuasai. Notifikasi panggilan akan muncul secara otomatis saat ada pengguna yang membutuhkan bantuan, namun relawan tetap memiliki kebebasan untuk menjawab atau mengabaikan panggilan sesuai ketersediaan waktu mereka.
Hingga saat ini, komunitas tersebut telah menjangkau jutaan pengguna dan relawan di lebih dari 150 negara. Kehadiran platform ini membantu kemandirian penyandang tunanetra dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan dukungan visual yang cepat dan mudah diakses melalui ponsel pintar.


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sketsa Gaya 'Distinguished Look Elegan Sesuai Usia' Vol.2
Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas Nasional Pemerintah
Percepatan Indonesia Financial Center Tarik Investasi Global
Kemenpora Dukung Upaya Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Kartini di Era Digital Menjaga Nilai Tata Krama di Tengah Kemajuan Zaman
Gizi Kuat, Bangsa Hebat: Nurhadi Gaungkan Program Makan Gratis di Kediri
Borobudur Sebagai Living Heritage dalam Kirab Pusaka Nusantara
Perpaduan Bumbu Kuning dan Pedas dalam Tradisi Masak Woku
Ikan Bakar dan Dabu-Dabu Kombinasi Utama Kuliner Pesisir Sulawesi Utara
Menakar Keamanan Sistem Verifikasi Mandiri di Area Publik dan Hunian
UU PDP dan Dilema Keamanan Akses Gedung
Job Fair Bandung Bedas Expo 2026 Diserbu Pencari Kerja, Lebih dari 1.200 Lowongan Tersedia
Semarak Hari Jadi ke-385, Bapenda Kabupaten Bandung Ajak Warga Ramaikan “Bandung Bedas Expo 2026”
Situasi Selat Hormuz Dorong Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor
Tiga Regulasi Baru Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
WALHI Soroti Lahan Kritis dan Tutupan Hutan Kabupaten Bandung yang Terus Menyusut
Hari Seni Sedunia Memuliakan Ekspresi dan Budaya Global
Digitalisasi Khazanah Islam Menjaga Karya Ulama Tetap Hidup
Dirut BUMD Bandung Daya Sentosa Dijebloskan ke Tahanan, Skema Bisnis Berujung Dugaan Korupsi Ratusan Milyar
Program MBG Adalah Fondasi Membangun Generasi Sehat dan Cerdas di Srengat Blitar