Kemenpar dan Delegasi APN Aljazair Bahas Kolaborasi Pariwisata Tingkatkan Hubungan Bilateral

Selasa, 3 Feb 2026 22:29
Kemenpar terima delegasi APN Aljazair di Jakarta. Pertemuan ini untuk memperkuat kerja sama pariwisata, dengan fokus pada wisata religi, alam, dan budaya. Wisatawan Aljazair ke Indonesia tumbuh 25 persen pascapandemi. Istimewa

NARASINETWORK.COM - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerima kunjungan delegasi Majelis Rakyat Nasional (APN) Aljazair di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Rabu (21/1/2026). Pertemuan yang diselenggarakan tersebut menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pariwisata sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Republik Indonesia dan Republik Aljazair.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyambut langsung Ketua APN Aljazair Mohamed Yazid Benhemmouda beserta jajaran delegasi serta perwakilan Kedutaan Besar Aljazair untuk Indonesia. Sambutan yang hangat diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kunjungan yang menjadi bukti komitmen kedua negara untuk menjajaki kerja sama yang lebih erat dalam sektor pariwisata.

Wamenpar Ni Luh Puspa menilai bahwa pertemuan perdana antara kedua pihak ini membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat kedua negara, khususnya bagi pelaku usaha pariwisata, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemandu wisata lokal, hingga para investor yang bergerak di bidang pariwisata. Kerja sama yang dibangun diharapkan dapat membawa manfaat bagi berbagai lapisan masyarakat yang terkait dengan industri pariwisata.

Data perkembangan pariwisata pascapandemi COVID-19 menunjukkan bahwa arus kunjungan wisatawan Aljazair ke Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar sekitar 25 persen, seiring dengan meningkatnya volume perdagangan bilateral antara kedua negara. Pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa minat masyarakat Aljazair terhadap destinasi wisata di Indonesia terus meningkat seiring dengan semakin eratnya hubungan ekonomi antara kedua negara.

“Hal ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat penetrasi pasar Afrika Utara dan pengembangan segmen wisatawan muslim, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan melalui keberadaan enam politeknik pariwisata yang berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata,” ujar Ni Luh Puspa dalam paparannya kepada delegasi Aljazair. Politeknik pariwisata tersebut dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan menjadi pusat pengembangan keilmuan serta teknologi dalam bidang pariwisata.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Aljazair menyampaikan ketertarikan yang besar untuk mempelajari pengalaman serta pengelolaan Indonesia dalam sektor wisata religi dan wisata alam. Kedua sektor ini juga menjadi fokus utama dalam pengembangan pariwisata di Aljazair, sehingga kesamaan prioritas ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kerja sama yang produktif.

 Kesamaan visi dalam pengembangan pariwisata membuka ruang kolaborasi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan melalui penawaran pengalaman wisata yang unik dan saling melengkapi antara kedua negara. Sebagai negara maritim dengan keanekaragaman sumber daya alam dan budaya yang kaya, Indonesia dapat melengkapi potensi Aljazair sebagai negara kontinental gurun yang memiliki keunikan budaya dan destinasi wisata religi yang menarik.

“Indonesia dan Aljazair juga memiliki keselarasan yang kuat dalam pengembangan sektor wisata budaya,” kata Wakil Menteri Pariwisata. Kedua negara memiliki kekayaan budaya yang beragam, sehingga kerja sama dalam bidang ini diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing negara kepada masyarakat dunia serta meningkatkan kunjungan wisatawan yang memiliki minat pada budaya dan sejarah.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohammad Paham menyampaikan bahwa kerja sama dalam bidang pariwisata antara kedua negara masih berada pada tahap awal, pertemuan yang diselenggarakan tersebut menjadi fondasi penting dalam menyiapkan langkah-langkah promosi pariwisata yang terencana dan terarah.

“Arah kerja sama ke depan akan difokuskan pada pemberian dukungan kebijakan dari badan legislatif dan parlemen kedua negara, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi para pengusaha untuk membangun ekosistem pariwisata yang memiliki daya saing di tingkat global,” ujar Martini. Dukungan dari lembaga legislatif diharapkan dapat mempermudah proses penyusunan peraturan dan kebijakan yang mendukung perkembangan kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Aljazair.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung setelah paparan dari kedua pihak, delegasi Aljazair menyampaikan beberapa ide kerja sama yang dapat dijalankan, antara lain pelatihan bagi pemandu wisata dari kedua negara, pertukaran informasi mengenai pengelolaan destinasi wisata, serta kerja sama dalam promosi pariwisata di pasar internasional. Delegasi juga menyampaikan minat untuk menjajaki kemungkinan kerja sama dalam pengembangan infrastruktur pariwisata serta pendirian pusat pelatihan pariwisata yang dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan keterampilan.

Sebagai tanggapan, pihak Kemenpar menyampaikan bahwa usulan tersebut akan ditindaklanjuti dengan penyusunan nota kesepahaman yang akan menjadi dasar hukum bagi pelaksanaan kerja sama. Selain itu, pihak Kemenpar juga menyampaikan rencana untuk mengirimkan delegasi teknis ke Aljazair untuk melakukan kunjungan studi dan mempelajari potensi pariwisata yang ada di negara tersebut, sehingga kerja sama yang dibangun dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kedua negara.

 Delegasi Aljazair juga mengapresiasi upaya Indonesia dalam mengembangkan sektor pariwisata yang berbasis pada pengelolaan sumber daya alam dan budaya. Mereka menyampaikan bahwa pengelolaan wisata alam dan wisata religi di Indonesia dapat menjadi contoh bagi Aljazair dalam mengembangkan sektor pariwisata yang sejalan dengan potensi negara mereka.

Pada akhir pertemuan, kedua pihak menyepakati untuk segera membentuk tim kerja teknis yang akan menangani penyusunan rencana kerja sama secara rinci. Tim kerja tersebut akan terdiri dari perwakilan dari Kementerian Pariwisata Indonesia dan lembaga terkait di Aljazair, serta akan fokus pada penyusunan program kerja sama yang dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

Pertemuan ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama bilateral antara Indonesia dan Aljazair terus berkembang tidak hanya dalam bidang ekonomi dan perdagangan, tetapi juga dalam sektor pariwisata yang memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat bagi kedua negara. Kedua pihak berharap bahwa kerja sama pariwisata yang akan dibangun dapat menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Aljazair di masa depan.

Berita Terkini