NARASINETWORK.COM - Istilah wastra merupakan serapan kata dari bahasa Sanskerta, yang secara harfiah memiliki arti "sehelai kain". Di wilayah Indonesia, konteks budaya memberikan kedalaman khusus pada makna wastra yang tidak terbatas pada definisi dasar semata. Wastra merujuk pada jenis kain tradisional yang diproduksi melalui proses kerja tangan. Setiap helai kain membawa makna filosofis yang jelas, simbol tertentu yang diakui dalam masyarakat, serta nilai budaya yang tinggi yang menjadi bagian dari identitas budaya lokal.
Proses pembuatan wastra melibatkan keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri dalam pola, warna, dan teknik pembuatan wastra yang menjadi cerminan dari kehidupan masyarakat setempat, sistem kepercayaan, serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi. Kain ini sering digunakan dalam acara-acara penting seperti pernikahan, upacara adat, dan berbagai bentuk perayaan budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Brand Dinayra diperkenalkan dengan tagline "A Touch of Heritage", yang menyematkan unsur warisan budaya Indonesia dalam setiap produknya. Pendirian brand ini dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap kelestarian nilai budaya yang terkandung dalam wastra dan keinginan untuk menghadirkan nilai tersebut dalam bentuk busana yang relevan dengan zaman sekarang.
Brand ini dibuat dengan tujuan untuk memperlihatkan sisi terbaik dari setiap wanita yang mengenakannya, sebagai bentuk penghargaan terhadap keindahan yang elegan dan bernuansa puitis. Setiap produk pakaian yang dihasilkan merupakan kombinasi dari pekerjaan seni yang memperhatikan detail dengan tingkat kenyamanan yang disesuaikan dengan kebutuhan gaya hidup masa kini. Proses pembuatan setiap helai pakaian melibatkan perhatian terhadap kualitas bahan, presisi dalam penyusunan pola, dan penerapan unsur budaya yang sesuai tanpa meninggalkan fungsi praktis sebagai busana sehari-hari atau untuk acara khusus.
Brand Dinayra bertujuan agar setiap wanita yang menggunakan produknya tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar berpakaian, tetapi juga dapat menunjukkan karakter yang unik, memiliki nilai seni yang jelas, tampilan yang elegan, dan makna yang sesuai dengan konsep dasar brand. Setiap desain dirancang untuk memberikan kesan yang positif dan memungkinkan pengguna untuk merasa nyaman sekaligus percaya diri dengan penampilan mereka.
Produk Dinayra disiapkan untuk kelompok konsumen yang memiliki selera khusus dalam hal busana. Target pasar ini mencakup mereka yang mencari desain dengan konsep yang berbeda dari produk umum yang beredar di pasaran. Selain itu, brand ini juga ditujukan bagi mereka yang berfokus pada busana sopan kelas atas, serta mereka yang mengutamakan filosofi sebagai dasar dalam setiap pilihan gaya berpakaian yang mereka lakukan.
Kelompok target ini umumnya memiliki kesadaran terhadap nilai budaya, menghargai kualitas dan keunikan produk, serta menginginkan busana yang dapat mencerminkan kepribadian mereka. Mereka juga cenderung memperhatikan aspek etika dalam produksi busana dan memiliki minat terhadap produk yang memiliki makna lebih dari sekadar barang konsumsi.
Nama Dinayra memiliki kesan yang orisinal dan tidak umum ditemui di pasaran. Nama ini dipilih dengan pertimbangan yang matang agar mudah dikenali dan diingat, baik di tingkat lokal maupun internasional. Selain itu, nama Dinayra memiliki daya tarik yang dapat diterima secara luas di berbagai negara, sehingga mendukung potensi pengembangan brand ke pasar internasional.
Brand ini juga membawa kesan yang menunjukkan perbaikan penampilan seseorang melalui pilihan pakaian yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan pengguna. Setiap desain dirancang untuk memberikan kesan yang lebih menarik dan memberikan kontribusi pada penampilan secara keseluruhan, tanpa mengorbankan kenyamanan atau nilai budaya yang menjadi dasar dari brand ini.
Rini Intama adalah Founder, Owner, Desainer dari Brand Dinayra sekaligus sastrawati berkebangsaan Indonesia yang lahir di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada tanggal 21 Februari. Namanya dikenal luas melalui karya-karya yang dihasilkan dalam bentuk novel, cerita pendek, dan puisi. Karya-karyanya telah dipublikasikan di sejumlah surat kabar dan media cetak lainnya, serta terhimpun dalam berbagai antologi sastra yang beredar di masyarakat.
Selain menghasilkan karya sastra, Rini Intama juga kerap terpilih menjadi peserta dalam berbagai perhelatan sastra tingkat nasional dan internasional. Antara lain, ia telah berpartisipasi dalam Pertemuan Penyair Indonesia Dari Negeri Poci, Pertemuan Penyair Nusantara, Borobudur Writers and Cultural Festival, Festival Sastra Tanjungbintan, serta International Poetry Festival Tegal Mas Island. Kontribusinya dalam dunia sastra telah mendapatkan pengakuan, dan nama serta kiprahnya tercatat dalam buku Apa & Siapa Penyair Indonesia yang diterbitkan oleh Yayasan Hari Puisi pada tahun 2018.
Kesukaan Rini Intama terhadap menulis dan pembelajaran sastra dimulai sejak masa sekolah menengah pertama. Meskipun kemudian menyelesaikan pendidikan tinggi pada jurusan Teknik Informatika, minatnya terhadap sastra tetap terjaga dan terus dikembangkan hingga saat ini.
Dalam aktivitas sehari-hari, Rini mengelola Kiddy English & Mathematics Centre, sebuah lembaga pendidikan yang fokus pada pengajaran matematika dan bahasa Inggris untuk anak-anak usia sekolah dasar hingga tingkat lanjutan. Selain mengelola lembaga pendidikan, ia juga menulis buku modul pendidikan berjudul Belajar Matematika dengan Mudah dan Menyenangkan serta Belajar Bahasa Inggris untuk Anak-anak, yang bertujuan untuk membantu anak-anak dalam memahami materi pelajaran dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Rini Intama juga aktif dalam berbagai komunitas seni dan budaya. Ia merupakan anggota Komunitas Seni dan Budaya Tangerang Serumpun, anggota Komunitas Penulis Muda Indonesia, serta anggota Komunitas Pecinta Puisi. Melalui keikutsertaannya dalam komunitas-komunitas ini, ia terus mengembangkan kemampuannya dalam bidang sastra dan berperan dalam kegiatan yang bertujuan untuk memajukan seni dan budaya di masyarakat.
