Hari Seni Sedunia Memuliakan Ekspresi dan Budaya Global

Rabu, 15 Apr 2026 19:44
    Bagikan  
Hari Seni Sedunia Memuliakan Ekspresi dan Budaya Global
Istimewa

Hari Seni Sedunia diperingati setiap 15 April untuk mendorong kemajuan dan penghargaan seni global. Usulan ini muncul dari IAA pada 2011 dan mulai dirayakan tahun berikutnya, sebelum resmi ditetapkan oleh UNESCO pada 2019.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Hari Seni Sedunia atau World Art Day diperingati setiap tanggal 15 April. Langkah ini dilakukan guna mendorong kemajuan, penyebaran, dan penghargaan terhadap berbagai bentuk karya seni di seluruh penjuru dunia. Penetapan hari tersebut resmi dilakukan pada Sidang ke-40 Konferensi Umum UNESCO pada tahun 2019.

Sejarah peringatan ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2012. Berdasarkan informasi dari laman resmi UNESCO, perayaan perdana digagas oleh Asosiasi Seni Internasional atau International Association of Art (IAA). Usulan tersebut muncul dalam pertemuan umum ke-17 yang berlangsung di Guadalajara, Meksiko, pada tahun 2011.

Usulan yang diajukan kemudian mendapat persetujuan luas dari seluruh komite nasional IAA yang tersebar di berbagai negara. Dukungan kolektif ini menjadi titik awal bagi penguatan posisi seni dalam skala internasional serta pengakuan terhadap peran seniman secara global.

International Association of Art (IAA) merupakan organisasi yang berdiri sejak tahun 1954 di kantor pusat UNESCO, Paris. Lembaga ini memiliki tujuan utama untuk memajukan dunia seni dan profesi seniman, sekaligus mempererat hubungan kerja sama antar pelaku seni rupa di berbagai belahan bumi.

IAA aktif memfasilitasi pertukaran pemikiran dan memperkaya wawasan budaya antarnegara. Peran strategis yang dijalankan menjadikan organisasi ini sebagai salah satu institusi utama yang turut membentuk dan mengembangkan tatanan dunia seni saat ini.

Setelah melalui proses panjang, Hari Seni Sedunia akhirnya diproklamasikan secara resmi oleh UNESCO pada tahun 2019. Melalui penetapan ini, UNESCO mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih mengenal nilai seni serta memberikan dukungan nyata terhadap kegiatan dan insan kreatif di bidang ini.

UNESCO menegaskan bahwa seni memiliki fungsi utama dalam menumbuhkan daya cipta, pembaruan, dan keragaman budaya. Karya seni juga berfungsi sebagai sarana penyebaran ilmu serta membuka ruang komunikasi antarberbagai latar belakang peradaban.

Peringatan tahun ini mempererat ikatan antara dunia seni dengan masyarakat luas. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk menyoroti sumbangsih para seniman terhadap kemajuan bersama serta upaya menjaga berbagai bentuk ungkapan budaya yang ada.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Premier League Rilis Lini Masa Musim Baru Pascapiala Dunia 2026
Komunitas Salihara Gelar Pameran ke-18 Goenawan Mohamad Teks, Gambar, Kitab
Sederet Teror Pocong yang Bikin Heboh Warga Masyarakat Indonesia, Apa Maksudnya?
Cetak Rekor Tiga Kali Beruntun Persib Bandung Raih Gelar Juara Hattrick Liga Nasional
Persib Juara Liga Ribuan Pendukung Padati Kawasan Tugu Kujang Bogor Hingga Jalur Penghubung
Mengatur Posisi dan Jenis Bantal Mencegah Cedera Tulang Belakang Saat Tidur
Pengalaman Magang Human Resources Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya di Perusahaan Nasional
Pemerintah Siapkan Stimulus Fiskal dan Pajak Impor Guna Redam Pelemahan Kurs Rupiah
Satupena dan Polda Sumbar Bersama Jaga Alam Lewat Penanaman Pohon IMLF-4
Hutan Tarik dan Kepemimpinan Adipati Pertama Tuban "Ronggolawe"
Pelayanan RSUD Majalaya Tuai Apresiasi dari Keluarga hingga Pasien, Begini Katanya
Monumen Makam Mayor Jenderal Johan Jacob Perie di Batavia
Hilirisasi Inovasi Sains Dukung Program MBG Berkelanjutan di Semarang
Menilik Kemewahan dan Fasilitas Bisnis Premium di Vasa Hotel Surabaya
Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi Jakarta Tetap Sah Jadi Ibu Kota Negara
Orbit Bulan Perlahan Menjauh Kecepatan Rotasi Bumi Terdeteksi Melambat
Pasar Elektronik China Mengetat Samsung Resmi Tarik Lini Produk Rumah Tangga
Mengasah Kompetensi Psikologi di Akademi Militer:  Pengalaman Magang Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
Destinasi Makan Siang Pengisi Tenaga di Sisi Jalur Rel
POMINDO Ekspansi Gila-Gilaan, Tembus 251 Depo di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke