Kerja Sama Ekraf dan Kebudayaan MoU Ditandai untuk Pelindungan dan Pemanfaatan Kebudayaan Secara Optimal

Selasa, 10 Mar 2026 21:57
    Bagikan  
Kerja Sama Ekraf dan Kebudayaan MoU Ditandai untuk Pelindungan dan Pemanfaatan Kebudayaan Secara Optimal
Istimewa

Kementerian Ekraf dan Kementerian Kebudayaan menandatangani MoU di Jakarta pada 10 Maret 2026 untuk memperkuat sinergi dalam pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan serta ekonomi kreatif.

NARASINETWORK.COM - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) dan Kementerian Kebudayaan menetapkan kerja sama dalam pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Kesepakatan dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang bertujuan menyelaraskan upaya pengembangan ekonomi kreatif dan pemajuan kebudayaan di Indonesia.

Penandatanganan MoU dilakukan di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Tindakan ini dilakukan oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menjelaskan pentingnya kerja sama ini dengan menyatakan hubungan antara budaya dan ekonomi kreatif sebagai bagian yang saling terkait. Budaya menjadi dasar bagi produk dan karya kreatif, sementara ekonomi kreatif memberikan nilai ekonomi serta memperluas jangkauan pasar bagi kekayaan budaya Indonesia.

“Kekayaan budaya Indonesia menjadi sumber inspirasi bagi berbagai produk kreatif, termasuk film, musik, fashion, kriya, kuliner, dan konten digital. Kementerian Ekraf menjadikan budaya sebagai fondasi untuk menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan identitas Indonesia yang jelas,” ujar Menteri Ekraf pada acara penandatanganan.

Menteri Ekraf berharap hubungan antara budaya sebagai sumber inspirasi dan industri kreatif sebagai penggerak ekonomi dapat berkembang dengan lebih baik. Hal ini diharapkan menjadikan kekayaan budaya Indonesia tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

Ruang lingkup kolaborasi yang disepakati mencakup beberapa bidang utama :

- Sinkronisasi dan dukungan kebijakan serta program pengembangan ekonomi kreatif dan pemajuan kebudayaan

- Pelaksanaan diplomasi budaya dan diplomasi ekonomi kreatif

- Peningkatan pelindungan dan fasilitasi kekayaan intelektual pada sektor ekonomi kreatif dan pemajuan kebudayaan

- Pelaksanaan kajian bersama untuk pengembangan ekonomi kreatif dan pemajuan kebudayaan

- Peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif dan kebudayaan

- Pertukaran serta pemanfaatan data dan informasi

- Kerja sama atau kegiatan lain yang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing pihak

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa MoU ini menjadi dasar bagi kegiatan kolaboratif antara kedua kementerian. Sinergi diperlukan mengingat keragaman budaya Indonesia yang luas, dengan jumlah 1.340 etnis, 708 bahasa, dan 2.727 warisan budaya tak benda yang tercatat di Kementerian Kebudayaan. Potensi warisan budaya tak benda di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan mencapai puluhan ribu.

“Di bawah naungan UNESCO, Indonesia telah memiliki sekitar 16 kebudayaan yang terdaftar sebagai warisan budaya tak benda, antara lain wayang, keris, angklung, pinisi, gamelan, pencak silat, tari Bali, tari Aceh, pantun, jamu, Reog Ponorogo, kolintang, dan kebaya. Tahun ini, pemerintah mengajukan dua lagi kebudayaan untuk diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia, yaitu tempe sebagai ekspresi budaya dan Makyong. Pengakuan ini akan diumumkan pada akhir tahun. Kami juga akan melakukan langkah untuk mendaftarkan aset budaya tersebut sebagai kekayaan intelektual,” jelas Menteri Kebudayaan.

Acara penandatanganan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, antara lain Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya didampingi oleh Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama Kementerian Ekraf Dessy Ruhati, Kepala Biro Hukum, Sumber Daya Manusia dan Organisasi M. Nurul Huda, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis Gemintang K. Mallarangeng.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Cabang Madiun Perkuat Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Langkah Nyata RSUD Majalaya & IDI Kabupaten Bandung Temukan Potensi Thalassemia Sejak Dini
NARASINETWORK.COM Jadi Media Partner FESPIN XIII 2026, Perkuat Publikasi Diplomasi Budaya Asia
Mentan Amran Realisasikan Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani di Karawang
MTQ Nasional ke-31 di Semarang Bahas Keilmuan Al-Qur’an dan Transformasi Dakwah di Era AI
PMI Manufaktur Indonesia Turun Tipis pada Agustus 2026, Kemenperin Dorong Penguatan Industri dan Ekspor
Gencarkan Penertiban Pajak, Bapenda Kabupaten Bandung Gelar Operasi Gabungan 3 Hari
KDS Dukung Raperda Pornografi, Edukasi dan Pendampingan Anak Harus Diperkuat
Kawal Perubahan APBD 2026, Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Anggaran Harus Bekerja untuk Rakyat
Tri Suhartanto ke Polresta Bandung, Rekam Jejaknya Penuh Lika-liku
Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak
Penelusuran Rokok Ilegal di Kabupaten Bandung Mulai Diungkap, Satpol PP Gandeng Bea Cukai
Program Pentahelix Dibentuk, Camat Ciparay Dorong Mitigasi Sejak Dini
Pentahelix Dibentuk, Kapolsek Ciparay Siap Dukung dan Kawal Program Pemerintah
Reses Ala Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Reni Rahayu Fauzi Bersama Konstituen
Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang