Pemulihan Pendidikan Pascabencana Mendikdasmen Buka RKD di SMK Negeri 1 Peusangan

Rabu, 11 Mar 2026 11:59
    Bagikan  
Pemulihan Pendidikan Pascabencana Mendikdasmen Buka RKD di SMK Negeri 1 Peusangan
Istimewa

Di Kabupaten Bireuen, total 15 RKD dibangun dan tersebar di lima sekolah berbeda. Mendikdasmen Abdul Muti menyatakan bahwa RKD merupakan wujud upaya mempercepat pemulihan pendidikan pascamusibah.

NARASINETWORK.COM - ACEH, Pemulihan layanan pendidikan pascabencana yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan dampak nyata bagi satuan pendidikan penerima manfaat. Di SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, meresmikan delapan Ruang Kelas Darurat (RKD) untuk mendukung pelaksanaan proses pembelajaran.

Hadirnya delapan RKD menjadi kemajuan bagi proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Peusangan pascabencana banjir yang melanda akhir November 2025. Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Faisal, menyatakan bahwa kehadiran RKD membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan teratur bagi murid serta guru.

Sebelum pembangunan RKD, kondisi pembelajaran berjalan terbatas karena sebagian ruang belajar terdampak bencana. Proses belajar harus disesuaikan dengan situasi yang ada dan tidak ideal untuk keberlangsungan pembelajaran efektif.

"Kami sangat bersyukur atas hadirnya delapan RKD yang memungkinkan murid kembali belajar dengan fokus dan tertib. Ruang belajar yang layak menjadi faktor penting agar proses pendidikan berjalan optimal dan membangkitkan semangat belajar murid," ujar Faisal.

Faisal berharap, fasilitas RKD dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga sekolah serta menjadi langkah awal bagi pemulihan dan peningkatan sarana pendidikan di SMK Negeri 1 Peusangan. "Semoga delapan RKD membuat kualitas pembelajaran sekolah semakin baik serta membawa semangat baru untuk belajar dengan penuh semangat," tutur Faisal.

Respons positif disampaikan oleh Farah Salsabila, siswi SMK Negeri 1 Peusangan. Ia menyambut baik dan merasa senang atas hadirnya delapan RKD di sekolahnya. "Hadirnya RKD ini menjadi semangat baru kami untuk terus belajar. Semoga bukan hanya RKD, namun juga fasilitas seperti laboratorium, komputer, dan fasilitas lainnya dapat dipulihkan kembali," terang Farah.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan oleh Mauli Dina, siswi SMK Negeri 1 Peusangan. Ia menilai kehadiran RKD menjadi motivasi baru untuk terus bangkit dan belajar di tengah pemulihan pascabencana. “Terima kasih kepada Menteri Mu’ti yang telah hadir ke sekolah dan melihat situasi kami. Semoga RKD dapat bermanfaat dan pembangunan revitalisasi sekolah berjalan cepat dan lancar,” terang Mauli Dina.

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa pembangunan RKD merupakan bagian dari upaya pemulihan layanan pendidikan yang dilakukan Kemendikdasmen pascabencana. Meskipun sifatnya darurat, ruang kelas tersebut diharapkan dapat memberikan perubahan pada proses pembelajaran dan memotivasi murid untuk tetap semangat belajar.

"Semangat belajar harus tetap terjaga pada para peserta didik. Untuk itu, hadirnya delapan RKD ini menjadi wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pemulihan layanan pendidikan dan membangkitkan semangat belajar pascamusibah yang melanda Kabupaten Bireuen, Aceh,” ungkap Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Kabupaten Bireuen, Selasa (10/3/2026).

Sebagai informasi, di Kabupaten Bireuen terdapat 15 RKD yang tersebar di lima sekolah. Sebanyak delapan RKD berada di SMK Negeri 1 Peusangan, dua RKD di SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng, dua RKD di SMA Negeri 1 Peusangan, satu RKD di SMA Negeri 2 Kutablang, dan dua RKD di SMAS Terpadu Al-Furqan.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

SatuPena dan IMLF Audiensi dengan Kapolda Sumbar Bahas Sinergi Literasi Budaya untuk Mendukung Kamtibmas
Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi V Persaid Jember Hadapi Persakabo Bogor pada Laga Pembuka
Peringati Hari Anak, Begini Pesan Ketua KPID Jawabarat
Komunitas Salihara Gelar SIPFest 2026 Bertema "asiaria", Hadirkan Seniman Asia dan Diaspora Asia
Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia Edisi V Digelar di Bogor Seleksi Tim Nasional Dimulai
“Sepak Bola Indonesia Menuju Era Baru Antara Kebangkitan Tim Nasional, Pembenahan Liga, dan Ujian Konsistensi"
Dewi Sri Dari Kisah Padi, Tradisi Agraris, hingga Ragam Seni Nusantara
"Jika Aku Terlahir sebagai Bayi yang Terbuang, Apakah Aku Tetap Berhak Merayakan Hari Anak Nasional 2026?"
P3DN Jadi Penggerak Pertumbuhan Industri Nasional dan Penguatan Ekonomi Indonesia
Pendapatan Negara Naik 21,4 Persen APBN Semester I 2026 Jaga Stabilitas Fiskal
Bapenda Kabupaten Bandung Hadir di Hari Anak Nasional, Warga Bisa Urus Pajak Kendaraan Sekaligus Nikmati Acara
Depo POMINDO Pertama di Purwakarta Resmi Beroperasi, Digagas Pengusaha Asal Kuningan
Persakabo Steps Up Preparations for the 5th National Amputee Football Championship
Wawancara Tokoh : Nuyang Jaimee "Sastra Menyuarakan Perlindungan Perempuan dan Anak"
Goa Garunggang Bogor Tawarkan Wisata Alam Unik dengan Formasi Bebatuan dan Labirin Alami
Ketua APPMBGI Jawa Barat Hadiri Audiensi dan Jajaki Kolaborasi dengan PT Migas Utama Jabar
Wawancara Tokoh : Budi Santoso "PSAI Bogor to Host 5th National Amputee Football Competition"
Anna Ruswan Latuconsina Gelar Diskusi Buku “Arung Jeram Pernikahan” Bahas Perlindungan Perempuan
PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”