Dari Nastar hingga Kue Kacang Kue Kering Klasik yang Jadi Sajian Utama Ramadan

Selasa, 10 Mar 2026 23:24
    Bagikan  
Dari Nastar hingga Kue Kacang Kue Kering Klasik yang Jadi Sajian Utama Ramadan
Istimewa

Kue kering merupakan bagian penting dari tradisi Ramadan dan Lebaran di Indonesia, dengan jenis populer seperti Nastar, Kastengel, Putri Salju, Lidah Kucing, Kue Kacang, Kue Semprit, dan Chocolate Chips Cookies.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Kue kering merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi perayaan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Berbagai jenis kue klasik banyak disajikan untuk menjamu tamu yang datang berkunjung, serta menjadi pilihan utama dalam hampers yang diberikan antar keluarga dan teman.

Beberapa jenis kue kering yang paling banyak dicari oleh masyarakat antara lain Nastar, Kastengel, Putri Salju, Lidah Kucing, Kue Kacang, Kue Semprit, dan Chocolate Chips Cookies. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi daya tarik bagi pembeli.

Nastar dikenal sebagai salah satu kue paling populer, bahkan sering disebut sebagai pilihan utama dalam rangkaian kue kering Lebaran. Kue ini memiliki tekstur yang lembut dengan isi selai nanas yang memberikan rasa manis khas. Kastengel menawarkan sensasi rasa gurih dari keju dengan tekstur yang renyah saat dikunyah. Sementara itu, Putri Salju hadir dengan bentuk yang menarik, biasanya bulan sabit atau bintang, yang dilapisi gula halus untuk memberikan rasa manis yang lembut.

Lidah Kucing hadir dengan bentuk tipis dan panjang yang khas, serta tekstur yang sangat renyah. Kue Kacang menghadirkan cita rasa gurih yang berasal dari kacang tanah yang digunakan sebagai bahan utama. Kue Semprit memiliki bentuk bunga dengan tambahan selai di bagian tengahnya, sementara Chocolate Chips Cookies menyajikan rasa cokelat yang bisa ditambah dengan kacang mede atau almond sesuai selera.

Permintaan terhadap kue kering meningkat selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Harga kue kering yang beredar di pasaran berkisar mulai dari Rp45.000 hingga lebih dari Rp100.000 per toples, tergantung pada jenis, ukuran kemasan, dan bahan yang digunakan. Selain dibeli sendiri untuk konsumsi pribadi, kue kering juga kerap dijadikan hampers yang diberikan sebagai tanda penghormatan dan kebersamaan.

Selain membeli kue kering yang sudah jadi dari toko atau produsen, banyak masyarakat yang memilih membuat kue kering sendiri di rumah. Motivasi utama dari pembuatan kue kering sendiri adalah untuk mengontrol kualitas bahan dan menyesuaikan rasa sesuai dengan selera keluarga. Beberapa resep yang sering dibuat antara lain choco mede dan nastar potong.

Perkembangan zaman juga membawa perubahan pada bentuk kue kering. Selain bentuk klasik yang umumnya bulat, kini kue kering mulai hadir dengan berbagai bentuk yang lebih beragam, seperti bintang, hati, atau bentuk karakter lainnya yang semakin menarik perhatian konsumen, terutama anak-anak.

Pasar kue kering terus berkembang seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan tradisional yang memiliki nilai budaya. Berbagai produsen baik skala kecil maupun besar terus berinovasi untuk memenuhi permintaan pasar, baik dari segi rasa, bentuk, maupun kemasan yang lebih praktis dan menarik.

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Pembangunan di SMPN 1 Arjasari Kabupaten Bandung Disorot
Kunjungan Chit Ko Ko Oo Perkuat Silaturahmi dan Sebarkan Nilai Positif di MAN 2 Padang
Melestarikan Nilai Adat Perempuan Kei di Antara Tradisi dan Kehidupan Perkotaan
4 Pejabat Tinggi Pratama Baru Dilantik di Lingkungan Pemkab Bandung, Ini Kata KDS
Menstruasi dan Keterbatasan Ekonomi Tantangan yang Belum Sepenuhnya Terjawab
Inovasi dari Situasi Darurat Bagaimana Pembalut Sekali Pakai Mulai Dikenal Masyarakat
Musik sebagai Medium Pemikiran Menafsirkan Pergulatan Batin dalam Komposisi Yekeshish
Menara Satu Abad Rekam Jejak Sejarah dan Transformasi Arsitektur Jam Gadang Bukittinggi
Di Balik Kelancaran IMLF-4 Peran Armaidi Tanjung dalam Mengatur Seluruh Aspek Kegiatan
Kepemimpinan Sastri Bakry Berhasil Wujudkan IMLF-4 Sesuai Target yang Ditetapkan
Riuh! Ribuan Warganet Serbu Kolom Komentar Disdik Jabar Usai Perpanjangan PCMB 2026
Wisma Habibie Ainun Menyimpan Jejak Pemikiran dan Pengabdian Sang Presiden Ketiga RI
Panitia Apresiasi Peran Aktif Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Penyelenggaraan IMLF-4
Opsih Pasar Baleendah Angkut Lebih dari 80 Ton Sampah, DLH, Disdagin dan Pedagang Sepakat Perkuat Pengelolaan
Lebih dari Sekadar Kuota Menggali Potensi Individu Neurodivergen di Indonesia
Ananda Sukarlan "Perbedaan Neurodivergen Bukan Penghalang untuk Berkontribusi"
Seminar Internasional IMLF-4 "Teknologi Alat Bantu Bukan Pengganti Guru"
Rangkaian IMLF-4 Hadirkan Seminar Bahas Pelestarian Bahasa dan Budaya Minangkabau
Sampul Peringatan IMLF-4 dan 100 Tahun Jam Gadang Ditandatangani Sastri Bakry, Aminur Rahman, Armaidi Tanjung
Para Korban Kasus Dugaan Penipuan Wedding Organizer di Kabupaten Bandung, Resmi Tempuh Jalur Hukum