Konflik di Timur Tengah 32 WNI dari Iran Dievakuasi Sebagian Sudah Tiba di Indonesia

Selasa, 10 Mar 2026 22:42
    Bagikan  
Konflik di Timur Tengah 32 WNI dari Iran Dievakuasi Sebagian Sudah Tiba di Indonesia
Istimewa

Kementerian Luar Negeri evakuasi 32 WNI dari Iran akibat konflik. Kloter pertama 22 orang tiba 10 Maret dan disambut Menlu Sugiono. Kloter kedua 10 orang akan tiba 11 Maret. Total WNI di Iran tercatat 329 orang, mayoritas pelajar.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Kementerian Luar Negeri melaksanakan evakuasi bertahap bagi 32 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran, sebagai tanggapan atas meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Evakuasi Gelombang I mencakup berbagai kategori WNI, yaitu 10 pekerja, 1 pengajar/jurnalis, 14 pelajar/mahasiswa, 2 Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan 5 turis.

Kepulangan para WNI dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama sebanyak 22 orang telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada hari ini pukul 18.00 WIB. Perjalanan mereka dilakukan melalui Baku, Azerbaijan sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Kloter kedua yang terdiri atas 10 WNI dari Iran diperkirakan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (11/3/2026).

Setibanya di Indonesia, para WNI yang tiba pada kloter pertama disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. “Kami mengucapkan selamat datang kembali ke Indonesia dan selamat berkumpul bersama keluarga,” ujar Menlu Sugiono dalam acara penyambutan.

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah perkembangan situasi di Iran dan kawasan sekitar adalah memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di lokasi tersebut. “Sejak konflik mulai berlangsung, Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Perwakilan Republik Indonesia di kawasan Timur Tengah untuk melakukan koordinasi terus-menerus. Langkah yang dilakukan meliputi pemantauan situasi, pendataan jumlah WNI yang berada di lokasi, serta pembahasan langkah-langkah kontinjensi yang perlu diambil,” jelas Menlu Sugiono.

Setelah tiba di Tanah Air, seluruh WNI yang dievakuasi akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing.

Evakuasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Indonesia untuk memastikan keselamatan dan pelindungan WNI di luar negeri, khususnya di wilayah yang terdampak konflik. Kegiatan ini dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri bersama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran dan KBRI Baku.

Berdasarkan data dari KBRI Tehran, jumlah WNI yang tercatat berada di Iran saat ini adalah 329 orang. Mayoritas WNI tersebut berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa dengan konsentrasi studi utama di Kota Qom. Sisanya terdiri dari PMI dan ekspatriat yang bekerja di berbagai sektor.

Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tehran terus melakukan komunikasi intensif dengan seluruh WNI di Iran. Tujuan komunikasi tersebut adalah untuk memastikan kondisi dan keberadaan setiap individu, serta melakukan penilaian terhadap bentuk bantuan yang dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Hidangan Khas Malam Satu Suro dan Jejak Tradisi Tahun Baru Jawa
Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan
Indonesia-Qatar Siapkan Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Garuda Muda U-12 dan U-14 Wakili Indonesia pada AFC Vietnam Hanoi International 2026
Kopaja dalam Lintasan Sejarah Transportasi Jakarta
Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial
Menjaga Nyala di Balik Kedaton Transisi Kebudayaan Ternate di Tangan Sultan ke-49
Apakah Aman Makan Telur Setiap Hari?
Peran Media Partner Dorong Keberhasilan Penyelenggaraan IMLF-4
Ananda Sukarlan Padukan Musik Portugal dan Tanah Airku untuk Film Dokumenter Rainha Boki Raja
PP TUNAS Mengatur Akses Digital Anak Demi Keamanan dan Pertumbuhan
Kisah Rainha Boki Raja Pemutaran Film dan Diskusi Sejarah di Galeri Nasional Indonesia
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Tingkatkan Kepatuhan Pajak
PCMB SPMB Jabar 2026 Diumumkan, Sistem Dikeluhkan Eror dan Sulit Diakses
DMDI Tiongkok Usulkan Aksara Jawi untuk Ikon Kota Bukittinggi
Kualitas Suara dan Kenyamanan Menjadi Alasan Walkman Sony Tetap Diminati
Pergeseran Teknologi Bawa Dampak pada Keberlangsungan Radio Konvensional
Piala Dunia 2026 Kunjungan Suporter Menurun Sektor Usaha Sesuaikan Target