NARASINETWORK.COM - AMERIKA SERIKAT, Sektor pariwisata, perhotelan, dan jasa penerbangan di Amerika Serikat belum memperoleh hasil yang diharapkan pada awal penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Kondisi ini terjadi lantaran jumlah kedatangan penonton dari luar negeri jauh lebih sedikit dibanding perkiraan awal. Kenaikan biaya perjalanan serta harga tiket pertandingan yang melambung tinggi menjadi alasan utama berkurangnya minat masyarakat untuk hadir ke lokasi penyelenggaraan.
Harga tiket pertandingan menjadi salah satu kendala terbesar. Penerapan sistem penetapan harga yang berubah-ubah membuat nilai jual tiket terus meningkat. Di kota besar seperti New York dan Miami, harga tiket dengan kategori paling rendah bahkan mencapai hampir USD 1.000 atau setara sekitar Rp 17 juta.
Proses perizinan masuk ke wilayah Amerika Serikat juga menyulitkan banyak pihak. Sebagian besar pendukung tim dari negara peserta mengeluhkan prosedur pengurusan visa yang rumit dan memakan waktu lama. Selain itu, biaya perjalanan udara turut naik, sementara perpindahan antar kota penyelenggara yang tersebar di tiga negara yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dirasa tidak praktis. Hal ini membuat banyak pendukung membatalkan rencana keberangkatan.
Di sisi lain, antusiasme penonton dalam negeri belum mampu menutupi kekurangan jumlah pengunjung. Olahraga sepak bola di wilayah tersebut masih belum sepopuler cabang olahraga lain yang sudah lama dikenal masyarakat setempat.
Perusahaan penginapan terpaksa menurunkan tarif sewa kamar untuk menarik kedatangan tamu. Sebagai contoh, salah satu hotel di pusat kota New York memangkas harga menjadi USD 415 per malam, atau setengah dari harga yang ditetapkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Asosiasi Perhotelan di kota itu pun menyesuaikan target pendapatan yang semula diproyeksikan. Angka tersebut dikurangi hingga 60 persen, sehingga perolehan yang diperkirakan hanya berkisar sekitar USD 60 juta. Data juga menunjukkan jumlah pemesanan kamar dari wilayah Eropa menurun hingga 15,8 persen.
Kondisi serupa terlihat pada jasa penerbangan. Jumlah pemesanan tiket pesawat turun drastis setelah harga jualnya naik pada awal masa kompetisi.
Meskipun pencapaian pada babak awal belum sesuai harapan, pelaku usaha masih menaruh harapan. Mereka mengantisipasi adanya peningkatan permintaan mendekati waktu keberangkatan saat turnamen memasuki babak gugur pada bulan Juli mendatang.
