Satu Jam Tanpa Lampu Upaya Kurangi Emisi Karbon di Jakarta

Sabtu, 13 Jun 2026 00:00
    Bagikan  
Satu Jam Tanpa Lampu Upaya Kurangi Emisi Karbon di Jakarta
Ilustrasi

Pemerintah DKI Jakarta memadamkan lampu secara serentak pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 20.30–21.30 WIB sebagai peringatan Hari Lingkungan Hidup.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memadamkan lampu secara serentak di sejumlah titik wilayah ibu kota pada Sabtu malam (13/6/2026) Kegiatan ini berlangsung selama satu jam, terhitung mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Langkah tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, bertujuan menekan pemakaian energi serta mengurangi emisi karbon yang dihasilkan di kawasan perkotaan.

Kebijakan ini diberlakukan untuk gedung milik pemerintah, pusat perbelanjaan, kawasan perkantoran swasta, hotel, serta tempat usaha makanan dan minuman. Selain itu, tujuh bangunan dan ikon penting kota tidak akan mendapatkan penerangan seperti hari biasa selama waktu pelaksanaan berlangsung. Lokasi yang dimaksud meliputi Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Monumen Nasional, Patung Arjuna Wijaya, Bundaran Hotel Indonesia, Patung Pemuda Membangun, Patung Pahlawan Revolusi, dan Jembatan Semanggi.

Dinas Perhubungan bersama instansi terkait juga menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan utama di lima wilayah kota administrasi akan mengalami pengurangan daya penerangan lampu jalan. Di kawasan Jakarta Pusat, pengaturan ini berlaku di Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, dan lingkungan sekitar Medan Merdeka. Wilayah Jakarta Utara mencakup Jalan Yos Sudarso dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Di Jakarta Barat, pengurangan pencahayaan dilakukan di sepanjang Jalan S. Parman dan Jalan Daan Mogot. Untuk kawasan selatan, titik pelaksanaan berada di Jalan Rasuna Said dan Jalan Antasari, sedangkan di Jakarta Timur diterapkan pada Jalan Dr. Sumarno dan Jalan Pemuda.

Meskipun kebijakan ini diterapkan pada fasilitas umum dan jalur lalu lintas utama, pemerintah menegaskan aturan tersebut tidak berlaku bagi sektor pelayanan kesehatan. Rumah sakit, puskesmas, dan tempat praktik pengobatan tetap beroperasi dengan penerangan penuh guna menjaga keamanan pasien serta kelancaran setiap kegiatan medis. Masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman juga diimbau turut serta secara sukarela mematikan peralatan listrik dan lampu yang tidak sedang digunakan di rumah masing-masing selama satu jam tersebut. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan upaya penghematan energi dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Piala Dunia 2026 Kunjungan Suporter Menurun Sektor Usaha Sesuaikan Target
Putri Bajrakitiyabha Berpulang Jejak Karier dan Peranannya di Dalam dan Luar Negeri
Peaceful Muharram 1448 H Rangkaian Kegiatan Ibadah dan Sosial di Mesjid Istiqlal
Satu Jam Tanpa Lampu Upaya Kurangi Emisi Karbon di Jakarta
Pembangunan di SMPN 1 Arjasari Kabupaten Bandung Disorot
Kunjungan Chit Ko Ko Oo Perkuat Silaturahmi dan Sebarkan Nilai Positif di MAN 2 Padang
Melestarikan Nilai Adat Perempuan Kei di Antara Tradisi dan Kehidupan Perkotaan
4 Pejabat Tinggi Pratama Baru Dilantik di Lingkungan Pemkab Bandung, Ini Kata KDS
Menstruasi dan Keterbatasan Ekonomi Tantangan yang Belum Sepenuhnya Terjawab
Inovasi dari Situasi Darurat Bagaimana Pembalut Sekali Pakai Mulai Dikenal Masyarakat
Musik sebagai Medium Pemikiran Menafsirkan Pergulatan Batin dalam Komposisi Yekeshish
Menara Satu Abad Rekam Jejak Sejarah dan Transformasi Arsitektur Jam Gadang Bukittinggi
Di Balik Kelancaran IMLF-4 Peran Armaidi Tanjung dalam Mengatur Seluruh Aspek Kegiatan
Kepemimpinan Sastri Bakry Berhasil Wujudkan IMLF-4 Sesuai Target yang Ditetapkan
Riuh! Ribuan Warganet Serbu Kolom Komentar Disdik Jabar Usai Perpanjangan PCMB 2026
Wisma Habibie Ainun Menyimpan Jejak Pemikiran dan Pengabdian Sang Presiden Ketiga RI
Panitia Apresiasi Peran Aktif Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Penyelenggaraan IMLF-4
Opsih Pasar Baleendah Angkut Lebih dari 80 Ton Sampah, DLH, Disdagin dan Pedagang Sepakat Perkuat Pengelolaan
Lebih dari Sekadar Kuota Menggali Potensi Individu Neurodivergen di Indonesia
Ananda Sukarlan "Perbedaan Neurodivergen Bukan Penghalang untuk Berkontribusi"