DMDI Tiongkok Usulkan Aksara Jawi untuk Ikon Kota Bukittinggi

Sabtu, 13 Jun 2026 11:20
    Bagikan  
DMDI Tiongkok Usulkan Aksara Jawi untuk Ikon Kota Bukittinggi
IMLF 4

Dunia Islam-Melayu (DMDI) cabang Tiongkok mengusulkan penulisan aksara Jawi pada Jam Gadang Bukittinggi. Usulan ini bertujuan mempertegas identitas budaya dan agama tanpa mengubah bentuk asli bangunan.

NARASINETWORK.COM - BUKITTINGGI, Menara Jam Gadang yang berdiri di pusat Kota Bukittinggi direncanakan akan ditambahkan unsur baru yang mengandung nilai budaya dan agama. Prof. Adj. Yusuf Liu Baojan, Ketua Dunia Islam-Melayu (DMDI) cabang Tiongkok, menyampaikan usulan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi untuk menghiasi bangunan ikonik Sumatera Barat tersebut dengan aksara Jawi atau Arab-Melayu. Langkah ini dimaksudkan bukan sekadar sebagai hiasan, melainkan upaya mempertegas identitas wilayah Minangkabau serta menambah nilai keindahan tanpa mengubah bentuk asli bangunan peninggalan masa kolonial.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada 12 Juni 2026, Prof. Adj. Yusuf Liu Baojan mengusulkan penulisan nama “Jam Gadang” beserta prinsip hidup masyarakat setempat, yaitu “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, menggunakan gaya tulisan kaligrafi Jawi.

Cendekiawan asal Tiongkok ini menyatakan bahwa penambahan unsur tulisan tersebut sesuai dengan sistem penulisan lama serta nilai yang dianut penduduk setempat. Hal ini juga menjadi wujud pengakuan terhadap peradaban Islam yang telah lama berkembang di wilayah Sumatera Barat.

Penggunaan kembali aksara Jawi mengandung makna sejarah yang jelas. Selama berabad-abad, tulisan Arab-Melayu menjadi sarana penyampaian gagasan, urusan perdagangan, dan penyebaran ilmu pengetahuan di seluruh wilayah Nusantara sebelum kemudian digantikan oleh huruf Latin.

Dengan menampilkan kembali aksara ini di tempat umum, Jam Gadang tidak hanya berfungsi sebagai objek wisata, tetapi juga menjadi daya tarik bagi pengunjung dari luar daerah maupun luar negeri, terutama yang berasal dari lingkungan budaya Melayu dan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, untuk melihat warisan budaya yang masih terpelihara.

Usulan ini muncul ketika Prof. Adj. Yusuf Liu Baojan mengikuti pameran kaligrafi dalam rangka Festival Literasi Minang Internasional ke-4 yang berlangsung pada 3 hingga 7 Juni 2026 di Bukittinggi.

Prof. Adj. Yusuf Liu Baojan juga menjadi pembicara dalam Seminar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 5 Juni 2026. Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh sejumlah peneliti dan akademisi, yaitu Dr. Irwandi dari Pusat Hubungan Internasional UIN Bukittinggi, Dr. Albert Nashir dari Universitas Deztron Indonesia, serta Ali Rahman, MH dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Bukittinggi. Bersama mereka, ia membahas dampak yang mungkin timbul dari upaya pelestarian budaya ini terhadap kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Prof. Adj. Yusuf Liu Baojan telah menyiapkan rancangan bentuk tulisan kaligrafi yang dapat dijadikan acuan awal bagi pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan kota tidak harus menghilangkan unsur warisan leluhur. Sebaliknya, kemajuan daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya melalui penataan yang tetap menghormati sejarah bangunan. Ia berharap usulan ini dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut oleh pihak berwenang di Kota Bukittinggi.

Apabila rencana ini disetujui dan dilaksanakan, Jam Gadang tidak hanya berperan sebagai penunjuk waktu, tetapi juga menjadi bangunan yang menyampaikan nilai budaya dan keyakinan kepada pengunjung dari berbagai tempat.

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang
WOW! Ribuan ASN Pemkab Bandung Terindikasi Judi Online, Depo Sampai Miliaran Rupiah
Hari Ini Terakhir, Adira Experience Day Fasilitasi Test Drive hingga Promo Pembiayaan Berhadiah Kulkas 2 Pintu
Kebersamaan Makin Solid! Keseruan Gathering AxI Adira Finance Cabang Madiun
Adira Finance Kembali Gelar Program HARCILNAS 2026 dengan Hadiah Pelunasan Cicilan, Begini Caranya
Reses di Ciparay: Warga Bicara, H. Asep Ikhsan Siap Kawal Aspirasi sampai Jadi Program Nyata
SATRIA 2026 IKIP Siliwangi: Pengenalan Kampus dengan Pendekatan Humanis dan Berbasis Karakter
Mau Hadiah Langsung Kulkas 2 Pintu? Yuk, Hadiri Adira Experience Day 2026, Catat Tanggalnya
855 Warga Binaan Rutan Kelas I Bandung Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Program Pentahelix Tetap Berjalan, Sungai Cisungalah Harus Ada Pelebaran
Erick Thohir Sampaikan Pesan Prabowo pada Hari Pramuka ke-65, Dorong Peran Pemuda Hadapi Tantangan Zaman
Pemerintah Percepat Penanganan Pascagempa di Sejumlah Wilayah NTT
Harga Emas Dunia dan Antam Proyeksi Harga, Faktor Penggerak, dan Strategi Pembelian
A Mother’s Final Embrace "Woman Found Holding Her Baby Beneath the Rubble After Flores Earthquake"
Urban Raga Tampilkan Eksperimen Tari dan Teks pada SIPFest 2026
Pameran tunggal Ireng Halimun  “My Artistic Soul”, digelar di Koi Kemang, Jakarta, pada 11–31 Agustus 2026