Empat Dekade Bersastra Suriali Andi Kustomo Menata Langkah Baru Seni Kota Tegal

Rabu, 29 Jul 2026 17:18
    Bagikan  
Empat Dekade Bersastra Suriali Andi Kustomo Menata Langkah Baru Seni Kota Tegal
Istimewa

Suriali Andi Kustomo, S.Pd. merupakan sastrawan, penyair, jurnalis esai, dan pengusaha yang menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal periode 2024–2027.

NARASINETWORK.COMJAKARTA, Suriali Andi Kustomo, S.Pd., sastrawan, penyair, jurnalis, esais budaya kontemporer, dan pengusaha asal Tegal, terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal (DKT) periode 2024–2027 melalui Musyawarah Daerah yang digelar di DPRD Kota Tegal. Ia menggantikan budayawan senior Yono Daryono. Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran lembaga kesenian daerah dalam mengembangkan aktivitas seni, mengelola arsip budaya, serta membuka ruang kreativitas bagi pelaku seni di Kota Tegal.

Perjalanan Andi Kustomo menuju dunia sastra tidak terlepas dari pengalaman masa kecilnya. Ia pernah mengalami hambatan bicara, tetapi kondisi itu tidak menghalanginya untuk mengenal puisi. Ia justru sering berlatih mendeklamasikan karya sastra secara mandiri. Kebiasaan tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya sebagai penyair yang aktif di wilayah Pantura.

Kecintaannya terhadap dunia tulis-menulis tumbuh sejak usia muda. Andi terbiasa membaca berbagai media cetak, mulai dari koran hingga majalah sastra. Aktivitas tersebut membentuk kebiasaannya mengamati persoalan sosial dan budaya di sekitarnya. Ia kemudian mengembangkan kemampuan menulis melalui karya sastra, jurnalistik, serta esai budaya.

Sebagai jurnalis, Andi memilih jalur tulisan yang menggabungkan informasi dan cerita manusia. Ia banyak menulis tentang seni, budaya, serta kehidupan masyarakat pesisir. Gaya penulisannya terlihat melalui karya esai dan dokumentasi daerah yang tidak hanya mencatat peristiwa, tetapi juga menyimpan cerita masyarakat yang menjadi bagian dari sejarah lokal.

Salah satu karya yang mencerminkan aktivitas jurnalistiknya adalah buku Tegal Kota Yang Tak Pernah Tidur. Buku tersebut memadukan tulisan esai, foto, dan catatan mengenai perkembangan Kota Tegal. Karya itu menunjukkan ketertarikannya terhadap dokumentasi daerah melalui tulisan yang mudah dipahami masyarakat.

Pada perjalanan kepenyairannya, Andi telah menghasilkan sejumlah karya, antara lain buku puisi tunggal Manifesto yang diluncurkan melalui acara “Hujan Puisi” di Tegal. Ia juga terlibat dalam berbagai antologi puisi seperti Kembang Setaman dan Ibadah Kesekian bersama penyair lainnya.

Memimpin Dewan Kesenian Kota Tegal, Andi membawa sejumlah gagasan mengenai pengelolaan seni yang dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan ekonomi kreatif. Ia mendorong agar karya seni memiliki ruang apresiasi sekaligus peluang pengembangan usaha bagi para pelakunya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghidupkan kembali Teater Dingdong, kelompok teater yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan seni pertunjukan Tegal. Selain itu, ia juga mendorong penerbitan berbagai karya yang mencatat perjalanan seni daerah, seperti naskah teater Ndoro Luwak Langit Berkarat, buku sejarah tari Tegal, serta dokumentasi seni rupa Kota Tegal.

Empat puluh tahun perjalanan Andi Kustomo di dunia sastra menunjukkan konsistensinya menjaga aktivitas kepenulisan. Dari panggung puisi radio lokal pada era 1980-an hingga menjadi pengelola lembaga kesenian daerah, ia terus bergerak melalui tulisan, karya seni, dan kegiatan budaya.

Sebagai Ketua DKT, Andi menghadapi tantangan untuk menjaga keberlangsungan aktivitas seni di tengah perubahan zaman. Pengalaman sebagai penyair, jurnalis, dan pengusaha menjadi bekal baginya untuk mempertemukan kreativitas dengan pengelolaan organisasi seni yang lebih adaptif.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Polresta Bandung Bongkar Jaringan Narkoba, Ada 105 Kasus Dalam Waktu Dua Bulan
Empat Dekade Bersastra Suriali Andi Kustomo Menata Langkah Baru Seni Kota Tegal
Satpol PP Kabupaten Bandung Perkuat Keamanan Komplek Pemerintahan
Hanna Sania dan Nurhayati dari RBC Sampaikan Pesan pada Aksi "Unjuk Rasa, Unjuk Karya" di TIM Melalui Puisi
narasinetwork.com Football Lab #01 "Membaca Tekanan Tinggi dan Serangan Efektif Indonesia atas Kamboja"
Hattrick Mitchell Baker Antar Timnas Indonesia Bungkam Kamboja 5-1 di Pembuka Piala AFF 2026
KOSMAK Ungkap Dugaan Korupsi Rp.26 Miliar untuk Pengembangan Tanaman Porang di Sidrap
SatuPena dan IMLF Audiensi dengan Kapolda Sumbar Bahas Sinergi Literasi Budaya untuk Mendukung Kamtibmas
Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi V Persaid Jember Hadapi Persakabo Bogor pada Laga Pembuka
Peringati Hari Anak, Begini Pesan Ketua KPID Jawabarat
Komunitas Salihara Gelar SIPFest 2026 Bertema "asiaria", Hadirkan Seniman Asia dan Diaspora Asia
Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia Edisi V Digelar di Bogor Seleksi Tim Nasional Dimulai
“Sepak Bola Indonesia Menuju Era Baru Antara Kebangkitan Tim Nasional, Pembenahan Liga, dan Ujian Konsistensi"
Dewi Sri Dari Kisah Padi, Tradisi Agraris, hingga Ragam Seni Nusantara
"Jika Aku Terlahir sebagai Bayi yang Terbuang, Apakah Aku Tetap Berhak Merayakan Hari Anak Nasional 2026?"
P3DN Jadi Penggerak Pertumbuhan Industri Nasional dan Penguatan Ekonomi Indonesia
Pendapatan Negara Naik 21,4 Persen APBN Semester I 2026 Jaga Stabilitas Fiskal
Bapenda Kabupaten Bandung Hadir di Hari Anak Nasional, Warga Bisa Urus Pajak Kendaraan Sekaligus Nikmati Acara
Depo POMINDO Pertama di Purwakarta Resmi Beroperasi, Digagas Pengusaha Asal Kuningan
Persakabo Steps Up Preparations for the 5th National Amputee Football Championship