Kebijakan China Dorong Penggunaan Material Daur Ulang dalam Produksi Kendaraan

Minggu, 11 Jan 2026 19:14
    Bagikan  
Kebijakan China Dorong Penggunaan Material Daur Ulang dalam Produksi Kendaraan
Istimewa

Pemerintah China memperkuat kebijakan penggunaan material daur ulang di sektor manufaktur, dengan industri otomotif sebagai fokus utama.

NARASINETWORK.COM - Pemerintah China telah mengambil langkah strategis untuk memperkuat kebijakan terkait penggunaan material daur ulang di sektor manufaktur, dengan industri otomotif ditetapkan sebagai salah satu fokus utama dalam penerapan kebijakan tersebut. Langkah ini memiliki tujuan ganda, yaitu mengurangi ketergantungan negara terhadap bahan baku primer serta memperkuat aspek keberlanjutan dalam pengembangan industri kendaraan nasional.

Kebijakan lintas kementerian ini tertuang dalam dokumen berjudul Recycled Materials Application Promotion Action Plan, yang secara khusus mengatur upaya peningkatan pasokan material daur ulang serta menetapkan standar teknis untuk penerapannya di berbagai sektor industri. Produsen kendaraan di seluruh negeri didorong untuk meningkatkan penggunaan material hasil daur ulang sepanjang memenuhi seluruh ketentuan teknis dan regulasi yang berlaku. Kebijakan ini berlaku secara menyeluruh untuk setiap tahap dalam rantai produksi otomotif, mulai dari proses desain produk hingga tahap akhir pembuatan kendaraan.

Dalam rangka implementasi kebijakan, produsen otomotif didorong untuk memperluas skala penggunaan berbagai jenis material daur ulang, antara lain baja, aluminium, dan plastik. Material-material tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai bagian kendaraan, mulai dari struktur bodi kendaraan, komponen struktural pendukung, hingga elemen interior seperti jok, panel dashboard, dan trim pintu.

Penggunaan material daur ulang difokuskan pada sistem non-kritis, yaitu bagian kendaraan yang tidak berpengaruh langsung terhadap keselamatan pengemudi dan penumpang. Pengaturan ini dirancang untuk menjaga kualitas dan performa kendaraan yang dihasilkan sekaligus menekan konsumsi material baru yang berasal dari sumber daya alam. Dengan demikian, industri dapat mencapai efisiensi biaya sekaligus berkontribusi pada pelestarian sumber daya alam yang terbatas.

Pemerintah juga menekankan bahwa penggunaan material daur ulang tidak hanya terbatas pada tahap produksi akhir. Produsen diharapkan untuk memasukkan pertimbangan penggunaan material daur ulang sejak tahap desain kendaraan. Hal ini memastikan bahwa komponen kendaraan dapat dengan mudah didaur ulang atau dimanfaatkan kembali pada akhir masa pakainya, sehingga meningkatkan nilai tambah dari setiap bagian yang digunakan dalam pembuatan kendaraan.

Selain memperkuat penggunaan material daur ulang dalam produksi, pemerintah China juga menekankan pentingnya membangun koordinasi yang erat di seluruh rantai daur ulang industri otomotif. Produsen kendaraan, perusahaan pembongkaran kendaraan bekas, serta perusahaan pengolah material daur ulang diminta untuk bekerja sama membangun sistem yang terintegrasi dan saling mendukung.

Salah satu perhatian utama dalam kebijakan ini adalah standarisasi proses pembongkaran kendaraan akhir usia pakai. Standarisasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap bagian kendaraan yang masih memiliki nilai guna dapat dipulihkan dengan efisien dan efektif. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat pemulihan material dari kendaraan bekas, sehingga mengurangi jumlah limbah industri yang harus dikelola dan meningkatkan pasokan material daur ulang untuk kebutuhan produksi baru.

Pemerintah juga mendorong pembentukan jaringan kerja sama antara berbagai pihak di dalam rantai daur ulang. Hal ini mencakup pembangunan infrastruktur pendukung seperti pusat pengolahan material daur ulang yang memenuhi standar teknis, serta sistem informasi yang memudahkan pelacakan aliran material dari kendaraan bekas hingga menjadi input produksi baru. Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh proses daur ulang dapat berjalan lebih lancar dan menghasilkan material dengan kualitas yang konsisten.

Baterai kendaraan listrik mendapatkan perhatian khusus dalam kebijakan penggunaan material daur ulang ini. Regulator industri mendorong secara aktif pemanfaatan kembali material dari baterai bekas dalam proses produksi baterai baru. Baterai kendaraan listrik dipandang sebagai sumber penting bagi berbagai jenis logam bernilai tinggi seperti litium, kobalt, dan nikel, yang dapat dipulihkan dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan industri.

Perkuatan sistem daur ulang baterai menjadi sangat penting seiring dengan meningkatnya laju adopsi kendaraan listrik di China. Permintaan akan logam penting yang digunakan dalam pembuatan baterai terus meningkat, dan daur ulang menjadi salah satu cara efektif untuk memenuhi permintaan tersebut sambil mengurangi ketergantungan pada pasokan logam primer dari sumber daya alam atau impor.

Pemerintah telah menetapkan beberapa langkah konkret untuk mendukung pengembangan industri daur ulang baterai kendaraan listrik, antara lain menetapkan standar teknis untuk proses pengolahan baterai bekas, mendorong penelitian dan pengembangan teknologi baru dalam bidang pemulihan material, serta memberikan insentif bagi perusahaan yang terlibat dalam bisnis daur ulang baterai. Selain itu, produsen kendaraan listrik juga diminta untuk membangun sistem pengelolaan baterai sepanjang siklus hidupnya, mulai dari produksi hingga pengolahan di akhir masa pakai.

Secara jangka panjang, kebijakan penggunaan material daur ulang ini diarahkan untuk membangun sistem daur ulang nasional yang terpadu untuk sektor manufaktur, khususnya industri otomotif. Tujuan utama adalah menjadikan material daur ulang sebagai input standar dalam proses produksi, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan baku baru dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

Bagi sektor otomotif, kebijakan ini mendukung implementasi praktik Circular Economy atau ekonomi sirkular, yaitu sistem produksi yang memaksimalkan penggunaan ulang dan daur ulang sumber daya. Integrasi prinsip ekonomi sirkular dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap desain kendaraan di mana pertimbangan daur ulang menjadi bagian penting, hingga tahap pengolahan kendaraan di akhir masa pakainya. Dengan demikian, setiap kendaraan yang diproduksi di China diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan kelestarian sumber daya alam.

Pemerintah berharap bahwa dengan diterapkannya kebijakan ini, industri otomotif China dapat menjadi contoh dalam penerapan penggunaan material daur ulang di tingkat global. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri otomotif nasional dengan mengurangi biaya produksi dan memperkuat citra industri yang peduli terhadap lingkungan. Ke depannya, pemerintah akan terus memantau dan mengevaluasi implementasi kebijakan ini, serta melakukan penyempurnaan agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perkembangan industri dan kelestarian lingkungan.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

'Sugianto' Indonesian Migrant Worker Recognised as National Ambassador After Yeongdeok Wildfire Rescue
Hari Tuli Nasional 2026 Inklusivitas Sebagai Tanggung Jawab Bersama Seluruh Elemen Masyarakat
Menciptakan Area Wisata Sendiri Cara Membuat Tenda Bermain di Kamar Anak
Kebijakan China Dorong Penggunaan Material Daur Ulang dalam Produksi Kendaraan
Kemkomdigi Pantau Penyalahgunaan Grok AI Lindungi Hak Privasi dan Citra Diri Warga
Panen Ikan Lele di Semper Timur Bukti Hasil Kerja Sama Masyarakat dan Pemerintah
Review Film Narasinetwork : Melihat Isu Lingkungan Melalui Film Kereta Berdarah
Awal Tahun, Bapenda Catat Realisasi Peningkatan Penerimaan Pajak Hampir Rp. 10 Miliar
Fenomena Hastag #KaburAjaDulu dalam Kehidupan Sosial Generasi Muda
Wawancara Tokoh : John Semuel's Weaving Love, Binding Affection' Life Values in Colour and Form
Konflik Kursi Transjakarta dan Kegagalan Komunikasi di Ruang Publik
Anak Kampung ke UGM Kisah Thomas Akaraya Sogen sebagai Guru Penulis yang Menginspirasi NTT
Ketika Arus Migrasi Bertemu Perbedaan Budaya
Manfaat Jus Seledri untuk Kesehatan Dari Hidrasi hingga Kesehatan Jantung
Membedah Kekuasaan dan Ideologi Gender dalam Masyarakat elalui Perspektif Feminis
PLN ULP Baleendah Hadirkan Gebyar Awal Tahun 2026, Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya untuk Pelanggan.
Layanan PUSPA untuk Warga Jakarta Konsultasi dan Informasi Seputar Keluarga
Industri Rumput Laut Indonesia Ditingkatkan Melalui Inisiatif Investing in Women dan Birufinery
Informasi Penting tentang Pengajuan Visa Pelajar untuk Semester Pertama 2026 di Australia
Sanur SEZ Hosts New Australia-Indonesia Oncology Facility as Part of Invested Strategy