Penjualan Mobil Turun Tajam Menperin Kembali Usulkan Insentif Pertahankan Industri Otomotif

Kamis, 4 Dec 2025 23:25
    Bagikan  
Penjualan Mobil Turun Tajam Menperin Kembali Usulkan Insentif Pertahankan Industri Otomotif
Istimewa

Data penjualan mobil menunjukkan penurunan tajam pada Januari-Oktober 2025, wholesale turun 10,6 persen menjadi 634.844 unit dan retail turun 9,6 persen menjadi 660.659 unit, dengan produksi juga menurun.

NARASINETWORK.COM - Data penjualan mobil menunjukkan penurunan yang tajam pada tahun ini. Merespons kondisi tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita kembali mengusulkan pemberian insentif untuk menjaga keberlangsungan industri otomotif dari hulu hingga hilir.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil secara wholesale (distribusi dari pabrik ke dealer) sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai 634.844 unit – turun 10,6 persen dari 711.064 unit pada periode yang sama tahun 2024. Penjualan retail juga turun 9,6 persen, dari 731.113 unit menjadi 660.659 unit. Data terbaru dari Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) memperkuat kekhawatiran tersebut, dengan wholesale mencapai 635.844 unit (turun 10,6 persen) dan produksi kendaraan menjadi 957.293 unit (turun dari 996.741 unit tahun 2024).

Menteri Agus menilai penurunan tersebut menjadi sinyal bahwa industri otomotif membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Ia menekankan sektor ini memiliki peran strategis dalam penyerapan tenaga kerja, kontribusi ekonomi, dan keterkaitan rantai pasok. “Kemenperin akan terus memberikan perhatian khusus kepada sektor otomotif. Sektor ini terlalu penting untuk kita abaikan,” ujarnya dalam pembukaan pameran Link and Match IKM Alat Angkut di Jakarta, Selasa lalu (2/12/2025).

Ia menjelaskan industri otomotif memiliki backward dan forward linkage yang besar, sehingga penurunannya akan berdampak luas pada industri pendukung maupun sektor turunan. Karena itu, pemberian insentif atau stimulus sangat diperlukan untuk menahan pelemahan lebih dalam. Kemenperin menilai indikator kesehatan industri otomotif paling mendasar adalah penjualan ke pasar, bukan hanya pertumbuhan segmen tertentu atau investasi.

Pasar yang melemah secara bersamaan dapat mengancam utilisasi pabrik, menghambat investasi, dan berpotensi memicu tekanan terhadap lapangan kerja – baik di industri perakitan maupun komponen. Agus menambahkan usulan insentif harus mampu menjawab persoalan dari sisi permintaan (demand side) maupun penawaran (supply side).

Meskipun pengajuan sebelumnya belum membuahkan hasil, ia menegaskan pemerintah akan terus memperjuangkannya. “Ini tanggung jawab kami. Salah kalau tidak diperjuangkan. Doakan saja, kami berjuang agar sektor otomotif bisa bangkit,” katanya. Tim di Kemenperin sedang merumuskan skema insentif yang relevan untuk menjadi solusi atas tekanan di industri. “Kami siapkan insentif yang bisa menjawab dari sisi demand dan supply. Semoga pada pertemuan berikutnya semuanya bisa tersenyum,” tambahnya.

Pelemahan paling dalam terjadi pada segmen tulang punggung industri nasional. Segmen entry-level (harga OTR sekitar Rp 200 juta) turun 40 persen, segmen low (Rp 200-400 juta) turun 36 persen, dan segmen komersial merosot 23 persen. Ketiga segmen ini merupakan pasar terbesar bagi produksi dalam negeri dan menyasar konsumen kelas menengah.

Sementara itu, penjualan kendaraan listrik (EV) meningkat. Namun Menteri Agus mengingatkan bahwa 73 persen dari total penjualan EV sepanjang 2025 yang mencapai 69.146 unit merupakan kendaraan impor, artinya manfaat industri (produksi dan penyerapan tenaga kerja) terjadi di luar negeri. Lonjakan penjualan EV lebih banyak berasal dari impor, yang menjadi tantangan besar bagi industri otomotif nasional. Dengan kondisi tersebut, Kemenperin menilai insentif menjadi instrumen penting untuk memulihkan pasar kendaraan bermotor sekaligus menjaga agar industri nasional tetap kompetitif dan berkelanjutan.

 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

PWI Pusat Gelar Kemah Budaya di Kawasan Adat Baduy untuk HPN 2026 Rumah Baca Ceria Bekasi Ikut Berpartisipasi
Sirkuit Motocross Selapajang Kota Tangerang Siap Beroperasi Dua Kejuaraan Nasional Akan Digelar Tahun 2026
10 Pojok Literasi Masyarakat Akan Dibangun di Kota Tangerang Tahun 2026 Pemkot Fokus Perluas Akses Literasi
Tanah Dirampas Proyek Tol Getaci, Lima Tahun Nenek Oom Menunggu Hak yang Tak Kunjung Datang
Penguatan Pangan, Energi, dan Infrastruktur Jadi Fokus Rakernas APKASI Tahun 2026
Menase Ugedi Degei : Kongres V Partai Buruh Jadi Momentum Konsolidasi Kekuatan di Papua Tengah
100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi IMLF-4 Jadi Bagian dari Rangkaian Perayaan Bersama SatuPena Sumbar
Komunitas Perupa Perempuan Indonesia Buka KOMPPI Art Space di Tamini Square Mall Jakarta Timur
Komppi Art Space Resmi Dibuka di Tamini Square Mall Hadirkan Art in Motion di Ruang Publik Jakarta
Dukung Peringatan HPN 2026 Narasinetwork.com Hadiri Kemah Budaya PWI ke Kawasan Adat Baduy
Kemah Budaya PWI Pusat 2026 Narasinetwork.com Ungkap Filosofi Hidup Masyarakat Baduy dalam Reportase Sketsa
Anak-anak Baduy Tanpa Sekolah Formal Pendidikan yang Tumbuh dari Bumi dan Nilai-Nilai Tradisi
Saat Libur Tahun Baru, PLN Tuntaskan Penggantian Trafo GITET Mandirancan
Meski Libur Tahun Baru, PLN Rampungkan Penggantian Trafo GITET Mandirancan
Libur Tahun Baru, Petugas PLN Tuntaskan Penggantian Trafo GITET Mandirancan
Kabupaten Lebak Tuan Rumah Kemah Budaya PWI Pusat untuk HPN 2026 di Baduy
Komunitas Salihara dan ArtSociates Hadirkan Pameran Seni 'Imba Dari Abstraksi ke Abstrakisme'"
41 Wartawan dan Sastrawan Kunjungi Kampung Adat Baduy dalam Rangkaian Peringatan HPN 2026
Mentan Andi Amran Sulaiman Pastikan Dukungan Maksimal untuk Petani Terdampak Bencana di Tiga Provinsi Sumatera
AIPA Secretary General Receives Courtesy Call from Georgian Ambassador to ASEAN and Indonesia