Breaking News! Ekspose APBDes 2026 Perdana Digelar di Kecamatan Ciparay

Senin, 26 Jan 2026 19:43
    Bagikan  
Breaking News! Ekspose APBDes 2026 Perdana Digelar di Kecamatan Ciparay
Istimewa

Kegiatan ekspose perda di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

-Pelaksanaan Ekspose Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 sebelum pengajuan dokumen bantuan keuangan desa tercatat baru pertama kali dilaksanakan di wilayah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Camat Ciparay Anjar Lugiyana, saat dikonfirmasi pada Senin (26/1/2026).

Menurut Anjar, kegiatan ekspose APBDes ini memiliki tujuan strategis, terutama dalam mengawal serta memberikan pendampingan terhadap program-program yang akan dilaksanakan oleh masing-masing desa.

“Tujuannya yang pertama adalah untuk mengawal dan melakukan pendampingan terhadap program yang akan dilaksanakan oleh desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ekspose APBDes ini juga menjadi sarana penting dalam penyamaan persepsi antara pemerintah kecamatan dengan perangkat desa, khususnya Tim Pembina Keuangan Desa dan Tim Pengelola Keuangan Desa (PPKD).

Dengan adanya penyamaan persepsi sejak awal, lanjut Anjar, diharapkan seluruh tahapan perencanaan hingga pelaksanaan anggaran desa dapat berjalan lebih terarah, tertib administrasi, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, ekspose APBDes diikuti oleh seluruh unsur pemerintahan dan lembaga desa. Mulai dari Kepala Desa (Kades), Sekretaris Desa (Sekdes), Bendahara Desa, Kaur Perencanaan, hingga unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD).

“Semua unsur kami undang agar memahami secara utuh rencana anggaran dan program desa yang akan diajukan,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari akselerasi dan percepatan proses pengajuan bantuan keuangan desa. Dengan ekspose yang dilakukan sejak awal, potensi kekeliruan administrasi maupun perbedaan pemahaman dapat diminimalkan.

Anjar menegaskan, langkah ini merupakan bentuk inovasi serta upaya preventif agar proses pengajuan bantuan keuangan desa ke tingkat yang lebih tinggi dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan akuntabel.

“Kami berharap dengan mekanisme ini, pengajuan ke depan bisa lebih cepat dan tidak terkendala secara administrasi,” pungkasnya.


**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

BREAKING NEWS "Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur"
Geger! Seorang Pria di Jelekong Kabupaten Bandung Tewas Bersimbah Darah, Diduga Terbakar Api Cemburu
Keluhan Pelanggan Meningkat, Layanan PDAM Tirta Raharja Jadi Sorotan di Ciparay
Ridwan Ginanjar Serukan Pemuda Jawa Barat Ambil Peran Solusi Berbasis Komunitas di 2026
Sketsa Gaya 'Gaya Skater Santai dan Nyaman' Vol.3
Industri Makanan dan Minuman Pertahankan Produksi Pemerintah Dorong Inovasi Kemasan Alternatif
Satpol PP Kabupaten Bandung dan Sejumlah Pihak Tertibkan Bangli Di Wilayah Margahayu
DPP Partai Cinta Negeri Deklarasikan Samsuri sebagai Calon Presiden RI 2029
Sketsa Gaya 'Distinguished Look Elegan Sesuai Usia' Vol.2
Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas Nasional Pemerintah
Percepatan Indonesia Financial Center Tarik Investasi Global
Kemenpora Dukung Upaya Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Kartini di Era Digital Menjaga Nilai Tata Krama di Tengah Kemajuan Zaman
Gizi Kuat, Bangsa Hebat: Nurhadi Gaungkan Program Makan Gratis di Kediri
Borobudur Sebagai Living Heritage dalam Kirab Pusaka Nusantara
Perpaduan Bumbu Kuning dan Pedas dalam Tradisi Masak Woku
Ikan Bakar dan Dabu-Dabu Kombinasi Utama Kuliner Pesisir Sulawesi Utara
Menakar Keamanan Sistem Verifikasi Mandiri di Area Publik dan Hunian
UU PDP dan Dilema Keamanan Akses Gedung
Job Fair Bandung Bedas Expo 2026 Diserbu Pencari Kerja, Lebih dari 1.200 Lowongan Tersedia