Pariwisata Jadi Harapan PAD, Komisi B Perkuat Fungsi Pengawasan

Senin, 23 Mar 2026 11:14
    Bagikan  
Pariwisata Jadi Harapan PAD, Komisi B Perkuat Fungsi Pengawasan
Istimewa

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Faizal Radi Sukma

NARASINETWORK.COM -  KAB. BANDUNG

– Harapan besar terhadap sektor pariwisata sebagai mesin pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2026 justru diwarnai tanda tanya. Pasalnya, Komisi B DPRD Kabupaten Bandung mengakui belum memiliki program spesifik yang benar-benar menyasar sektor tersebut.


Ketua Komisi B, Faisal Radi Sukma, secara terbuka menyebut bahwa pihaknya tidak berfokus pada program teknis, melainkan hanya menjalankan fungsi pengawasan terhadap dinas terkait.


“Untuk tahun 2026 memang tidak secara spesifik ada program penanaman modal yang menjadi fokus utama. Kami di Komisi B lebih kepada fungsi pengawasan, karena urusan teknis ada di dinas terkait,” ujarnya, dikonfirmasi Senin (23/3/2026). 


Pernyataan ini memunculkan kekhawatiran, mengingat sektor pariwisata selama ini digadang-gadang sebagai salah satu sumber potensial peningkatan PAD. Namun, tanpa arah program yang jelas, potensi tersebut dinilai bisa kembali tidak tergarap maksimal.


Faisal menegaskan, pengawasan yang dilakukan Komisi B meliputi evaluasi laporan dinas, rapat kerja, hingga peninjauan langsung ke lapangan. Meski begitu, ia mengakui bahwa dorongan untuk optimalisasi sektor pariwisata masih perlu diperkuat.


“Ke depan, kami mendorong agar sektor pariwisata bisa dikelola lebih optimal dan benar-benar berkontribusi terhadap PAD, dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” tambah legislator muda dari Partai Demokrat tersebut.


Namun di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa sejumlah aspek penting seperti perizinan bukan menjadi ranah Komisi B.


“Itu ada di PBG dan masuknya ke Komisi C, termasuk DPMPTSP. Kalau sudah berizin, otomatis masuk ke PAD,” jelasnya.


Hal ini justru memperlihatkan adanya fragmentasi kewenangan antar komisi dan dinas, yang berpotensi memperlambat akselerasi sektor pariwisata itu sendiri.


Lebih lanjut, Faisal juga menyinggung keberadaan satuan tugas (satgas) lintas dinas yang sebelumnya dibentuk untuk mendukung percepatan investasi dan pengelolaan sektor terkait. Namun, ia mengakui kinerja satgas tersebut belum maksimal.


“Kalau tidak salah dulu sempat dibuat satgas dari beberapa dinas, tapi memang masih kurang agresif pihak-pihaknya,” ungkapnya.


Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah sektor pariwisata benar-benar menjadi prioritas, atau hanya sekadar wacana tanpa eksekusi nyata?


Tanpa langkah konkret, bukan tidak mungkin potensi besar pariwisata hanya akan terus menjadi “janji tahunan” tanpa dampak signifikan bagi peningkatan PAD Kabupaten Bandung.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Satpol PP Kabupaten Bandung Gaspol Tertibkan Reklame, Uwais Qorni: Ini Kebijakan Pemerintah Berlanjut
Ketua KPID Jabar: Disrupsi Teknologi dan Informasi Jadi Ancaman Mental Psikologis Generasi Muda
Belajar dan Bertumbuh Bersama Yard Cermin Jiwa yang Tak Bersuara
The Evolution and Philosophy of The Dark Horse
Review Film Narasinetwork The Legend of 1900 (1998) Eksistensi Bakat Musik Otodidak
The Burbs Kembali dalam Format Serial Televisi di Bawah Naungan Fuzzy Door Productions
Sketsa Gaya Rancangan Busana Tegas dan Berkarakter Vol.5
KTT ASEAN Presiden Prabowo Tegaskan Pangan Sebagai Penentu Kedaulatan Negara
Menjelang Iduladha 1447 H Kementan Perketat Pengawasan Penyakit Zoonosis dan Keamanan Pangan
Persib Berhasil Bungkam Persija di Segiri, Maung Bandung Makin Kokoh di Puncak
Big Match Panas! Persija vs Persib Sore Ini, Duel Gengsi yang Bikin Deg-degan
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek Dorong Perbaikan Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi Desa
Giliran Warga Desa Sukowetan Trenggalek yang Mendapat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis
Warga Ciparay Dihebohkan Oleh Penemuan Seorang Wanita Muda yang Meninggal Dunia di Kontrakan
Ketua HIPMI Kabupaten Bandung Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Dugaan Penipuan Investasi Rp3 Miliar
Program MBG Jadi Investasi Jangka Panjang Bangun Generasi Unggul Hingga Perkuat Ekonomi Desa
Edhie Baskoro Bicara Tentang Pentingnya Program MBG untuk Membangun Masa Depan Bangsa
Pelayanan KRL Normal Kembali Jejak Duka Masih Terasa di Bekasi Timur
Sketsa Gaya 'Rancangan Busana Inklusif dan Bertekstur' Vol.4
Wabup Ali Syakieb Audiensi dengan Wamenpora Taufik Hidayat, Ini yang Dibahas