NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berhasil mengangkut dan membersihkan lebih dari 80 ton sampah campuran dalam kegiatan Operasi Bersih (Opsih) yang dilaksanakan di kawasan Pasar Baleendah, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam mengatasi penumpukan sampah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat dan pelaku usaha di kawasan pasar tersebut.
Dalam pelaksanaannya, DLH Kabupaten Bandung mengerahkan satu unit alat berat jenis loader serta empat unit truk tronton dengan kapasitas masing-masing sekitar 20 ton. Seluruh proses pemuatan dan pengangkutan sampah dilakukan secara intensif dengan pengawasan langsung dari jajaran UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah III.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tim menemukan bahwa potensi timbulan sampah yang berasal dari aktivitas perdagangan di Pasar Baleendah diperkirakan mencapai lebih dari 80 ton. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah berkelanjutan dalam pengelolaan sampah agar permasalahan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Sampah hasil pembersihan kemudian diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Sarimukti dengan memanfaatkan alokasi kuota reguler milik DLH Kabupaten Bandung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penanganan sampah berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan dampak lingkungan lanjutan.
Kadis LH Kabupaten Bandung Ruli Hadiana melalui Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah III Rana Sutrisna menyampaikan bahwa, tidak hanya berfokus pada pembersihan, kegiatan Opsih juga menghasilkan komitmen bersama antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), serta para pedagang dan Himpunan Pedagang Pasar Baleendah.
Mereka sepakat untuk menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik secara berkelanjutan guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Indag berencana melakukan perluasan dan perbaikan fasilitas TPS3R di kawasan pasar.
"Selain itu, pengoperasian mesin biodigester juga akan dimaksimalkan sebagai sarana pengolahan sampah organik yang diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah secara signifikan," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Operasi pembersihan mendapat dukungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang turut melakukan pengamanan dan pemantauan lokasi selama dua hari penuh.
Pengawasan lanjutan juga akan dilakukan bersama pihak terkait untuk memastikan tidak terjadi kembali penumpukan sampah serta meningkatkan kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha terhadap aturan pengelolaan sampah yang berlaku.
**
