Banjir di Ciparay Kabupaten Bandung, Fasilitas Umum dan Rumah Warga Terendam Hingga Roboh

Jumat, 31 Oct 2025 22:36
    Bagikan  
Banjir di Ciparay Kabupaten Bandung, Fasilitas Umum dan Rumah Warga Terendam Hingga Roboh
Istimewa

Lapangan sepakbola Barujati yang terendam banjir

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ciparay sejak Jumat sore (31/10/2025) menyebabkan banjir besar melanda sejumlah desa. Air meluap dan merendam pemukiman warga, fasilitas umum, hingga area olahraga.


Dari pantauan di lapangan, banjir paling parah terjadi di Desa Bumiwangi dan Desa Pakutandang. Sejumlah rumah warga di kedua wilayah tersebut terendam air dengan ketinggian mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa.

Fasilitas umum seperti GOR Desa Bumiwangi, lapangan sepak bola Barujati di Desa Pakutandang, serta sebuah mushola juga turut terdampak genangan air. Aktivitas warga pun terhenti, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Bandung, Forkopimcam dan aparat desa, serta relawan masih melakukan penanganan darurat serta pendataan jumlah rumah terdampak.


“Anggota sudah meluncur Ciparay dan pananjung Cangkuang," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab. Bandung, Benny Sonjaya.

Sementara itu, Camat Ciparay Anjar Lugiana menyebut bahwa hampir semua wilayah Ciparay dilanda bencana banjir.

"Hampir semua wilayah Ciparay, salah satunya Desa Pakutandang dan Desa Ciparay lebih parah banjir nya," ucapnya.

"Ada rumah rusak tertimpa pohon, rumah rusak angin kencang, rumah banjir dan lumpur serta  longsor," tambahnya. 


Hal yang sama disampaikan Ketua RW 04 Desa Sagaracipta, Ence Hermawan, terdapat sejumlah rumah dan satu mushola warga setempat turut menjadi korban banjir.

"Tadi usai hujan cukup deras disertai angin kencang, tempat tinggal yang berdekatan kantor UPTD Balai Benih Ikan terendam banjir, air meluap dari kolam ikan, sementara penampungan air tidak maksimal, jadi air sampai ke pemukiman," katanya.

"Ya selain kerumah warga, di Mushola Al Mian juga sama terendam, bahkan keramik-keramik nya terangkat, disini baru kejadian pertama kali banjir seperti ini," terangnya.


Hingga berita ini dimuat, belum ada konfirmasi total berapa banyak rumah dan fasilitas umum yang terdampak dari bencana banjir ini.

Warga dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG masih menunjukkan intensitas hujan tinggi di wilayah selatan Bandung hingga akhir pekan.


**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lomba Melukis Bung Karno dan Megawati Meriahkan Bung Karno Festival 2026 di Tugu Proklamasi Jakarta
Mahakarya Randai 4 "Bujang Sambilan" Hidupkan Legenda Danau Maninjau Di Taman Ismail Marzuki Jakarta
Kemenpora RI Apresiasi MCGJWC 2026 Dukung Pembinaan Atlet Golf Junior Internasional
Pameran Tunggal Andri Wintarso di Perpusnas Tampilkan Lebih dari 40 Karya Bertema Art Therapy
Kupang–Dili Perjalanan Darat Menembus Perbatasan Motaain dan Batugade
Dili 2026 Menata Perekonomian di Tengah Integrasi ASEAN
Hidangan Khas Malam Satu Suro dan Jejak Tradisi Tahun Baru Jawa
Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan
Indonesia-Qatar Siapkan Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Garuda Muda U-12 dan U-14 Wakili Indonesia pada AFC Vietnam Hanoi International 2026
RSUD Majalaya Menggelar Review Standar Pelayanan Lama dan Sosialisasi Standar Pelayanan Baru Bedah Saraf
Kopaja dalam Lintasan Sejarah Transportasi Jakarta
Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial
Menjaga Nyala di Balik Kedaton Transisi Kebudayaan Ternate di Tangan Sultan ke-49
Apakah Aman Makan Telur Setiap Hari?
Peran Media Partner Dorong Keberhasilan Penyelenggaraan IMLF-4
Ananda Sukarlan Padukan Musik Portugal dan Tanah Airku untuk Film Dokumenter Rainha Boki Raja
PP TUNAS Mengatur Akses Digital Anak Demi Keamanan dan Pertumbuhan