Pasar Kombongan Jakarta Pusat Dibuka Hadirkan Layanan Pembayaran Digital

Rabu, 7 Jan 2026 22:49
    Bagikan  
Pasar Kombongan Jakarta Pusat Dibuka Hadirkan Layanan Pembayaran Digital
Istimewa

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mendampingi Gubernur DKI Pramono Anung meresmikan Pasar Kombongan di Kemayoran pada Selasa (6/1/2026).

NARASINETWORK.COM - Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara peresmian Pasar Kombongan yang berlokasi di Jalan Bungur Besar Gang XVII, RT 001/RW 01 Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, pada Selasa kemarin (6/1/2026).

Pasar Kombongan memiliki luas total 2.664 meter persegi dengan struktur bangunan dua lantai. Lantai atas diperuntukkan bagi 71 kios, sedangkan lantai bawah menyediakan 50 los untuk para pedagang.

Gubernur Pramono Anung menjelaskan bahwa pasar ini telah menerapkan sistem transaksi pembayaran digital melalui QRIS, yang dirancang untuk memudahkan aktivitas berbelanja, mempercepat proses transaksi, serta menjamin keamanan bagi semua pihak.

"Di pasar ini, pembayaran untuk kebutuhan belanja sudah dapat dilakukan menggunakan QRIS. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya kejahatan, serta lebih praktis untuk dibawa ke mana saja tanpa khawatir kehilangan atau dicopet. Hal ini juga akan mempermudah pembeli untuk berbelanja dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Selain itu, Gubernur mengimbau seluruh pedagang untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan pasar. Kebersihan yang terjaga diharapkan dapat membuat pengunjung merasa senang dan betah beraktivitas berbelanja di pasar tersebut.

Di sisi lain, Gubernur juga menyampaikan permintaan kepada Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat untuk segera menangani persoalan terkait akses jalan menuju pasar.

"Saya meminta Bapak Wali Kota bekerja sama dengan PD Pasar Jaya untuk mengatasi permasalahan akses jalan bagi kendaraan bermotor yang ingin menuju pasar. Terdapat jalur kereta api di sekitar lokasi yang tidak dapat kita ganggu, sehingga langkah yang dapat dilakukan adalah membuka dan memperbaiki akses yang ada agar saudara-saudara pembeli dapat datang ke pasar dengan lebih mudah," jelas Pramono Anung.

Ia menegaskan keyakinannya bahwa dengan terbukanya akses yang lebih baik, akan tercipta proses interaksi yang tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antar masyarakat. Hal ini diharapkan dapat membuat semua kegiatan di sekitar pasar berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi para pedagang maupun pembeli.

 

 

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Bea Cukai Tegaskan Penumpukan Kontainer Wuling Bukan Masalah Kepabeanan
Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas KLH/BPLH pada 2027
Yenny Wahid Apresiasi Dukungan Presiden terhadap Pelatnas Jangka Panjang
Mandiri Jogja Marathon 2026 Catat Rekor 10.200 Peserta dari 17 Negara
Pemandian Air Panas Cibolang Akan Bersolek, Begini Penjelasan Pengelola
Lomba Melukis Bung Karno dan Megawati Meriahkan Bung Karno Festival 2026 di Tugu Proklamasi Jakarta
Mahakarya Randai 4 "Bujang Sambilan" Hidupkan Legenda Danau Maninjau Di Taman Ismail Marzuki Jakarta
Kemenpora RI Apresiasi MCGJWC 2026 Dukung Pembinaan Atlet Golf Junior Internasional
Pameran Tunggal Andri Wintarso di Perpusnas Tampilkan Lebih dari 40 Karya Bertema Art Therapy
Kupang–Dili Perjalanan Darat Menembus Perbatasan Motaain dan Batugade
Dili 2026 Menata Perekonomian di Tengah Integrasi ASEAN
Hidangan Khas Malam Satu Suro dan Jejak Tradisi Tahun Baru Jawa
Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan
Indonesia-Qatar Siapkan Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Garuda Muda U-12 dan U-14 Wakili Indonesia pada AFC Vietnam Hanoi International 2026
RSUD Majalaya Menggelar Review Standar Pelayanan Lama dan Sosialisasi Standar Pelayanan Baru Bedah Saraf
Kopaja dalam Lintasan Sejarah Transportasi Jakarta
Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial