Bambu Indonesia Potensi Besar dalam Industri Furnitur yang Ramah Lingkungan

Jumat, 21 Nov 2025 22:12
    Bagikan  
Bambu Indonesia Potensi Besar dalam Industri Furnitur yang Ramah Lingkungan
Istimewa

Indonesia berupaya mengembangkan industri furnitur bambu untuk memenuhi permintaan global yang meningkat akan produk ramah lingkungan.

NARASINETWORK.COM - Indonesia, dengan kekayaan lebih dari 125 jenis bambu yang tumbuh di berbagai wilayah, memiliki potensi besar dalam industri furnitur. Sebagai negara dengan sumber bahan baku bambu terbesar ketiga di dunia, Indonesia berupaya mengoptimalkan pemanfaatan bambu yang selama ini masih mengandalkan teknik tradisional. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif mendorong penguatan industri hilir bambu sebagai bahan baku furnitur yang berorientasi pada ekonomi hijau dan sirkular.

Pengembangan bambu telah menjadi program lintas kementerian sejak 2022, tertuang dalam Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Bambu Terintegrasi Hulu–Hilir. Menindaklanjuti hal ini, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Kemenperin sedang menyusun roadmap Pengembangan Ekosistem Industri Bambu Terintegrasi. "Peta jalan ini meliputi penguatan agroforestry pascapanen, pembentukan sentra bambu, pendirian Bamboo Academy, hingga pembentukan pusat logistik bambu untuk memastikan pasokan bahan baku yang lebih terstruktur dan efisien," jelas Menperin Agus.

Bambu memiliki sejumlah keunggulan sebagai alternatif kayu dalam industri furnitur. Selain harga yang terjangkau, bambu memiliki karakter yang kuat, lentur, dan mudah dibentuk. "Untuk wilayah rawan gempa, bambu sangat direkomendasikan sebagai bahan konstruksi karena sifatnya yang lebih tahan guncangan," tambahnya. Bambu juga berpotensi besar menggantikan kayu karena sifatnya yang ramah lingkungan dan siklus produksi yang berkelanjutan.

Dengan perkembangan teknologi dan desain, produk berbasis bambu kini tampil lebih modern dengan variasi material dan teknik olahan. Inovasi seperti teknologi bamboo laminated memungkinkan bambu diolah menjadi papan dengan karakteristik mirip kayu, menghasilkan furnitur dan produk dekorasi berkualitas tinggi dengan tampilan kontemporer.

"Tren ini sejalan dengan minat industri pariwisata terhadap konsep bangunan ramah lingkungan," ujar Menperin. Di Bali, banyak resor wisata mengadopsi konsep eco-resort dengan memanfaatkan bambu sebagai material utama bangunan, furnitur, dekorasi, hingga perlengkapan bagi tamu.

Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan bahwa konsumen dunia semakin mengutamakan produk berkelanjutan. Riset Grand View Research memproyeksikan pasar furnitur ramah lingkungan akan meningkat dari USD43,26 miliar pada 2022 menjadi USD83,76 miliar pada 2030.

Sementara Market.us memprediksi pasar global produk berbasis bambu akan tumbuh dari USD74 miliar pada 2024 menjadi USD118,3 miliar pada 2034. "Pertumbuhan pasar ini menandai pergeseran tren yang memberi peluang besar bagi bambu untuk menggantikan kayu, terutama karena siklus panennya lebih cepat dan produksinya tidak terkait dengan isu deforestasi," kata Reni.

Pengembangan industri pengolahan bambu di Indonesia perlu memperhatikan tantangan seperti ketersediaan bahan baku berkualitas industri yang masih terbatas, serta teknologi permesinan yang masih sederhana. Keterampilan sumber daya manusia dalam membuat, merancang, dan mengembangkan produk baru juga perlu ditingkatkan.

"Pengetahuan mengenai diversifikasi produk dan tren desain global perlu diperluas agar industri bambu Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara yang lebih maju, seperti China, yang telah memiliki ekosistem bambu modern dan terintegrasi," ungkapnya.

Aspek pengolahan pascapanen menjadi penting karena proses ini menentukan kualitas bahan baku sebelum diolah menjadi produk akhir. Saat ini, banyak proses pengolahan pascapanen masih dilakukan secara otodidak sehingga kualitasnya tidak konsisten. Untuk itu, Ditjen IKMA bekerja sama dengan Yayasan Pengrajin Bambu Indonesia (YPBI) untuk meningkatkan kualitas produksi melalui berbagai program pelatihan.

Dalam kerja sama ini, Ditjen IKMA memberikan pelatihan teknis bagi sepuluh perajin di bawah naungan YPBI, termasuk pelatihan pengoperasian mesin, teknik pengolahan pascapanen, serta peningkatan keterampilan membuat produk baru. Pelatihan berlangsung di Kabupaten Bogor pada 20–23 Oktober 2025. Ditjen IKMA juga memberikan fasilitasi berupa mesin potong, mesin pembelah dan perajang, mesin press laminasi, serta mesin planner yang dilengkapi pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Plt. Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Yedi Sabaryadi menambahkan bahwa penggunaan mesin-mesin tersebut telah meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi perajin. Setelah menerima fasilitasi, YPBI telah memperoleh beberapa pesanan dalam jumlah besar seperti aplikasi plafon interior anyaman bambu untuk Employee Centre PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, pembuatan produk cangkir dan botol minum bekerja sama dengan Sentra Bambu Bangli, serta pembuatan anyaman untuk rumah di kawasan Puncak Paseban Bogor.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Premier League Rilis Lini Masa Musim Baru Pascapiala Dunia 2026
Komunitas Salihara Gelar Pameran ke-18 Goenawan Mohamad Teks, Gambar, Kitab
Sederet Teror Pocong yang Bikin Heboh Warga Masyarakat Indonesia, Apa Maksudnya?
Cetak Rekor Tiga Kali Beruntun Persib Bandung Raih Gelar Juara Hattrick Liga Nasional
Persib Juara Liga Ribuan Pendukung Padati Kawasan Tugu Kujang Bogor Hingga Jalur Penghubung
Mengatur Posisi dan Jenis Bantal Mencegah Cedera Tulang Belakang Saat Tidur
Pengalaman Magang Human Resources Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya di Perusahaan Nasional
Pemerintah Siapkan Stimulus Fiskal dan Pajak Impor Guna Redam Pelemahan Kurs Rupiah
Satupena dan Polda Sumbar Bersama Jaga Alam Lewat Penanaman Pohon IMLF-4
Hutan Tarik dan Kepemimpinan Adipati Pertama Tuban "Ronggolawe"
Pelayanan RSUD Majalaya Tuai Apresiasi dari Keluarga hingga Pasien, Begini Katanya
Monumen Makam Mayor Jenderal Johan Jacob Perie di Batavia
Hilirisasi Inovasi Sains Dukung Program MBG Berkelanjutan di Semarang
Menilik Kemewahan dan Fasilitas Bisnis Premium di Vasa Hotel Surabaya
Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi Jakarta Tetap Sah Jadi Ibu Kota Negara
Orbit Bulan Perlahan Menjauh Kecepatan Rotasi Bumi Terdeteksi Melambat
Pasar Elektronik China Mengetat Samsung Resmi Tarik Lini Produk Rumah Tangga
Mengasah Kompetensi Psikologi di Akademi Militer:  Pengalaman Magang Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
Destinasi Makan Siang Pengisi Tenaga di Sisi Jalur Rel
POMINDO Ekspansi Gila-Gilaan, Tembus 251 Depo di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke