PMI Manufaktur Indonesia Turun Tipis pada Agustus 2026, Kemenperin Dorong Penguatan Industri dan Ekspor

Rabu, 2 Sep 2026 04:42
    Bagikan  
PMI Manufaktur Indonesia Turun Tipis pada Agustus 2026, Kemenperin Dorong Penguatan Industri dan Ekspor
Istimewa

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief menyampaikan keterangan mengenai perkembangan PMI Manufaktur Indonesia.

NARASINETWORK.COMJAKARTA, Kinerja industri manufaktur nasional pada Agustus 2026 masih relatif stabil meski Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global turun tipis menjadi 49,8 dari 50,2 pada Juli 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi penyesuaian produksi dan efisiensi tenaga kerja akibat persaingan pasar domestik yang ketat. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai sejumlah indikator, seperti kenaikan permintaan baru dan membaiknya keyakinan pelaku usaha, menunjukkan peluang pemulihan sektor manufaktur pada bulan berikutnya.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan pergerakan PMI pada Agustus belum menunjukkan perubahan besar. Meskipun kembali berada sedikit di bawah level 50, permintaan baru mulai meningkat setelah mengalami penurunan selama dua bulan sebelumnya.

“PMI manufaktur pada Agustus memang kembali berada sedikit di bawah level 50. Namun, ada peningkatan tipis pada permintaan baru dan kepercayaan bisnis yang terus membaik. Ini menunjukkan bahwa pelaku industri masih melihat prospek pasar yang cukup baik ke depan,” ujar Febri di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Laporan S&P Global mencatat permintaan baru meningkat tipis untuk pertama kalinya selama tiga bulan. Optimisme pelaku industri juga terus naik dan mencapai level tertinggi selama tujuh bulan. Pelaku usaha yang menjadi responden survei memperkirakan permintaan akan lebih kuat dan kondisi pasar tetap stabil selama 12 bulan mendatang.

Menurut Febri, membaiknya keyakinan pelaku usaha dapat membantu industri mempertahankan kegiatan produksi sekaligus memanfaatkan peluang pasar. Pemerintah akan menjaga kebijakan industri dan iklim usaha agar mampu mendukung peningkatan daya saing manufaktur nasional.

Salah satu peluang pasar yang sedang disiapkan pemerintah berasal dari Uni Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian tersebut diarahkan untuk memperluas akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa serta meningkatkan kemampuan bersaing produk nasional.

IEU-CEPA berpotensi membuka akses yang lebih luas bagi berbagai produk manufaktur Indonesia, antara lain tekstil dan pakaian jadi, alas kaki, elektronik, produk kayu dan olahannya, serta produk industri lainnya. Pemerintah juga menyiapkan pelaku usaha agar mampu memenuhi standar, ketentuan perdagangan, serta preferensi konsumen di kawasan tersebut.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Sri Bimo Pratomo, mengatakan penurunan tarif masuk dan penyelarasan standar kualitas dapat membantu produk ekspor Indonesia bersaing dengan produk dari negara lain.

“Kita memanfaatkan penurunan tarif masuk dan penyelarasan standar kualitas agar produk ekspor nasional mampu bersaing ketat dengan kompetitor dari negara lain di Eropa,” kata Bimo.

Bimo menambahkan, Kemenperin siap memberikan pendampingan terkait standar lingkungan dan sertifikasi ESG bagi pelaku industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT). Langkah tersebut ditujukan agar produk manufaktur nasional mampu memenuhi ketentuan pasar Eropa.

Selain memperluas pasar ekspor, pemerintah tetap menerapkan kebijakan Pertimbangan Teknis (pertek) untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar dan kapasitas industri nasional. Kebijakan tersebut dinilai perlu untuk mengantisipasi tekanan terhadap permintaan produk yang dihasilkan industri domestik.

“Pada prinsipnya, Kemenperin menjaga keseimbangan antara supply dan demand. Karena itu, instrumen pertek tetap dibutuhkan untuk mengantisipasi tekanan terhadap permintaan produk industri dalam negeri,” ujar Febri.

Ia menjelaskan, apabila kebutuhan suatu produk mencapai 100 unit, sedangkan industri nasional baru mampu memasok 80 unit, kekurangan 20 unit dapat dipenuhi melalui impor. Namun, volume impor tetap perlu dikendalikan agar pasokan dari luar negeri tidak melebihi kebutuhan pasar domestik.

“Kalau seandainya nanti impor yang masuk bukan 20, tetapi dibebaskan terus masuk 100, jadi 120, pasar domestik kan jadi banjir,” kata Febri.

Kemenperin menyatakan akan terus menjaga iklim usaha melalui kemudahan akses bahan baku, penguatan pemanfaatan produk dalam negeri (P3DN), perlindungan pasar domestik dari masuknya produk impor berharga murah, serta percepatan pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas (FTA), termasuk IEU-CEPA.

Febri optimistis PMI Manufaktur Indonesia dapat kembali ke zona ekspansif seiring meningkatnya permintaan baru, inflasi yang mereda, serta terbukanya akses pasar Eropa melalui IEU-CEPA.

“Dengan permintaan baru yang mulai berbalik arah menuju ekspansi, inflasi yang mereda, serta dibukanya akses pasar Eropa secara luas lewat IEU-CEPA, kami meyakini indeks PMI Manufaktur Indonesia akan kembali melaju pesat ke zona ekspansif pada bulan-bulan mendatang,” pungkas Febri.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Mentan Amran Realisasikan Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani di Karawang
MTQ Nasional ke-31 di Semarang Bahas Keilmuan Al-Qur’an dan Transformasi Dakwah di Era AI
PMI Manufaktur Indonesia Turun Tipis pada Agustus 2026, Kemenperin Dorong Penguatan Industri dan Ekspor
Gencarkan Penertiban Pajak, Bapenda Kabupaten Bandung Gelar Operasi Gabungan 3 Hari
KDS Dukung Raperda Pornografi, Edukasi dan Pendampingan Anak Harus Diperkuat
Kawal Perubahan APBD 2026, Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Anggaran Harus Bekerja untuk Rakyat
Tri Suhartanto ke Polresta Bandung, Rekam Jejaknya Penuh Lika-liku
Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak
Penelusuran Rokok Ilegal di Kabupaten Bandung Mulai Diungkap, Satpol PP Gandeng Bea Cukai
Program Pentahelix Dibentuk, Camat Ciparay Dorong Mitigasi Sejak Dini
Pentahelix Dibentuk, Kapolsek Ciparay Siap Dukung dan Kawal Program Pemerintah
Reses Ala Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Reni Rahayu Fauzi Bersama Konstituen
Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang
WOW! Ribuan ASN Pemkab Bandung Terindikasi Judi Online, Depo Sampai Miliaran Rupiah
Hari Ini Terakhir, Adira Experience Day Fasilitasi Test Drive hingga Promo Pembiayaan Berhadiah Kulkas 2 Pintu
Kebersamaan Makin Solid! Keseruan Gathering AxI Adira Finance Cabang Madiun