NARASINETWORK.COM - KAB..BANDUNG
-Mengantisipasi ancaman banjir yang berpotensi meningkat saat musim penghujan, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciparay bergerak cepat membentuk Tim Panitia Pentahelix Kecamatan Ciparay.
Pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Bandung KDS terkait upaya memperkuat mitigasi dan mengurangi risiko bencana banjir di wilayah Kabupaten Bandung.
Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (26/8/2026), dengan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Bandung H. Yayat Sumirat, S.H., Camat Ciparay Anjar Lugiyana, Kapolsek Ciparay AKP Sugiharto, Danramil Ciparay/2408 Kapten Inf. Deni Iman Firdaus, para kepala desa, serta sejumlah stakeholder terkait.
Kapolsek Ciparay AKP Sugiharto menegaskan bahwa pembentukan Tim Pentahelix merupakan langkah konkret untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, khususnya menjelang dan selama musim penghujan.
Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, sehingga pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.
“Kami dari Forkopimcam segera menindaklanjuti arahan Bapak Bupati Bandung dengan dukungan seluruh unsur yang ada,” ujar AKP Sugiharto.
Ia menekankan, keberadaan Tim Pentahelix diharapkan mampu menyatukan langkah antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
“Dalam pembentukan tim Pentahelix ini, lima unsur harus tetap dilibatkan. Harapan kami ke depan seluruh unsur dapat berjalan satu irama dan satu tujuan antara pemerintah dengan masyarakat,” katanya.
Langkah tersebut dinilai penting karena potensi bencana, khususnya banjir, membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat reaktif setelah kejadian, tetapi juga pencegahan sejak dini.
Dengan sinergi lintas sektor, berbagai persoalan yang berpotensi memperparah banjir diharapkan dapat diidentifikasi dan ditangani lebih awal.
Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Yayat Sumirat, menjelaskan bahwa Pentahelix merupakan pola kolaborasi yang melibatkan lima unsur utama dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Kelima unsur tersebut terdiri atas akademisi, pelaku usaha atau dunia bisnis, komunitas atau masyarakat, pemerintah, serta media.
Masing-masing unsur memiliki peran berbeda. Akademisi dapat memberikan data dan kajian, dunia usaha mendukung pembiayaan serta inovasi, komunitas menggerakkan masyarakat, pemerintah mengambil kebijakan, sedangkan media berperan dalam edukasi sekaligus menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Yayat menegaskan seluruh unsur tersebut harus benar-benar dilibatkan dalam pelaksanaan program Pentahelix di Kecamatan Ciparay.
Ia juga mengingatkan agar program tersebut tidak ditarik ke ranah politik.
“Pentahelix ini jangan dibawa-bawa ke ranah politik. Kita harus fokus pada kepentingan masyarakat dan bagaimana seluruh unsur dapat bersinergi,” tegasnya.
Ia mendorong keterlibatan perusahaan yang berada di Kabupaten Bandung agar ikut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan pencegahan dan penanganan banjir, terutama di sejumlah titik yang dinilai rawan.
“Adapun anggaran yang terbatas untuk titik-titik pekerjaan, insyaallah kami sebagai wakil rakyat akan mengajukan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung agar bisa ikut berpartisipasi,” pungkas Yayat.
**
