NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Camat Ciparay Anjar Lugiyana selaku penanggung jawab program Pentahelix menekankan pentingnya melakukan mitigasi sejak dini.
Menurutnya, penanganan bencana tidak semestinya baru dilakukan ketika banjir sudah terjadi. Upaya antisipasi harus dilakukan sebelum potensi bencana berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Anjar juga mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat budaya gotong royong, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Mitigasi harus dilakukan secara cerdas, dengan mengantisipasi sebelum bencana terjadi. Masyarakat harus mau bergotong royong demi keindahan, kesehatan, dan kebaikan masyarakat itu sendiri,” ujarnya, di Aula kecamatan Ciparay Rabu (26/8/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan program Pentahelix sangat bergantung pada kekompakan dan konsistensi seluruh unsur yang terlibat.
“Sekali lagi, semua unsur harus solid dan bersinergi. Insyaallah program ini dapat tercapai dengan baik meskipun dengan anggaran yang terbatas,” pungkasnya.
Pembentukan Tim Pentahelix Kecamatan Ciparay menjadi langkah awal untuk membangun sistem mitigasi bencana yang lebih terkoordinasi.
Tantangannya kini adalah memastikan kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pembentukan tim, tetapi benar-benar diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.
Dengan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas hingga media, upaya mencegah dan mengurangi risiko banjir di Kecamatan Ciparay diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan.
**
