Mentan Amran Realisasikan Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani di Karawang

Rabu, 2 Sep 2026 05:22
    Bagikan  
Mentan Amran Realisasikan Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani di Karawang
Istimewa

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merealisasikan bantuan combine harvester bagi buruh tani di Karawang. Bantuan tiba beberapa jam setelah janji disampaikan saat kunjungan kerja.

NARASINETWORK.COMKARAWANG, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada buruh tani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (31/8/2026), beberapa jam setelah menjanjikannya saat kunjungan kerja. Bantuan berupa combine harvester diberikan untuk mendukung kegiatan panen, sedangkan traktor kelompok tani yang hilang dicuri pada malam 17 Agustus dipastikan akan diganti.

Bantuan tersebut diberikan setelah Amran bertemu langsung dengan sejumlah buruh tani yang sedang bekerja di sawah. Ia berhenti di tengah perjalanan untuk berbincang dan menanyakan kondisi pekerjaan serta pendapatan mereka.

Dari pertemuan itu, Amran mengetahui sebagian buruh tani tidak memiliki lahan sendiri dan hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh ngarit atau tenaga panen. Kesempatan kerja yang terbatas membuat penghasilan mereka rendah.

Nah, ada juga tadi kami di tengah jalan temukan buruh ngarit. Itu dapat berapa? Hanya Rp30 ribu per hari, dan itu dua kali seminggu, maksimal tiga kali seminggu. Saudara-saudara kita itu tidak mendapatkan bantuan alat mesin pertanian karena tidak punya akses,” ujar Amran.

Kondisi tersebut mendorong Kementerian Pertanian mengubah aturan pemberian bantuan alsintan. Buruh tani yang tidak memiliki sawah kini dapat memperoleh akses terhadap alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas serta pendapatan.

Regulasi kami ubah. Sudah kami ubah, sudah kami tanda tangani. Prioritaskan alat mesin pertanian, pompa dan seterusnya kepada buruh tani yang tidak punya sawah supaya kesejahteraannya meningkat,” kata Amran.

Amran juga menyoroti pendapatan buruh tani yang bergantung pada pekerjaan harian. Dengan upah sekitar Rp30 ribu per hari dan kesempatan kerja dua kali dalam sepekan, penghasilan mereka dapat mencapai sekitar Rp240 ribu per bulan.

Bisa bayangkan pendapatannya Rp30 ribu, Rp60 ribu per minggu karena dua kali seminggu. Kalau Rp60 ribu per minggu, kalau satu bulan berarti Rp240 ribu. Bayangkan itu satu keluarga,” ujarnya.

Menurut Amran, alsintan tidak hanya digunakan sebagai alat produksi, tetapi juga dapat dikelola sebagai usaha bersama. Combine harvester yang diberikan dapat disewakan kepada petani sekitar sehingga menghasilkan pendapatan bagi kelompok buruh tani.

Ini nanti dipakai dan disewakan ke masyarakat. Bisa lima hektare, sepuluh hektare satu hari,” kata Amran.

Selain memberikan combine harvester, Amran memastikan traktor milik kelompok yang hilang akan diganti.

Kalau tidak dapat, digantikan. Hilang, sudah. Nanti kita ganti,” tegasnya.

Keputusan tersebut segera ditindaklanjuti jajaran Kementerian Pertanian. Beberapa jam setelah pernyataan Amran, alsintan tiba di lokasi dan diterima kelompok buruh tani Desa Tegal Sawah.

Julaiha, salah satu buruh tani setempat, menyambut bantuan tersebut. Ia mengatakan kepastian penggantian traktor yang hilang juga memberi kemudahan bagi kelompok untuk kembali bekerja.

Bapak tadi langsung datang combine, kemudian langsung juga mau mengganti alat tani saya yang hilang pas 17 Agustus malamnya. Insyaallah mau diganti,” ujar Julaiha.

Ia berharap penggunaan alsintan dapat mempercepat pekerjaan serta meningkatkan hasil usaha para buruh tani.

Mudah-mudahan dengan adanya alat jadi lebih produktif. Lebih semangat lagi buat kami di sini,” katanya.

Amran mengatakan pemberian alsintan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong peralihan pertanian tradisional menuju penggunaan teknologi modern yang dapat dirasakan masyarakat hingga daerah.

Atas arahan Bapak Presiden, bagaimana transformasi pertanian tradisional menuju modern dirasakan oleh rakyat kecil dan sampai ke pelosok. Kami turun tangan langsung. Tadi adalah simbolis. Kami mengecek langsung,” kata Amran.

Ia menegaskan buruh tani yang tidak memiliki lahan tetap dapat memperoleh bantuan alat pertanian.

Yang diprioritaskan yang tidak punya alat. Buruh tani boleh dapat traktor, boleh dapat combine,” ujarnya.

Amran meminta alat tersebut dikelola secara bersama dengan sistem bagi hasil sehingga manfaat ekonominya dapat diterima anggota kelompok.

Bagi hasil, bagi rata. Semua ikut. Jangan ada yang ditinggal,” katanya.

Menurut Amran, kebijakan tersebut ditujukan agar penggunaan teknologi pertanian tidak hanya dinikmati pemilik lahan, tetapi juga buruh yang bekerja pada sektor pertanian.

Kita mau ini pemerataan. Kita mau semua anak bangsa, khususnya sektor petani, merasakan kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Bagi kelompok buruh tani di Desa Tegal Sawah, combine harvester yang telah diterima dapat segera digunakan untuk kegiatan panen. Sementara itu, penggantian traktor yang hilang diharapkan membantu kelompok kembali menjalankan kegiatan usaha pertanian.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Mentan Amran Realisasikan Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani di Karawang
MTQ Nasional ke-31 di Semarang Bahas Keilmuan Al-Qur’an dan Transformasi Dakwah di Era AI
PMI Manufaktur Indonesia Turun Tipis pada Agustus 2026, Kemenperin Dorong Penguatan Industri dan Ekspor
Gencarkan Penertiban Pajak, Bapenda Kabupaten Bandung Gelar Operasi Gabungan 3 Hari
KDS Dukung Raperda Pornografi, Edukasi dan Pendampingan Anak Harus Diperkuat
Kawal Perubahan APBD 2026, Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Anggaran Harus Bekerja untuk Rakyat
Tri Suhartanto ke Polresta Bandung, Rekam Jejaknya Penuh Lika-liku
Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak
Penelusuran Rokok Ilegal di Kabupaten Bandung Mulai Diungkap, Satpol PP Gandeng Bea Cukai
Program Pentahelix Dibentuk, Camat Ciparay Dorong Mitigasi Sejak Dini
Pentahelix Dibentuk, Kapolsek Ciparay Siap Dukung dan Kawal Program Pemerintah
Reses Ala Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Reni Rahayu Fauzi Bersama Konstituen
Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang
WOW! Ribuan ASN Pemkab Bandung Terindikasi Judi Online, Depo Sampai Miliaran Rupiah
Hari Ini Terakhir, Adira Experience Day Fasilitasi Test Drive hingga Promo Pembiayaan Berhadiah Kulkas 2 Pintu
Kebersamaan Makin Solid! Keseruan Gathering AxI Adira Finance Cabang Madiun