Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak

Jumat, 28 Aug 2026 22:03
    Bagikan  
Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak
Dok.Pribadi

Perbaikan jalan di gang kampung jongor desa Serangmekar Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung RT 01 RW 15

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

-Kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan warga Kampung Jongor, Desa Serangmekar, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.


Seorang warga, Siti Sadiah (62), memilih turun tangan memperbaiki kondisi jalan gang di lingkungan tempat tinggalnya. Perbaikan tersebut dilakukan sejak pagi hingga sore hari, Jumat (28/8/2026).


Siti tidak sendiri. Ia merupakan istri dari Edi Supriyadi (68), seorang wartawan senior di Bandung. Keduanya diketahui memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar tempat tinggalnya.


Perbaikan gang tersebut dilakukan karena kondisi jalan yang mulai mengalami kerusakan dan dinilai membutuhkan perhatian. Dari kondisi di lapangan, permukaan gang terlihat tidak sepenuhnya rata dan terdapat sejumlah bagian yang mengalami kerusakan.


Mengapa Siti Memilih Memperbaiki Sendiri?


Langkah Siti menjadi menarik karena persoalan perbaikan infrastruktur lingkungan pada dasarnya bukan semata-mata harus dibebankan kepada masyarakat.


Pemerintah desa memiliki berbagai sumber pembiayaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dapat digunakan sesuai ketentuan dan skala prioritas.

Karena itu, ketika seorang warga memilih mengeluarkan tenaga maupun biaya sendiri untuk memperbaiki gang, muncul pertanyaan lebih luas: apakah kebutuhan warga sudah benar-benar terakomodasi dalam perencanaan pembangunan di tingkat desa?


Namun, keputusan Siti memperbaiki gang tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai bentuk kritik atau ketidakpercayaan terhadap pemerintah.


Bisa jadi keputusan itu lahir dari alasan yang jauh lebih sederhana, ia ingin jalan di depan rumah dan lingkungan sekitarnya segera bisa digunakan dengan lebih nyaman dan aman oleh warga.


Bagi warga, kerusakan kecil pada gang bisa menjadi persoalan sehari-hari. Jalan tersebut digunakan untuk berjalan kaki, mengakses rumah, membawa barang, maupun mobilitas kendaraan roda dua.

Ketika menunggu proses pengusulan dan penganggaran membutuhkan waktu, sebagian warga terkadang memilih melakukan perbaikan secara swadaya.


Di sinilah nilai kepedulian Siti menjadi penting.

Swadaya Warga Jangan Sampai Menggantikan Tanggung Jawab Pemerintah


Semangat gotong royong merupakan kekuatan sosial yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.


Akan tetapi, gotong royong warga seharusnya menjadi pelengkap pembangunan, bukan pengganti tanggung jawab pemerintah.


Jika setiap kerusakan fasilitas lingkungan harus diperbaiki menggunakan dana pribadi warga, maka perlu ada evaluasi mengenai bagaimana kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat dipetakan dan diprioritaskan.


Terlebih, masyarakat juga memiliki hak untuk mengetahui bagaimana anggaran pembangunan desa direncanakan dan digunakan.


Dalam konteks Kampung Jongor, aksi Siti justru dapat menjadi momentum bagi pemerintah desa dan pihak terkait untuk melihat kembali kondisi infrastruktur lingkungan secara langsung.


Sebab, apa yang dilakukannya sekadar memperbaiki permukaan jalan.


Ada pesan sosial yang lebih besar di baliknya: ketika warga masih mau bergotong royong memperbaiki lingkungannya, pemerintah juga dituntut memastikan pembangunan berjalan merata dan kebutuhan dasar masyarakat tidak terlewatkan.


Antara Kepedulian dan Pertanyaan tentang Anggaran


Apa yang dilakukan Siti memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu menunggu bantuan pemerintah.


Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka ruang evaluasi. Pemerintah setempat perlu memastikan bahwa program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat gang dan permukiman.


Sebab, bagi masyarakat, pembangunan bukan hanya berbicara mengenai proyek besar.

Jalan gang yang setiap hari mereka lewati juga merupakan bagian dari wajah pembangunan daerah.


Dan ketika seorang warga berusia 62 tahun memilih turun tangan memperbaikinya sendiri, pertanyaan yang patut diajukan bukan hanya “mengapa Siti mau memperbaiki jalan?”, tetapi juga “mengapa warga masih merasa perlu turun tangan sendiri untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur lingkungannya?”

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak
Penelusuran Rokok Ilegal di Kabupaten Bandung Mulai Diungkap, Satpol PP Gandeng Bea Cukai
Program Pentahelix Dibentuk, Camat Ciparay Dorong Mitigasi Sejak Dini
Pentahelix Dibentuk, Kapolsek Ciparay Siap Dukung dan Kawal Program Pemerintah
Reses Ala Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Reni Rahayu Fauzi Bersama Konstituen
Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang
WOW! Ribuan ASN Pemkab Bandung Terindikasi Judi Online, Depo Sampai Miliaran Rupiah
Hari Ini Terakhir, Adira Experience Day Fasilitasi Test Drive hingga Promo Pembiayaan Berhadiah Kulkas 2 Pintu
Kebersamaan Makin Solid! Keseruan Gathering AxI Adira Finance Cabang Madiun
Adira Finance Kembali Gelar Program HARCILNAS 2026 dengan Hadiah Pelunasan Cicilan, Begini Caranya
Reses di Ciparay: Warga Bicara, H. Asep Ikhsan Siap Kawal Aspirasi sampai Jadi Program Nyata
SATRIA 2026 IKIP Siliwangi: Pengenalan Kampus dengan Pendekatan Humanis dan Berbasis Karakter
Mau Hadiah Langsung Kulkas 2 Pintu? Yuk, Hadiri Adira Experience Day 2026, Catat Tanggalnya
855 Warga Binaan Rutan Kelas I Bandung Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Program Pentahelix Tetap Berjalan, Sungai Cisungalah Harus Ada Pelebaran
Erick Thohir Sampaikan Pesan Prabowo pada Hari Pramuka ke-65, Dorong Peran Pemuda Hadapi Tantangan Zaman