KIPK Mendorong Produktivitas dan Daya Saing IKM di Pasar Global

Senin, 10 Nov 2025 00:25
    Bagikan  
KIPK Mendorong Produktivitas dan Daya Saing IKM di Pasar Global
Istimewa

Kredit Industri Padat Karya (KIPK) adalah program pembiayaan dari pemerintah untuk mendukung Industri Kecil dan Menengah (IKM) di sektor padat karya.

NARASINETWORK.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memperluas jangkauan pembiayaan bagi pelaku industri dalam negeri, terutama Industri Kecil dan Menengah (IKM) di sektor padat karya.

Salah satu langkah strategisnya adalah program Kredit Industri Padat Karya (KIPK), sebuah inisiatif pembiayaan yang dirancang untuk mendukung pembaruan mesin, peningkatan hasil produksi, serta penguatan kompetensi industri nasional di pasar global.

Program KIPK adalah respons terhadap arahan Presiden untuk memperkuat sektor industri padat karya melalui deregulasi. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan kompetensi industri nasional, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta menarik lebih banyak investasi.

Sektor prioritas penerima KIPK meliputi industri makanan dan minuman, tekstil, pakaian jadi, kulit dan barang kulit, alas kaki, furnitur, dan mainan anak. Sektor-sektor ini dipilih karena potensinya dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi daerah.

Namun, tingkat pemanfaatan KIPK masih rendah karena kurangnya informasi dan akses bagi pelaku industri. Ini menjadi tantangan yang perlu diatasi agar IKM dapat memanfaatkan skema pembiayaan yang mudah dan terjangkau ini untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Program KIPK juga mendukung misi Asta Cita Pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, yang berfokus pada penguatan kompetensi industri nasional, penciptaan lapangan kerja, perluasan ekspor, dan percepatan transformasi menuju industri modern yang berkeadilan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menekankan pentingnya mempercepat implementasi program KIPK agar manfaatnya segera dirasakan oleh industri. Keberhasilan program ini bergantung pada regulasi, skema pembiayaan, sinergi antarinstansi, dan kecepatan pelaksanaan di lapangan. Perusahaan yang memenuhi syarat untuk mengajukan KIPK harus memiliki minimal 50 tenaga kerja dan memenuhi persyaratan administratif serta teknis yang ditetapkan.

Kemenperin mendorong percepatan pembiayaan KIPK melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM. Pemerintah daerah juga diajak aktif mendata industri potensial di wilayahnya serta memfasilitasi pendampingan teknis agar akses pembiayaan lebih inklusif. Selain itu, lembaga perbankan dan keuangan diharapkan mempercepat penilaian kelayakan dan memperluas layanan ke sentra industri padat karya di daerah.

Dengan peran Kemenperin sebagai enabler dan accelerator, program KIPK diharapkan berjalan efektif dan tepat sasaran. Kolaborasi erat antara semua pihak diyakini akan mempercepat transformasi industri nasional menuju industri yang lebih modern, produktif, dan kompetitif.

Penyerahan simbolis pembiayaan KIPK kepada tiga perusahaan industri calon debitur dari Bank Mandiri dan Bank BRI pada kegiatan sosialisasi adalah bukti komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan IKM melalui program pembiayaan yang inovatif.

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Reses Ala Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Reni Rahayu Fauzi Bersama Konstituen
Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang
WOW! Ribuan ASN Pemkab Bandung Terindikasi Judi Online, Depo Sampai Miliaran Rupiah
Hari Ini Terakhir, Adira Experience Day Fasilitasi Test Drive hingga Promo Pembiayaan Berhadiah Kulkas 2 Pintu
Kebersamaan Makin Solid! Keseruan Gathering AxI Adira Finance Cabang Madiun
Adira Finance Kembali Gelar Program HARCILNAS 2026 dengan Hadiah Pelunasan Cicilan, Begini Caranya
Reses di Ciparay: Warga Bicara, H. Asep Ikhsan Siap Kawal Aspirasi sampai Jadi Program Nyata
SATRIA 2026 IKIP Siliwangi: Pengenalan Kampus dengan Pendekatan Humanis dan Berbasis Karakter
Mau Hadiah Langsung Kulkas 2 Pintu? Yuk, Hadiri Adira Experience Day 2026, Catat Tanggalnya
855 Warga Binaan Rutan Kelas I Bandung Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Program Pentahelix Tetap Berjalan, Sungai Cisungalah Harus Ada Pelebaran
Erick Thohir Sampaikan Pesan Prabowo pada Hari Pramuka ke-65, Dorong Peran Pemuda Hadapi Tantangan Zaman
Pemerintah Percepat Penanganan Pascagempa di Sejumlah Wilayah NTT
Harga Emas Dunia dan Antam Proyeksi Harga, Faktor Penggerak, dan Strategi Pembelian
A Mother’s Final Embrace "Woman Found Holding Her Baby Beneath the Rubble After Flores Earthquake"
Urban Raga Tampilkan Eksperimen Tari dan Teks pada SIPFest 2026