Esensi Ramadan Dari Balik Dapur Sederhana

Kamis, 19 Feb 2026 19:07
    Bagikan  
Esensi Ramadan Dari Balik Dapur Sederhana
Istimewa

Esensi Ramadan yang dapat ditemukan dalam kesederhanaan hidangan yang disiapkan di dapur. Prinsip cukup dan tidak berlebihan ditekankan untuk menghindari pemborosan, mendukung ekonomi lokal, dan menumbuhkan rasa syukur serta kebersamaan.

NARASINETWORK.COM - Prinsip "Cukup dan Tidak Berlebihan" penting untuk dijunjung. Puasa mengajarkan rasa lapar dan menumbuhkan empati. Membeli atau membuat takjil berlebihan berisiko menyebabkan pemborosan. Karena itu, disarankan memilih satu jenis takjil saja: yang manis (buah atau kurma) atau yang hangat (gorengan atau rebusan). Utamakan bahan dari pasar terdekat untuk mendukung ekonomi lokal dan menjaga kesederhanaan.

Menu buka puasa sederhana dapat dirancang hemat waktu dan biaya, namun tetap bernutrisi. Sebagai pembuka, siapkan segelas air hangat dan tiga butir kurma. Jika tidak ada, pepaya atau pisang rebus bisa menjadi pengganti energi alami. Lauk utama dapat berupa tahu atau tempe bacem/goreng karena murah dan merupakan sumber protein nabati yang baik. Alternatif lain adalah telur ceplok kecap, cocok dengan nasi hangat dan mudah dibuat. Untuk sayuran, pilih sayur bening bayam atau kelapa yang menyegarkan dan kaya zat besi tanpa banyak minyak. Lalapan sambal korek dari cabai dan bawang putih yang disiram minyak panas dapat menambah selera makan.

Makna syukur dapat diwujudkan melalui cara penyajian dan konsumsi. Makan bersama keluarga dengan duduk bersila di atas tikar menciptakan suasana akrab. Nikmati setiap suapan perlahan, rasakan tekstur nasi dan cita rasa sayuran sebagai syukur atas rezeki. Berbagi adalah bagian penting dari ibadah Ramadan. Sisihkan sedikit masakan untuk tetangga terdekat.

Berikut beberapa tips menghindari pola konsumtif selama Ramadan. Pertama, jangan berbelanja takjil saat lapar. Beli bahan sebelum lapar dan masak satu jam sebelum berbuka agar pemilihan bahan tetap tepat. Kedua, manfaatkan sisa makanan buka puasa untuk sahur, dengan memperhatikan cara penyimpanan agar kualitasnya terjaga. Ketiga, lakukan persiapan awal seperti memotong sayuran di hari Minggu, agar memasak lebih cepat saat hari kerja dan mengurangi keinginan memesan makanan online.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Esensi Ramadan Dari Balik Dapur Sederhana
Anti Ribet dan Stylish Memilih Overall Denim Jeans untuk Anak Aktif
Standar Hidup di Media Sosial Antara Impian dan Tekanan Nyata
Algoritma Baru Media Sosial Fokus pada Kualitas dan Dampak Bukan Hanya Viralitas
Strategi Media Sosial 2026 Fokus pada Video, Otomatisasi, dan Pengalaman Pelanggan
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Mejayan Madiun Sebut Sebagai Investasi SDM Masa Depan
Sosialisasi Program MBG di Madiun, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Berpartisipasi
Imlek Festival 2026 Semarak Perayaan Imlek dengan Sentuhan Akulturasi Nusantara
Daihatsu National Skill Contest 2026 Wujud Komitmen Daihatsu dalam Pelayanan Terbaik
GAIKINDO Rilis Jadwal Pameran Otomotif 2026 Dari Kendaraan Komersial hingga Gaya Hidup
BBWI Travel Fair 2026 Momentum Kebangkitan Pariwisata Domestik dan Dukungan Produk Lokal
Ekspor Furnitur Indonesia Capai USD1,67 Miliar Pemerintah Diversifikasi Pasar Ekspor
Kemenkes Gandeng Teknologi Genomik untuk Efisiensi Anggaran Kesehatan
Status JKN Nonaktif Sementara Tak Jadi Alasan Penolakan Kemenkes Lindungi Hak Pasien
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pemerintah Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi di UI
Indonesia and Australia Collaborate on Climate-Resilient Transport Solutions
Ramadan 1447 H Momentum Refleksi dan Aksi Sosial untuk Kebangsaan
Pemerintah Umumkan 1 Ramadan 1447 H Dimulai pada 19 Februari 2026 Berdasarkan Sidang Isbat
Sosialisasi Program MBG di Desa Karangrejo, Anggota DPR RI Tekankan Pemerataan Gizi untuk Masa Depan
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Prambon, Tekankan Atasi Stunting dan Edukasi Pola Makan Sehat