NARASINETWORK.COM - Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi atas pencapaian produksi 1 juta unit kendaraan oleh PT TVS Motor Company Indonesia. Tonggak ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat struktur industri kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga nasional, sekaligus memperluas kapasitas ekspor dan penggunaan komponen lokal.
"Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung perekonomian nasional sepanjang tahun 2025. Sektor ini tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan porsi 19,07 persen.
Dari sisi pertumbuhan, kinerja industri pengolahan menunjukkan perkembangan stabil. Pada 2023, sektor ini tumbuh 4,64 persen, kemudian 4,43 persen pada 2024, dan meningkat menjadi 5,30 persen pada 2025.
"Momentum pertumbuhan ini perlu terus dijaga melalui penguatan struktur industri, peningkatan investasi, serta percepatan transformasi menuju industri yang lebih berdaya saing," ungkap Menperin.
Pencapaian TVS menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi industri otomotif nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. "PT TVS Motor Company Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat industri otomotif nasional melalui investasi, peningkatan ekspor, serta pemenuhan regulasi industri," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta dalam sambutannya pada acara Perayaan Produksi 1 Juta Unit PT TVS Motor Company Indonesia di Karawang, Rabu (18/2).
Kinerja positif industri nasional tidak terlepas dari kontribusi sektor otomotif, khususnya kendaraan roda dua yang memiliki resiliensi tinggi di tengah dinamika pasar domestik dan global.
"Pada tahun 2025, pasar domestik kendaraan roda dua mencatatkan penjualan lebih dari 6,4 juta unit, tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun 2024, serta didukung oleh ekspor sekitar 540 ribu unit CBU dengan nilai ekspor Rp 10,5 triliun," ujar Dirjen ILMATE.
PT TVS Motor Company Indonesia merupakan anak perusahaan dari TVS Motor Company India yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2007 melalui fasilitas manufaktur terintegrasi di Karawang. Sejak memulai produksi komersial, perusahaan ini telah merealisasikan investasi sebesar USD250 juta atau sekitar Rp4,12 triliun.
Perusahaan telah menyerap ratusan tenaga kerja langsung, serta memberikan dampak ekonomi bagi kurang lebih 8.000 tenaga kerja tidak langsung melalui jaringan distributor, pemasok, kontraktor, dan penyedia jasa beserta asosiasinya. TVS juga menjadi salah satu basis produksi global TVS di luar India dan Inggris.
Hingga awal 2026, TVS telah memproduksi lebih dari satu juta unit kendaraan roda dua dan roda tiga untuk pasar domestik dan ekspor. Produk TVS telah dipasarkan ke negara-negara di ASEAN, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika, menunjukkan daya saing industri otomotif Indonesia.
Setia menambahkan, TVS merupakan perusahaan yang konsisten memenuhi ketentuan regulasi industri, termasuk kewajiban pelaporan dan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). "Sejumlah produk TVS telah memenuhi persyaratan TKDN dan digunakan dalam program pengadaan pemerintah, baik di kementerian maupun pemerintah daerah," imbuhnya.
Salah satunya, PT TVS turut serta dalam Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan dan Perlengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui pengadaan 700 unit sepeda motor roda tiga dengan PT Agrinas.
"Capaian TKDN ini membuka peluang lebih besar bagi TVS untuk berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah, sejalan dengan amanat Perpres 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah," ujar Dirjen ILMATE.
Kemenperin menyatakan bahwa arah kebijakan industri manufaktur pada 2026 difokuskan untuk menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat struktur industri nasional. Penguatan nilai tambah lokal, pengembangan struktur industri, serta optimalisasi keterkaitan antarsektor menjadi fokus utama kebijakan.
TVS telah memulai produksi kendaraan listrik roda dua dan roda tiga, termasuk pembangunan lini produksi battery pack. Langkah ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional dan mendorong hilirisasi mineral kritis.
Dirjen ILMATE menyampaikan bahwa pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang pertumbuhan besar. "Momentum ini membuka peluang bagi pelaku industri untuk memperkuat kehadiran dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas kendaraan listrik produksi lokal," tuturnya.
Kemenperin berharap pencapaian produksi 1 juta unit ini menjadi pemicu bagi TVS untuk terus memperluas investasi, meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat ekspor, serta memperluas penggunaan komponen lokal.
