Mentan Andi Amran Sulaiman Pastikan Dukungan Maksimal untuk Petani Terdampak Bencana di Tiga Provinsi Sumatera

Kamis, 15 Jan 2026 08:21
    Bagikan  
Mentan Andi Amran Sulaiman Pastikan Dukungan Maksimal untuk Petani Terdampak Bencana di Tiga Provinsi Sumatera
Istimewa

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan seluruh jajaran Kementan terus mendampingi petani dan menangani pemulihan sektor pertanian pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak hari pertama kejadian.

NARASINETWORK.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) telah aktif sejak hari pertama hingga saat ini untuk mendampingi petani serta menangani pemulihan sektor pertanian pascabencana yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Mentan menyatakan, laporan terkait kondisi bencana diterima setiap hari dan segera dikoordinasikan untuk mengirimkan tim kerja ke lokasi terdampak, sehingga sektor pertanian tetap terjaga dan petani mendapatkan bantuan dengan segera.

Andi Amran menegaskan bahwa keselamatan petani dan kelangsungan produksi pangan menjadi prioritas utama Kementan. Oleh karena itu, jajaran teknis Kementan langsung melakukan pencatatan kondisi lahan yang terkena pengaruh, fasilitas produksi yang terpengaruh, serta efek bencana terhadap tanaman pangan dan komoditas hortikultura di wilayah yang dilanda banjir dan kejadian lainnya.

“Kami tidak menunggu lama. Begitu mendapat laporan dari daerah, tim langsung turun ke lapangan. Negara harus hadir saat petani menghadapi kesulitan,” tegas Mentan Amran saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Rabu, 13 Januari 2026.

Berdasarkan data per tanggal 13 Januari 2026, luas lahan sawah yang terdampak di ketiga provinsi mencapai 107.324 hektare. Rinciannya, sawah dengan kondisi ringan seluas 56.077 hektare, kondisi sedang 22.152 hektare, dan kondisi berat 29.095 hektare. Dari total luas tersebut, lahan yang ditanami padi dan jagung yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 44,6 ribu hektare.

Selain itu, lahan perkebunan non-sawit seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam terdampak seluas 29.310 hektare. Lahan untuk tanaman hortikultura yang terpengaruh mencapai 1.803 hektare, sementara jumlah ternak yang mati atau hilang tercatat lebih dari 820 ribu ekor.

Kementan juga mencatat kondisi infrastruktur pertanian yang terpengaruh, antara lain 58 unit Rumah Potong Hewan (RPH), 2.300 unit alat mesin pertanian (alsintan) yang hilang, 74 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang tidak dapat beroperasi normal, 3 bendungan yang terpengaruh, jaringan irigasi yang terganggu sepanjang 152 kilometer, serta 820 unit jalan produksi yang tidak dapat digunakan dengan lancar.

Sebagai bentuk tanggapan cepat, Kementan telah menyalurkan bantuan darurat berupa mesin pertanian untuk mempercepat proses pemulihan lahan pascabencana. Selain itu, Kementan juga menyiapkan serangkaian langkah untuk merehabilitasi lahan pertanian agar aktivitas penanaman dapat segera dimulai kembali.

Di Aceh, tim kerja Kementan melakukan koordinasi erat dengan pemerintah daerah, dinas pertanian daerah, serta kelompok tani untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Sementara di Sumatera Utara, Kementan fokus pada percepatan proses normalisasi lahan pertanian yang terdampak banjir agar tidak mengganggu musim tanam dan produksi pangan di wilayah tersebut.

Mentan Andi Amran juga menginstruksikan seluruh jajaran Kementan untuk bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, Tentara Nasional Indonesia/Polisi Republik Indonesia, serta relawan dalam penanganan bencana, termasuk dalam pengamanan stok pangan dan pemberian dukungan kepada petani.

Tindakan cepat ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk anggota parlemen dan pemerintah daerah, yang menyatakan bahwa kehadiran langsung Kementan memberikan harapan dan semangat bagi petani untuk bangkit kembali.

“Kami ingin memastikan petani tidak harus menghadapi tantangan ini sendirian. Dengan kerja cepat dan kolaborasi seluruh pihak, kami yakin sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan segera pulih,” tutup Mentan Amran.

 

 

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

P3DN Jadi Penggerak Pertumbuhan Industri Nasional dan Penguatan Ekonomi Indonesia
Pendapatan Negara Naik 21,4 Persen APBN Semester I 2026 Jaga Stabilitas Fiskal
Bapenda Kabupaten Bandung Hadir di Hari Anak Nasional, Warga Bisa Urus Pajak Kendaraan Sekaligus Nikmati Acara
Depo POMINDO Pertama di Purwakarta Resmi Beroperasi, Digagas Pengusaha Asal Kuningan
Persakabo Steps Up Preparations for the 5th National Amputee Football Championship
Wawancara Tokoh : Nuyang Jaimee "Sastra Menyuarakan Perlindungan Perempuan dan Anak"
Goa Garunggang Bogor Tawarkan Wisata Alam Unik dengan Formasi Bebatuan dan Labirin Alami
Ketua APPMBGI Jawa Barat Hadiri Audiensi dan Jajaki Kolaborasi dengan PT Migas Utama Jabar
Wawancara Tokoh : Budi Santoso "PSAI Bogor to Host 5th National Amputee Football Competition"
Anna Ruswan Latuconsina Gelar Diskusi Buku “Arung Jeram Pernikahan” Bahas Perlindungan Perempuan
PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”
TVRI Perluas Akses Penyiaran Lewat Uji Coba 5G Broadcast Tanpa Kuota Internet
Pengelolaan Informasi Digital Kemdiktisaintek Raih Penghargaan pada Ajang IDEAS 2026
Kemendikdasmen Gelar Bintang Sobat SMP 2026 Dorong Murid Jadi Penggerak Budaya Digital Positif
Wamenhaj Dorong Ormas Islam Kelola Bimbingan Haji dan Umrah untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar pada 2026
Digital Detox Jadi Pilihan Saat Informasi Terus Membanjiri Ruang Digital
Kemkomdigi Ajak Generasi Muda Kembangkan Satelit Buatan Indonesia
INNOPROM 2026 Jadi Momentum Industri Agro Indonesia Perluas Pasar ke Kawasan Eurasia