Kemenag Imbau Masjid Gelar Salat Gaib dan Jadi Pusat Solidaritas Bantuan Penyintas Banjir

Sabtu, 6 Dec 2025 19:52
    Bagikan  
Kemenag Imbau Masjid Gelar Salat Gaib dan Jadi Pusat Solidaritas Bantuan Penyintas Banjir
Istimewa

Kemenag mengimbau masjid di seluruh Indonesia menggelar salat gaib bagi warga muslim yang wafat akibat banjir di Sumatera, serta menjadikan masjid sebagai pusat solidaritas dan penyaluran bantuan.

NARASINETWORK.COM - Kementerian Agama (Kemenag) telah mengimbau masjid di seluruh Indonesia untuk menggelar salat gaib bagi warga muslim yang wafat akibat banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Selain itu, Kemenag juga mengajak warga menjadikan masjid sebagai pusat solidaritas dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.

Imbuan ini disampaikan sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat yang membutuhkan dukungan kolaboratif. Kemenag bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Forum Zakat (FOZ), dan Poroz telah menggalang dana hingga terhimpun Rp155 miliar. Saat ini, penyaluran donasi melalui Rekening Tanggap Darurat Kemenag juga masih terbuka, dengan total yang terkumpul mencapai Rp2,6 miliar.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa masjid memiliki posisi strategis dalam merespons situasi kemanusiaan, baik karena kedekatannya dengan masyarakat maupun fungsinya sebagai ruang berkumpul dan saling menguatkan. “Masjid adalah tempat masyarakat bernaung dan mencari kekuatan. Di saat seperti ini, masjid juga perlu menjadi ruang untuk saling menolong,” ujarnya di Jakarta, Jumat kemarin (5/12/2025).

Abu Rokhmad menyampaikan bahwa Kemenag telah mengimbau Kantor Wilayah, Kemenag kabupaten/kota, Kantor Urusan Agama (KUA), dan Dewan Kemakmuran Masjid di seluruh Indonesia untuk menggalang donasi tanggap darurat yang akan disalurkan kepada korban bencana. Ia menekankan bahwa penggalangan dana oleh masjid harus dilakukan secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan agar benar-benar memberi manfaat kepada warga yang membutuhkan. “Kami ingin penyaluran bantuan dilakukan secara terukur dan mengedepankan prinsip kemaslahatan,” jelasnya.

Kemenag mendorong takmir masjid untuk mengaktifkan jejaring relawan, membuka posko bantuan, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan. Sinergi lintas institusi ini diperlukan agar distribusi bantuan berjalan cepat, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat – mulai dari logistik pangan, pakaian, air bersih, hingga layanan kesehatan darurat.

Selain itu, Abu Rokhmad mengajak masjid memberi perhatian pada aspek spiritual dan psikososial warga terdampak, termasuk dengan menggelar doa bersama, pendampingan rohani, dan layanan penguatan batin bagi mereka yang berada di lokasi pengungsian. “Bencana bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga batin. Kehadiran masjid memberi energi ketenangan,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kemenag daerah untuk memantau aktivitas masjid dalam membantu warga, dan menyampaikan apresiasi kepada para takmir, relawan, dan komunitas yang telah bergerak cepat menunjukkan solidaritas nyata. “Semakin besar kolaborasi, semakin cepat masyarakat pulih,” kata Abu.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengungkapkan bahwa Ditjen Bimas Islam telah menyiapkan panduan operasional bagi masjid dalam penyelenggaraan layanan kemanusiaan. Panduan tersebut meliputi tata kelola posko, mekanisme penerimaan donasi, hingga prosedur distribusi bantuan agar tetap akuntabel dan sesuai regulasi.

Arsad juga mendorong masjid untuk melakukan pemetaan kebutuhan warga di lingkungan masing-masing, sehingga bantuan yang dikumpulkan dapat langsung menjawab kebutuhan paling mendesak. Ia menegaskan bahwa masjid tidak perlu besar untuk berperan. “Masjid kecil sekalipun bisa menjadi titik solidaritas,” katanya.

Di samping kebutuhan logistik, Kemenag meminta masjid menyediakan layanan informasi kebencanaan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan aparat setempat. Layanan ini penting agar warga memperoleh informasi valid mengenai kondisi banjir, potensi susulan, jalur evakuasi, dan langkah keselamatan. “Peran informasi sangat penting untuk menjaga keselamatan warga,” jelas Arsad – mengganti kata yang dilarang.

Arsad turut mengapresiasi para relawan masjid yang terlibat langsung dalam evakuasi, pengelolaan posko, dan distribusi bantuan. Ia berharap gerakan kepedulian berbasis masjid akan terus menguat sebagai bagian dari ekosistem kemanusiaan nasional. “Kita ingin masjid tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga rumah bersama di saat masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Sebagai standar operasional dan agar bantuan tersalurkan secara terpusat, Kemenag menetapkan mekanisme penyaluran donasi melalui Tim Tanggap Darurat yang dikelola oleh Biro Umum Sekretariat Jenderal.

Masyarakat dapat menyalurkan donasi melalui rekening resmi: 7121241697 (Bank Syariah Indonesia), atas nama TANGGAP DARURAT KEMENAG.

Kemenag mengajak seluruh jemaah, komunitas masjid, lembaga keagamaan, dan para dermawan untuk bersama-sama memperkuat solidaritas kemanusiaan. “Semoga setiap langkah kebaikan yang kita lakukan menjadi jalan kemudahan bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji,” tutup Arsad.

 

 

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

DPR RI Pastikan MBG Tak Pangkas Dana Pendidikan, Heru Tjahjono Angkat Bicara
Anggota DPR RI Heru Tjahjono Dorong Penguatan Rantai Pasok Lokal dalam Program MBG di Tulungagung
Estetik Islam dalam Seni Modern Diangkat dalam Acara di Bentara Budaya Jakarta
Perluas Penerima Manfaat, Program MBG Hadir di Desa Aryojeding Tulungagung
Hari Suci Magha Puja 2026 Rangkaian Kegiatan Keagamaan Berlangsung di Seluruh Vihara Indonesia
AI Keislaman Aiman dan Aisha Diluncurkan Disarankan Lengkapi dengan Rujukan Kitab dan Fatwa
Pemerintah Luncurkan Peraturan Implementasi PP TUNAS untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
Anggota DPR RI Pulung Agustanto Tekankan Peran Masyarakat Awasi Program MBG di Kediri
Arogansi Oknum KORMI Kab. Bandung di Acara Atlet Berprestasi, Lima Wartawan Dipersoalkan Identitasnya 
Film 'Yohanna' Angkat Isu Eksploitasi Pekerja Anak di Sumba Timur
Ridho Khaliq dan Sejarah Baru Aktor Down Syndrome di Perfilman Nasional
Aktivitas Ramadan Sebagai Media Pendidikan Kemandirian Anak
Teknologi Digital dan Lingkungan Hidup Pemerintah Dorong Inovasi di Sektor Engineering
Tantangan Global Tak Mengganggu Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026
Pemerintah dan MUI Bahas Kehalalan Produk dalam Perjanjian Dagang dengan Amerika Serikat
Langkah Pemerintah Menyusun Jadwal dan Pengaturan Pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri 2026
Dari PKB untuk Rakyat: Kang Cucun Hadirkan Ambulans Gratis di 31 Kecamatan
Antisipasi Kerawanan Ramadan, Satpol PP Kabupaten Bandung Turun Hingga Tingkat Desa
IANJO Art Installation Highlights Marginalised Stories of Ianfu Women
Perjanjian Perdagangan Energi dengan AS Tidak Perbesar Impor Nasional