Rabu Abu Tandai Dimulainya Masa Prapaskah bagi Umat Katolik

Rabu, 18 Feb 2026 18:52
    Bagikan  
Rabu Abu Tandai Dimulainya Masa Prapaskah bagi Umat Katolik
Istimewa

Umat Katolik memulai Masa Prapaskah dengan perayaan Rabu Abu, menandai 40 hari persiapan rohani menyambut Paskah. ASN Bimas Katolik mengikuti Ekaristi Rabu Abu, menerima abu sebagai simbol pertobatan.

NARASINETWORK.COM - Masa Prapaskah merupakan waktu bagi umat Katolik untuk bertobat dan bersiap menyambut kebangkitan Yesus Kristus pada Hari Paskah. Masa ini dimulai dengan Rabu Abu, sebagai tanda dimulainya perjalanan rohani selama kurang lebih 40 hari menuju Paskah.

Pada Rabu (18/2/2026) Aparatur Sipil Negara (ASN) Bimas Katolik mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu yang dipimpin oleh Romo Damasus Pantur. Perayaan ini diadakan dengan khidmat di Gedung Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin, lantai 12.

Dalam perayaan tersebut, para ASN Bimas Katolik menerima abu yang dioleskan sebagai tanda salib di dahi oleh pemimpin Ekaristi. Tanda ini melambangkan pertobatan dan kerendahan hati di hadapan Tuhan, sekaligus menandai dimulainya masa Prapaskah.

Selama masa Prapaskah, umat Katolik dan ASN Ditjen Bimas Katolik diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, melatih pengendalian diri dengan berpuasa, serta meningkatkan kasih kepada sesama melalui sedekah.

Dalam khotbahnya, Romo Damasus mengajak untuk memperbarui hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

"Bertobatlah. Hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan perlu diperbarui. Kita dipanggil untuk berdamai, saling memaafkan, dan membangun kembali hubungan yang rusak akibat dosa. Pertobatan yang sejati menunjukkan ketaatan kepada Allah," kata Romo Damasus.

Romo menekankan bahwa puasa, doa, dan sedekah harus dilakukan dengan tulus, bukan untuk mencari pengakuan. Nilai sebenarnya terletak pada ketulusan hati.

"Jangan berpuasa, berdoa, dan bersedekah hanya untuk dilihat orang lain. Lakukanlah dengan sungguh-sungguh, bukan untuk mencari pujian. Tuhan melihat ketulusan hati. Nilai yang sesungguhnya bukan dari penampilan luar, tetapi dari hati," jelas Romo, seraya menambahkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menyadarkan diri untuk lebih dekat dengan Tuhan.

"Sedekah tidak perlu diumumkan. Berikanlah dengan ikhlas. Sedekah bukan dinilai dari jumlahnya, tetapi dari ketulusan hati. Sedekah adalah cara untuk membebaskan diri dari sifat egois," pesan Romo.

Umat Katolik dan ASN Ditjen Bimas Katolik diingatkan untuk fokus pada hubungan dengan Tuhan melalui doa, mengembangkan pengendalian diri melalui puasa, serta mengasihi sesama melalui sedekah selama masa Prapaskah.

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Proyek Galian SPAM PDAM di Ciparay Dikeluhkan Warga dan Pedagang
Ali Syakieb Optimistis, Pemuda Kabupaten Bandung Bisa Jadi Motor Perubahan
Warga Kabupaten Bandung Perlu Tahu: Program Pinjaman Modal Bergulir Tanpa Bunga dan Jaminan Resmi Dihentikan
Srikandi DPC PKB Kab. Bandung Dorong Muscab Jadi Momentum Konsolidasi dan Lompatan Kursi
Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Bandung: Infrastruktur Jalan Hingga Ribuan Rutilahu Jadi Prioritas
Kang DS Paparkan LKPJ 2025, Kinerja Pembangunan Kabupaten Bandung Tunjukkan Tren Positif
Usai Puting Beliung di Pacet, BPBD Kabupaten Bandung: Ada 82 Jiwa dan 16 Rumah Rusak Terdampak
Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Pacet Kabupaten Bandung, Warga Panik Keluar Rumah
Penggunaan Tumbler Menjadi Pilihan Masyarakat Tekan Limbah Plastik
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia pada 84 Tahun
Penerapan Pola Hidup Ramah Lingkungan untuk Masa Depan
Mengenal Risiko Gaya Hidup Sedentari di Era Modern
Mengenal Pola Perilaku Maladaptif Anxious Avoidance dan Penanganannya secara Medis
Seogwipo Sambut Musim Semi Melalui Festival Jalan Santai dan Ragam Kuliner Lokal
Sentuhan Arsitektur Lokal dan Kenyamanan Modern di Mercure Resort Sanur
Garpu Restaurant Destinasi Kuliner Tepi Pantai di Karangasem Bali
Legian Beach Hotel Penginapan Bintang Empat di Bali dengan Lokasi Strategis
Pemuda KNPI Kabupaten Bandung Hangatkan Silaturahmi Lewat Halal Bihalal Penuh Kebersamaan
Sidak Usai Lebaran, Bupati Bandung Tekankan Optimalisasi PAD dan Kejelasan Aset Daerah
Festival Randai IMLF-4 Digelar di Bukittinggi Bakal Disaksikan 200 Lebih Delegasi dari Puluhan Negara