Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Uskup Asia 20–26 Juli 2026 Peserta Akan Kunjungi Terowongan Silaturahmi

Senin, 16 Mar 2026 21:07
    Bagikan  
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Uskup Asia 20–26 Juli 2026 Peserta Akan Kunjungi Terowongan Silaturahmi
Istimewa

Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Ketua KWI Antonius Subianto Bunjamin di Masjid Istiqlal pada 13 Maret 2026 untuk membahas penyelenggaraan pertemuan para uskup Asia pada 20–26 Juli 2026.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Antonius Subianto Bunjamin di Masjid Istiqlal, Jumat (13/3/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan para uskup Asia, yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Turut hadir sebagai pendamping adalah Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, Suparman, serta Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu.

Mgr. Antonius Subianto menjelaskan bahwa jadwal pertemuan para uskup Asia telah ditetapkan pada tanggal 20–26 Juli 2026. "Para peserta dijadwalkan tiba pada 20 Juli, kemudian acara pembukaan berlangsung pada 21 Juli dan penutupan pada 26 Juli di Gereja Katedral Jakarta," ujar Antonius.

“Perkiraan jumlah peserta mencapai sekitar 150 uskup dari berbagai negara di Asia. Selain itu, akan ada tamu perwakilan dari Afrika, Eropa, Amerika, Australia, dan Oseania,” lanjutnya.

Antonius menambahkan, setelah acara penutupan selesai, para peserta direncanakan mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

Menanggapi rencana penyelenggaraan pertemuan tersebut, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah terhadap pelaksanaannya di Indonesia.

“Kami menerima dan mendukung terlaksananya pertemuan ini. Kunjungan Paus Fransiskus pada tahun 2024 lalu ke Masjid Istiqlal telah memberikan nuansa positif bagi persaudaraan antarumat beragama,” kata Menag.

Menag juga menegaskan bahwa Kementerian Agama terus mendorong seluruh rumah ibadah, termasuk masjid dan gereja, untuk mengedepankan pesan perdamaian dalam setiap khotbah dan kegiatan keagamaan.

“Kami mendorong agar narasi yang disampaikan di rumah ibadah bersifat menyejukkan, mencerahkan, dan mencerdaskan, sekaligus menguatkan persatuan bangsa. Narasi tersebut tidak boleh mengandung ujaran kebencian maupun provokasi,” ujar Menag.

Pertemuan para uskup Asia diharapkan menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen Indonesia sebagai ruang perjumpaan yang damai bagi masyarakat dunia.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Apakah Aman Makan Telur Setiap Hari?
Peran Media Partner Dorong Keberhasilan Penyelenggaraan IMLF-4
Ananda Sukarlan Padukan Musik Portugal dan Tanah Airku untuk Film Dokumenter Rainha Boki Raja
PP TUNAS Mengatur Akses Digital Anak Demi Keamanan dan Pertumbuhan
Kisah Rainha Boki Raja Pemutaran Film dan Diskusi Sejarah di Galeri Nasional Indonesia
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Tingkatkan Kepatuhan Pajak
PCMB SPMB Jabar 2026 Diumumkan, Sistem Dikeluhkan Eror dan Sulit Diakses
DMDI Tiongkok Usulkan Aksara Jawi untuk Ikon Kota Bukittinggi
Kualitas Suara dan Kenyamanan Menjadi Alasan Walkman Sony Tetap Diminati
Pergeseran Teknologi Bawa Dampak pada Keberlangsungan Radio Konvensional
Piala Dunia 2026 Kunjungan Suporter Menurun Sektor Usaha Sesuaikan Target
Putri Bajrakitiyabha Berpulang Jejak Karier dan Peranannya di Dalam dan Luar Negeri
Peaceful Muharram 1448 H Rangkaian Kegiatan Ibadah dan Sosial di Mesjid Istiqlal
Satu Jam Tanpa Lampu Upaya Kurangi Emisi Karbon di Jakarta
Pembangunan di SMPN 1 Arjasari Kabupaten Bandung Disorot
Kunjungan Chit Ko Ko Oo Perkuat Silaturahmi dan Sebarkan Nilai Positif di MAN 2 Padang
Melestarikan Nilai Adat Perempuan Kei di Antara Tradisi dan Kehidupan Perkotaan
4 Pejabat Tinggi Pratama Baru Dilantik di Lingkungan Pemkab Bandung, Ini Kata KDS
Menstruasi dan Keterbatasan Ekonomi Tantangan yang Belum Sepenuhnya Terjawab
Inovasi dari Situasi Darurat Bagaimana Pembalut Sekali Pakai Mulai Dikenal Masyarakat