Kisah Rainha Boki Raja Pemutaran Film dan Diskusi Sejarah di Galeri Nasional Indonesia

Sabtu, 13 Jun 2026 20:00
    Bagikan  
Kisah Rainha Boki Raja Pemutaran Film dan Diskusi Sejarah di Galeri Nasional Indonesia
Nana Wiyono

Pemutaran film, diskusi, dan pembacaan puisi tentang Rainha Boki Raja, penguasa Ternate abad ke-16, diadakan Sabtu (13/6/2026) pukul 14.00–17.00 WIB di Galeri Nasional Indonesia.

NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Sejarah Maluku Utara mencatat keberadaan Kesultanan Ternate sebagai salah satu kerajaan maritim tertua dan terbesar di kawasan itu. Berdiri selama lebih dari 750 tahun, wilayah ini memiliki peran penting sejak masa lampau. Salah satu tokoh yang tercatat dalam sumber sejarah adalah Rainha Boki Raja, ratu yang memerintah pada abad ke-16. Namanya kembali diketahui masyarakat melalui karya prosa lirik yang ditulis oleh sastrawan Toeti Heraty, yang kemudian diangkat menjadi film dokumenter.

Film ini mengisahkan perjalanan hidup Rainha Boki Raja dalam menghadapi gejolak politik di Ternate dan Tidore saat masuknya pengaruh bangsa Eropa. Ia menghadapi tekanan dari pihak asing sekaligus pola pikir masyarakat yang saat itu masih memegang sistem kekuasaan yang didominasi laki-laki. Cerita ini menyajikan gambaran mengenai cara ia mempertahankan posisi dan kepentingan wilayahnya di tengah perubahan situasi zaman. Karya ini sempat masuk dalam nominasi Film Dokumenter Pendek Terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 2024.

Untuk lebih memperkenalkan karya tersebut kepada khalayak luas, diselenggarakan kegiatan pemutaran film dan diskusi dalam rangkaian pameran IWA#4: On The Map. Acara berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) pukul 14.00 hingga 17.00 WIB di Ruang Seminar, Galeri Nasional Indonesia.

Kegiatan seni budaya ini menghadirkan sejumlah pihak yang terlibat dalam pembuatan karya tersebut. Gembong Hardian bertindak sebagai direktur artistik, Linda Christanty sebagai penulis naskah, sedangkan Ananda Sukarlan menggarap latar musik. Sesi diskusi dipandu oleh Bagus Purwoadi selaku kurator pameran IWA#4. Ni Made Purnamasari membacakan puisi yang berkaitan dengan kisah Rainha Boki Raja. Bagian spesial dari acara tersebut adalah kehadiran sosok Sultan Hidayatullah Sjah (Sultan Hidayat M. Sjah, S.I.P., M.A.P.) yang dinobatkan sebagai Sultan Ternate ke-49.

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Apakah Aman Makan Telur Setiap Hari?
Peran Media Partner Dorong Keberhasilan Penyelenggaraan IMLF-4
PP TUNAS Mengatur Akses Digital Anak Demi Keamanan dan Pertumbuhan
Kisah Rainha Boki Raja Pemutaran Film dan Diskusi Sejarah di Galeri Nasional Indonesia
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Tingkatkan Kepatuhan Pajak
PCMB SPMB Jabar 2026 Diumumkan, Sistem Dikeluhkan Eror dan Sulit Diakses
DMDI Tiongkok Usulkan Aksara Jawi untuk Ikon Kota Bukittinggi
Kualitas Suara dan Kenyamanan Menjadi Alasan Walkman Sony Tetap Diminati
Pergeseran Teknologi Bawa Dampak pada Keberlangsungan Radio Konvensional
Piala Dunia 2026 Kunjungan Suporter Menurun Sektor Usaha Sesuaikan Target
Putri Bajrakitiyabha Berpulang Jejak Karier dan Peranannya di Dalam dan Luar Negeri
Peaceful Muharram 1448 H Rangkaian Kegiatan Ibadah dan Sosial di Mesjid Istiqlal
Satu Jam Tanpa Lampu Upaya Kurangi Emisi Karbon di Jakarta
Pembangunan di SMPN 1 Arjasari Kabupaten Bandung Disorot
Kunjungan Chit Ko Ko Oo Perkuat Silaturahmi dan Sebarkan Nilai Positif di MAN 2 Padang
Melestarikan Nilai Adat Perempuan Kei di Antara Tradisi dan Kehidupan Perkotaan
4 Pejabat Tinggi Pratama Baru Dilantik di Lingkungan Pemkab Bandung, Ini Kata KDS
Menstruasi dan Keterbatasan Ekonomi Tantangan yang Belum Sepenuhnya Terjawab
Inovasi dari Situasi Darurat Bagaimana Pembalut Sekali Pakai Mulai Dikenal Masyarakat
Musik sebagai Medium Pemikiran Menafsirkan Pergulatan Batin dalam Komposisi Yekeshish