NARASINETWORK.COM -Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar bersama mitra kerja di Balai Kelurahan Kepatihan, Tulungagung, Jawa Timur pada Kamis, (9/4). Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi IX, Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM, bersama sejumlah narasumber dan perwakilan pemerintah setempat serta ratusan masyarakat.
Dalam paparannya, Heru Tjahjono menegaskan bahwa program MBG kini tidak lagi berfokus pada siapa yang berhak menerima manfaat, melainkan bagaimana program ini mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat, khususnya dalam aspek pemberdayaan ekonomi lokal.
“Program makan bergizi gratis saat ini bukan lagi soal siapa penerima manfaatnya, tetapi bagaimana kita menciptakan perubahan besar. Bahan-bahan makanan seharusnya bisa dipenuhi oleh masyarakat sekitar, dengan koordinasi bersama satgas dan pemerintah setempat. Jadi tidak perlu lagi bergantung pada pasokan dari daerah lain,” ujar Heru.
Ia juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar dapat berperan dalam penyediaan bahan pangan maupun proses produksi makanan bergizi.
Menanggapi berbagai keluhan yang masih muncul terkait pelaksanaan program MBG, Heru mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan masukan sebagai bagian dari proses evaluasi.
“Program ini dirancang untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045. Karena itu, setiap kekurangan harus menjadi bahan evaluasi. Jika ada hal yang dirasa kurang tepat, silakan disampaikan melalui satgas. Justru dari situ program ini bisa terus diperbaiki agar benar-benar bermanfaat,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam mengawal dan menyukseskan program MBG. Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan kendala di lapangan, guna memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
