Warga Kabupaten Bandung Perlu Tahu: Program Pinjaman Modal Bergulir Tanpa Bunga dan Jaminan Resmi Dihentikan

Kamis, 2 Apr 2026 23:49
    Bagikan  
Warga Kabupaten Bandung Perlu Tahu: Program Pinjaman Modal Bergulir Tanpa Bunga dan Jaminan Resmi Dihentikan
Gustav VR

Pimpinan Divisi Umum BPR Kerta Raharja, Bayu Andriatna

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

-Kabar penting bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Program pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan yang selama ini menjadi andalan, resmi dihentikan sejak akhir tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Divisi Umum PT Bank Perekonomian Rakyat Kerta Raharja (BPR-KR), Bayu Andriatna, saat dikonfirmasi pada Rabu (1/4/2026) di kantornya.

Menurut Bayu, penghentian program tersebut memang sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Daerah (Perda). Program ini sebelumnya digagas langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, pada tahun 2023 sebagai upaya memperluas akses permodalan bagi masyarakat.

Program dana bergulir ini sejatinya tidak hanya bertujuan membantu permodalan usaha kecil, tetapi juga sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal, seperti praktik “bank emok” maupun pinjaman online yang kerap memberatkan.

“Program ini Alhamdulillah berjalan baik dan terserap langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Namun, dalam Perda-nya memang berakhir di tahun 2025,” ujarnya.

Program ini diketahui mendapat suntikan modal sebesar Rp50 miliar dari APBD Kabupaten Bandung. Dari total dana tersebut, realisasinya bahkan mencapai sekitar Rp97 miliar dan telah menjangkau kurang lebih 43 ribu rekening penerima manfaat.

Bayu menjelaskan, tingginya realisasi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau, sekaligus menjadi alternatif dari pinjaman tidak resmi yang berisiko.

Meski demikian, ia tidak menampik adanya kredit bermasalah dalam pelaksanaannya. Namun, hal itu dinilai sebagai sesuatu yang wajar dalam dunia perbankan.

“Dalam perkreditan, pasti ada yang macet. Itu hal biasa. Saat ini masih ada sekitar Rp6 miliar yang menjadi tanggung jawab BPR-KR. Tapi secara keseluruhan kondisi keuangan tetap aman, karena total dana di BPR-KR mencapai Rp500 miliar,” jelasnya.

Dalam proses penyaluran pinjaman, pihak BPR-KR menerapkan seleksi sederhana namun tetap terukur. Calon debitur harus memiliki usaha yang jelas dan dibuktikan dengan surat keterangan usaha dari desa.

“Tidak harus punya laporan keuangan lengkap seperti perusahaan besar. Cukup ada catatan sederhana modal, penjualan, dan hasil usaha. Pinjaman awal biasanya Rp2 juta, dan jika lancar bisa meningkat menjadi Rp5 juta,” tambahnya.

Terkait isu yang sempat mencuat mengenai salah satu komisaris BPR-KR, Bayu memastikan hal tersebut tidak berdampak terhadap operasional maupun kepercayaan nasabah.

“Semua tetap berjalan normal. Tidak ada gangguan baik secara internal maupun eksternal. Nasabah juga tetap percaya, dan kami tetap solid,” tegasnya.

Program dana bergulir ini sebelumnya juga mendapat perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai salah satu program unggulan dalam percepatan akses keuangan daerah. BPR-KR secara rutin melaporkan perkembangan program tersebut setiap triwulan, termasuk kegiatan literasi dan inklusi keuangan.

Ke depan, meski program tanpa bunga telah berakhir, BPR-KR tetap memiliki program pembiayaan lain yang bersifat permanen, seperti program MCR yang sudah berjalan sejak 2015.

“Program MCR ini menggunakan sistem agunan dan disesuaikan dengan kemampuan bayar. Plafon pinjaman minimal Rp5 juta,” pungkas Bayu.

Dengan berakhirnya program ini, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap tawaran pinjaman ilegal serta lebih bijak dalam memilih akses pembiayaan yang aman dan sesuai kebutuhan.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang
WOW! Ribuan ASN Pemkab Bandung Terindikasi Judi Online, Depo Sampai Miliaran Rupiah
Hari Ini Terakhir, Adira Experience Day Fasilitasi Test Drive hingga Promo Pembiayaan Berhadiah Kulkas 2 Pintu
Kebersamaan Makin Solid! Keseruan Gathering AxI Adira Finance Cabang Madiun
Adira Finance Kembali Gelar Program HARCILNAS 2026 dengan Hadiah Pelunasan Cicilan, Begini Caranya
Reses di Ciparay: Warga Bicara, H. Asep Ikhsan Siap Kawal Aspirasi sampai Jadi Program Nyata
SATRIA 2026 IKIP Siliwangi: Pengenalan Kampus dengan Pendekatan Humanis dan Berbasis Karakter
Mau Hadiah Langsung Kulkas 2 Pintu? Yuk, Hadiri Adira Experience Day 2026, Catat Tanggalnya
855 Warga Binaan Rutan Kelas I Bandung Terima Remisi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Program Pentahelix Tetap Berjalan, Sungai Cisungalah Harus Ada Pelebaran
Erick Thohir Sampaikan Pesan Prabowo pada Hari Pramuka ke-65, Dorong Peran Pemuda Hadapi Tantangan Zaman
Pemerintah Percepat Penanganan Pascagempa di Sejumlah Wilayah NTT
Harga Emas Dunia dan Antam Proyeksi Harga, Faktor Penggerak, dan Strategi Pembelian
A Mother’s Final Embrace "Woman Found Holding Her Baby Beneath the Rubble After Flores Earthquake"
Urban Raga Tampilkan Eksperimen Tari dan Teks pada SIPFest 2026
Pameran tunggal Ireng Halimun  “My Artistic Soul”, digelar di Koi Kemang, Jakarta, pada 11–31 Agustus 2026