Pemerintah Luncurkan Implementasi Perpres No. 115/2025 untuk Perkuat Tata Kelola Program MBG

Kamis, 4 Dec 2025 21:51
    Bagikan  
Pemerintah Luncurkan Implementasi Perpres No. 115/2025 untuk Perkuat Tata Kelola Program MBG
Istimewa

Pemerintah meluncurkan implementasi Perpres No. 115/2025 untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

NARASINETWORK.COM - Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dampaknya lebih merata dan optimal kepada masyarakat. Langkah strategis ini ditandai dengan lahirnya implementasi Peraturan Presiden (Perpres) No. 115/2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan pelaksanaan peraturan tersebut dalam Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri terkait Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG yang diadakan di Jakarta, Rabu kemarin (3/12/2025).

"Kami menyelesaikan rapat perdana atau kick off implementasi Perpres No. 115/2025 yang ditetapkan Presiden pada 17 November 2025, menyusul Keputusan Presiden sebelumnya yang menunjuk Menko Pangan sebagai Ketua Tim Koordinasi antar kementerian/lembaga," ujarnya.

Menurut Zulkifli, selanjutnya akan dilakukan serangkaian langkah untuk mewujudkan tata kelola yang lebih baik, salah satunya adalah sosialisasi secara masif baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal ini bertujuan memastikan seluruh pihak terkait memahami dengan jelas aturan dan mekanisme pelaksanaan program MBG yang baru.

Selain itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyatakan bahwa untuk memperkuat efektivitas layanan Badan Gizi Nasional (BGN), akan dilakukan penataan dan penambahan jumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) BGN berupa Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di daerah. "Penguatan kelembagaan KPPG merupakan isu yang perlu segera dilaksanakan, mengingat KPPG merupakan ujung tombak BGN dalam pelayanan dan distribusi MBG di daerah," jelas Rini.

Fungsi KPPG juga akan diperkuat sesuai amanat Perpres No. 115/2025, termasuk melaksanakan koordinasi dan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayah kerjanya. Rini menambahkan bahwa penguatan kelembagaan dan tata kelola program MBG ini perlu ditindaklanjuti dengan beberapa regulasi pendukung, antara lain:

Pertama, Peraturan Presiden mengenai Perubahan Perpres No. 83/2024 tentang Badan Gizi Nasional, yang berfungsi sebagai dasar perubahan organisasi BGN. Pembahasan regulasi ini telah selesai dan menunggu penetapan oleh Presiden.

Kedua, penetapan Peraturan BGN tentang organisasi dan tata kerja BGN beserta UPT-nya.

Ketiga, penyusunan proses bisnis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan MBG sebagai acuan baku pelaksanaan layanan.

Keempat, penetapan Proses Bisnis Tematik lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk pemenuhan gizi nasional.

Kelima, penetapan proses bisnis masing-masing instansi terkait sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Selain penguatan kelembagaan, Kementerian PANRB juga mendukung manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penyelenggaraan program MBG guna memastikan layanan berjalan efektif di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Dalam upaya transformasi digital, pemanfaatan data dan sistem informasi menjadi unsur kunci dalam perencanaan Program MBG. Perencanaan program tidak hanya mencakup penetapan sasaran, kebutuhan bahan baku, anggaran, kegiatan, dan jadwal pelaksanaan, tetapi juga harus berbasis data kependudukan dan geospasial yang terintegrasi. "Untuk itu, arsitektur digital MBG disusun dengan memanfaatkan himpunan data by name/by address dari berbagai kementerian dan lembaga," ungkap Rini.

Ke depan, pengelolaan bidang data dan sistem informasi juga diusulkan diperkuat dengan keterlibatan Kementerian PANRB, Kementerian Komunikasi dan Digital, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai bagian dari pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Satu Data Indonesia.

Dengan serangkaian langkah ini, pemerintah berharap Program MBG dapat lebih tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam upaya peningkatan status gizi nasional.

 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Tantangan Global Tak Mengganggu Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026
Pemerintah dan MUI Bahas Kehalalan Produk dalam Perjanjian Dagang dengan Amerika Serikat
Langkah Pemerintah Menyusun Jadwal dan Pengaturan Pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri 2026
Dari PKB untuk Rakyat: Kang Cucun Hadirkan Ambulans Gratis di 31 Kecamatan
Antisipasi Kerawanan Ramadan, Satpol PP Kabupaten Bandung Turun Hingga Tingkat Desa
IANJO Art Installation Highlights Marginalised Stories of Ianfu Women
Perjanjian Perdagangan Energi dengan AS Tidak Perbesar Impor Nasional
Penguatan Pendidikan dan Riset di Papua melalui Alih Aset BRIN
Makan Bergizi Gratis: Program Bekelanjutan untuk Tingkatkan Kualitas SDM Sejak Dini
Data Indonesia Jadi Incaran Pengembangan AI Pemerintah Siapkan Langkah Perlindungan
Teknologi Maggot Didorong Jadi Andalan Pengolahan Sampah Nasional
Pekerja Menjadi Kelompok Terbesar dalam Program BP Tapera pada 2025
Perkuat Budaya Komunikasi Efektif, RSUD Majalaya Terapkan Metode SBAR
Penetapan Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Jenderal TNI (Purn.) H. Try Sutrisno 
Momentum Nyepi dan Ramadan Sinergi Umat Hindu dalam Aksi Kemanusiaan
MBG: Langkah Nyata Pemerintah Wujudkan Ketahanan Gizi ke Anak Sejak Dini di Kabupaten Blitar
Kementerian Agama Siapkan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H dengan Prosedur Terbuka
Komisi IX DPR Sebut Pentingnya Intervensi Gizi Sejak Dini dalam Sosialisasi Makan Bergizi Gratis di Kediri
7 Fitur Unggulan Samsung Galaxy S26 Series untuk Efisiensi dan Kreasi
Kemenkes RI Luncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara 2025–2034 dalam Rangka Menurunkan Angka Kematian