Badan Gizi Nasional Dorong Penguatan Rantai Pasok Pangan Lewat Kegiatan PPM di Medan

Minggu, 19 Oct 2025 14:40
    Bagikan  
Badan Gizi Nasional Dorong Penguatan Rantai Pasok Pangan Lewat Kegiatan PPM di Medan
Dok. Tim MBG

Badan Gizi Nasional Dorong Penguatan Rantai Pasok Pangan Lewat Kegiatan PPM di Medan

NARASINETWORK.COM - Kegiatan Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (PPM) yang diselenggarakan Badan Gizi Nasional (BGN) di Medan menjadi ruang penting untuk membahas berbagai persoalan rantai pasok pangan yang berpengaruh langsung terhadap kesiapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam forum yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan daerah, BGN menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor untuk memastikan bahan pangan yang aman, bermutu, dan konsisten tersedia bagi masyarakat dan penyelenggara program. 

Badan Gizi Nasional menggelar kegiatan pelatihan di Kabupaten Asahan selama dua hari di Hotel Aryaduta Medan pada 16-17 Oktober 2025. Kegiatan pelatihan yang dilakukan BGN ini menjadi penting dalam mendukung kesuksesan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis
Pelatihan yang digelar BGN ini dihadiri langsung oleh Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat) Tengku Syahdana, Dinas Koperasi dan Umkm Provinsi Sumatera Utara, Mara Ongku Siregar, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Marino, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, Harry Setiawan, Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara, Hijrah Syahputra, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara, Iskandar Zulkarnaen Tarigan.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, menyampaikan bahwa penguatan rantai pasok tidak dapat berdiri sendiri tanpa sinergi aktor daerah. “Kita melihat bahwa tantangan distribusi di beberapa wilayah, termasuk terkait keterbatasan pemasok resmi, dapat berdampak langsung pada stabilitas harga dan kualitas bahan pangan. Karena itu, kegiatan PPM ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah agar rantai pasok pangan bisa berjalan lebih transparan dan efisien,” ujarnya. 
Dalam diskusi, para peserta menyoroti perlunya memastikan bahwa penyedia bahan pangan bekerja melalui jalur yang telah memenuhi standar, termasuk penggunaan Rumah Potong Unggas (RPU) berizin dan mempertahankan sertifikasi halal maupun Nomor Kontrol Veteriner. Pemenuhan standar tersebut dianggap sebagai fondasi penting untuk menjamin keamanan produk yang digunakan dalam layanan pangan masyarakat. 
Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa kondisi pasokan di beberapa daerah masih fluktuatif akibat faktor lingkungan dan distribusi regional. Ia menegaskan pentingnya meningkatkan kapasitas UMKM pangan lokal.
“UMKM kita harus memiliki kemampuan yang memadai, baik dari sisi pengolahan, higienitas, maupun legalitas usaha. Dengan begitu mereka dapat menjadi pemasok yang andal dan turut mendukung kelancaran program nasional,” kata perwakilan dinas tersebut. 
BGN juga menegaskan perlunya forum koordinasi terpadu antara yayasan, koperasi, dan pemerintah daerah untuk menyamakan kebijakan pengadaan. Forum semacam ini diharapkan dapat meminimalkan perbedaan kebijakan serta memastikan proses pengadaan berjalan akuntabel, terarah, dan mendukung prinsip keberlanjutan program. 
Melalui kegiatan PPM di Medan, BGN menegaskan komitmennya bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh penyediaan makanan, tetapi juga kesiapan rantai pasok yang kuat, adil, dan terstandarisasi. Dengan kolaborasi yang semakin solid, BGN meyakini bahwa berbagai tantangan dapat teratasi dan pelayanan pangan bagi masyarakat dapat berjalan lebih optimal. 



Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

“Sepak Bola Indonesia Menuju Era Baru Antara Kebangkitan Tim Nasional, Pembenahan Liga, dan Ujian Konsistensi"
Dewi Sri Dari Kisah Padi, Tradisi Agraris, hingga Ragam Seni Nusantara
"Jika Aku Terlahir sebagai Bayi yang Terbuang, Apakah Aku Tetap Berhak Merayakan Hari Anak Nasional 2026?"
P3DN Jadi Penggerak Pertumbuhan Industri Nasional dan Penguatan Ekonomi Indonesia
Pendapatan Negara Naik 21,4 Persen APBN Semester I 2026 Jaga Stabilitas Fiskal
Bapenda Kabupaten Bandung Hadir di Hari Anak Nasional, Warga Bisa Urus Pajak Kendaraan Sekaligus Nikmati Acara
Depo POMINDO Pertama di Purwakarta Resmi Beroperasi, Digagas Pengusaha Asal Kuningan
Persakabo Steps Up Preparations for the 5th National Amputee Football Championship
Wawancara Tokoh : Nuyang Jaimee "Sastra Menyuarakan Perlindungan Perempuan dan Anak"
Goa Garunggang Bogor Tawarkan Wisata Alam Unik dengan Formasi Bebatuan dan Labirin Alami
Ketua APPMBGI Jawa Barat Hadiri Audiensi dan Jajaki Kolaborasi dengan PT Migas Utama Jabar
Wawancara Tokoh : Budi Santoso "PSAI Bogor to Host 5th National Amputee Football Competition"
Anna Ruswan Latuconsina Gelar Diskusi Buku “Arung Jeram Pernikahan” Bahas Perlindungan Perempuan
PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”
TVRI Perluas Akses Penyiaran Lewat Uji Coba 5G Broadcast Tanpa Kuota Internet
Pengelolaan Informasi Digital Kemdiktisaintek Raih Penghargaan pada Ajang IDEAS 2026
Kemendikdasmen Gelar Bintang Sobat SMP 2026 Dorong Murid Jadi Penggerak Budaya Digital Positif
Wamenhaj Dorong Ormas Islam Kelola Bimbingan Haji dan Umrah untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar pada 2026