Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem

Senin, 15 Jun 2026 19:54
    Bagikan  
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Ilustrasi

Para orang tua siswa menggeruduk salah satu sekolah di Jabar

NARASINETWORK.COM -  BANDUNG

-Carut-marut pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat kembali menuai kritik. Ketua Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat, Dwi Soebawanto, mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang digunakan, termasuk dugaan pergantian aplikasi di tengah proses pelaksanaan yang dinilai menjadi salah satu penyebab berbagai permasalahan.

Menurut Dwi, persoalan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan gangguan teknis, tetapi juga menyangkut tata kelola dan pengambilan keputusan yang perlu ditelusuri secara mendalam.

"Jawa Barat memiliki banyak pakar teknologi informasi dari berbagai perguruan tinggi ternama. Sangat memalukan jika pelaksanaan SPMB justru tidak mampu berjalan dengan baik. Harus dilakukan investigasi siapa sebenarnya yang mengubah sistem atau aplikasi yang digunakan dalam proses penerimaan murid baru ini," ujarnya, saat dikonfirmasi Senin (15/6/2026). 

Dwi mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab atas perubahan sistem tersebut, apakah berasal dari kebijakan pemerintah daerah, dinas terkait, atau pihak ketiga sebagai pengelola aplikasi. Ia menilai seluruh proses perlu dibuka secara transparan kepada publik.

Fortusis bersama sejumlah pihak juga telah menyampaikan berbagai temuan dan keluhan kepada Ombudsman Republik Indonesia untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Menurutnya, jika ditemukan adanya maladministrasi maupun pelanggaran prosedur, maka harus ada sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

"Jangan sampai temuan-temuan hanya berhenti menjadi laporan. Harus ada punishment sesuai aturan. Selama ini banyak hasil pemeriksaan atau temuan yang tidak ditindaklanjuti secara serius," katanya.

Selain persoalan aplikasi, Dwi juga menyoroti keterlambatan sejumlah tahapan yang seharusnya telah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya.

Ia menilai proses pemetaan calon peserta didik yang semestinya dimulai sejak Maret tidak berjalan optimal hingga menjelang pelaksanaan SPMB pada Juni 2026.

Ia juga menegaskan bahwa konsep pemetaan minat siswa perlu dievaluasi. Pemetaan seharusnya berfokus pada pilihan dan minat lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, bukan justru membebani calon peserta didik dengan berbagai tahapan administrasi yang dianggap tidak relevan.

"Kita perlu melihat kembali apakah sistem pemetaan yang diterapkan sudah tepat atau justru menjadi sumber masalah baru. Minat siswa harus menjadi dasar utama dalam perencanaan daya tampung pendidikan," jelasnya.


Dwi yang juga sebagai Pendamping dan Advokasi Forum Pemerhati Pendidikan menyoroti sejumlah persyaratan yang dinilai berpotensi menyulitkan masyarakat, terutama bagi kelompok berkebutuhan khusus.

Menurutnya, kebijakan pendidikan harus mampu memberikan akses yang adil bagi seluruh peserta didik tanpa menambah beban administrasi yang tidak diperlukan.


Meski demikian, Dwi menegaskan bahwa Gubernur Jawa Barat pada prinsipnya hanya mempertegas pelaksanaan kebijakan yang ada. Oleh karena itu, ia meminta evaluasi dilakukan secara objektif terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SPMB, mulai dari penyusun regulasi, pelaksana teknis, hingga pengelola sistem teknologi informasi.

Pihaknya berharap masukan dan rekomendasi dari Ombudsman dapat menjadi dasar hukum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, sehingga pelaksanaan SPMB di masa mendatang dapat berlangsung transparan, akuntabel, dan tidak kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Yang paling penting sekarang adalah mengembalikan kepercayaan publik. Jangan sampai persoalan yang sama terus berulang setiap tahun dan merugikan hak pendidikan anak-anak Jawa Barat," pungkasnya.


**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial
Menjaga Nyala di Balik Kedaton Transisi Kebudayaan Ternate di Tangan Sultan ke-49
Apakah Aman Makan Telur Setiap Hari?
Peran Media Partner Dorong Keberhasilan Penyelenggaraan IMLF-4
Ananda Sukarlan Padukan Musik Portugal dan Tanah Airku untuk Film Dokumenter Rainha Boki Raja
PP TUNAS Mengatur Akses Digital Anak Demi Keamanan dan Pertumbuhan
Kisah Rainha Boki Raja Pemutaran Film dan Diskusi Sejarah di Galeri Nasional Indonesia
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Tingkatkan Kepatuhan Pajak
PCMB SPMB Jabar 2026 Diumumkan, Sistem Dikeluhkan Eror dan Sulit Diakses
DMDI Tiongkok Usulkan Aksara Jawi untuk Ikon Kota Bukittinggi
Kualitas Suara dan Kenyamanan Menjadi Alasan Walkman Sony Tetap Diminati
Pergeseran Teknologi Bawa Dampak pada Keberlangsungan Radio Konvensional
Piala Dunia 2026 Kunjungan Suporter Menurun Sektor Usaha Sesuaikan Target
Putri Bajrakitiyabha Berpulang Jejak Karier dan Peranannya di Dalam dan Luar Negeri
Peaceful Muharram 1448 H Rangkaian Kegiatan Ibadah dan Sosial di Mesjid Istiqlal
Satu Jam Tanpa Lampu Upaya Kurangi Emisi Karbon di Jakarta
Pembangunan di SMPN 1 Arjasari Kabupaten Bandung Disorot
Kunjungan Chit Ko Ko Oo Perkuat Silaturahmi dan Sebarkan Nilai Positif di MAN 2 Padang
Melestarikan Nilai Adat Perempuan Kei di Antara Tradisi dan Kehidupan Perkotaan