NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Insiden yang terjadi di lingkungan RSUD Majalaya mendadak menyedot perhatian publik dan memicu gelombang spekulasi liar di media sosial. Lokasi kejadian yang berada di area rumah sakit membuat sebagian masyarakat langsung mengaitkannya dengan kinerja internal RSUD Majalaya.
Namun anggapan tersebut ditepis tegas oleh manajemen. Wakil Direktur RSUD Majalaya, Agus Heri Juhari, S.Kep., M.AP, menegaskan bahwa pihak yang terlibat dalam insiden tersebut bukan pegawai rumah sakit, melainkan tenaga kerja outsourcing dari perusahaan penyedia jasa penunjang.
“Kami perlu meluruskan informasi yang berkembang. Kejadian itu tidak melibatkan pegawai RSUD Majalaya. Yang bersangkutan adalah petugas outsourcing dari pihak ketiga,” tegas Agus kepada awak media, Senin (5/1/2026).
Klarifikasi ini disampaikan menyusul derasnya asumsi publik yang berkembang tanpa dasar, seolah-olah insiden tersebut mencerminkan buruknya pengelolaan internal rumah sakit daerah tersebut.
Agus menjelaskan, secara administratif maupun teknis, RSUD Majalaya tidak memiliki kewenangan langsung terhadap tenaga outsourcing.
Tanggung jawab penuh terhadap perilaku dan pengawasan pekerja berada di bawah perusahaan penyedia jasa sesuai kontrak kerja yang disepakati.
“Karena kejadiannya berlangsung di area rumah sakit, muncul kesan seolah-olah ini persoalan internal kami. Padahal secara aturan, itu tidak tepat,” ujarnya.
Manajemen menilai, kesimpangsiuran informasi yang tidak disertai klarifikasi berimbang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan, padahal faktanya tidak ada kaitan langsung dengan sistem pelayanan medis RSUD Majalaya.
RSUD Majalaya pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum memperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang.
“Kepercayaan publik adalah aset penting. Kami tetap berkomitmen menjaga profesionalitas dan mutu layanan kepada masyarakat,” pungkas Agus.
**
