Insiden di RSUD Majalaya Picu Kegaduhan, Manajemen Tegaskan: Bukan Ulah Pegawai Rumah Sakit

Senin, 5 Jan 2026 16:01
    Bagikan  
Insiden di RSUD Majalaya Picu Kegaduhan, Manajemen Tegaskan: Bukan Ulah Pegawai Rumah Sakit
Istimewa

Manajemen RSUD Majalaya saat menggelar konferensi pers terkait adanya peristiwa seorang cleaning service rewas

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG 

-Insiden yang terjadi di lingkungan RSUD Majalaya mendadak menyedot perhatian publik dan memicu gelombang spekulasi liar di media sosial. Lokasi kejadian yang berada di area rumah sakit membuat sebagian masyarakat langsung mengaitkannya dengan kinerja internal RSUD Majalaya.

Namun anggapan tersebut ditepis tegas oleh manajemen. Wakil Direktur RSUD Majalaya, Agus Heri Juhari, S.Kep., M.AP, menegaskan bahwa pihak yang terlibat dalam insiden tersebut bukan pegawai rumah sakit, melainkan tenaga kerja outsourcing dari perusahaan penyedia jasa penunjang.

“Kami perlu meluruskan informasi yang berkembang. Kejadian itu tidak melibatkan pegawai RSUD Majalaya. Yang bersangkutan adalah petugas outsourcing dari pihak ketiga,” tegas Agus kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Klarifikasi ini disampaikan menyusul derasnya asumsi publik yang berkembang tanpa dasar, seolah-olah insiden tersebut mencerminkan buruknya pengelolaan internal rumah sakit daerah tersebut.

Agus menjelaskan, secara administratif maupun teknis, RSUD Majalaya tidak memiliki kewenangan langsung terhadap tenaga outsourcing.

Tanggung jawab penuh terhadap perilaku dan pengawasan pekerja berada di bawah perusahaan penyedia jasa sesuai kontrak kerja yang disepakati.

“Karena kejadiannya berlangsung di area rumah sakit, muncul kesan seolah-olah ini persoalan internal kami. Padahal secara aturan, itu tidak tepat,” ujarnya.

Manajemen menilai, kesimpangsiuran informasi yang tidak disertai klarifikasi berimbang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan, padahal faktanya tidak ada kaitan langsung dengan sistem pelayanan medis RSUD Majalaya.

RSUD Majalaya pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum memperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang.

“Kepercayaan publik adalah aset penting. Kami tetap berkomitmen menjaga profesionalitas dan mutu layanan kepada masyarakat,” pungkas Agus.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Program MBG di Kepatihan Tulungagung Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Harga Tahu Tempe Tetap Stabil Penyesuaian Hanya pada Volume
Pelantikan Dubes Andi Rahadian untuk Kesultanan Oman Merangkap Republik Yaman
Industri Kendaraan Niaga Menjadi Penopang Utama Sistem Logistik Nasional
Transformasi Birokrasi Kemenperin Optimalkan Layanan Lewat Digitalisasi
Kementerian Agama Terapkan WFH Setiap Jumat sebagai Bagian Modernisasi Budaya Kerja
Mengenal Koleksi Kundika Perunggu Dinasti Goryeo di Museum Nasional Korea
Sosialisasi MBG di Desa Bulupasar Kediri, Heru Tjahjono Ingatkan Pentingnya Nutrisi dan Pengasuhan Anak
SPKLU Baleendah Jadi Andalan Pemudik, Pengguna Mobil dan Motor Listrik Meningkat
Proyek Galian SPAM PDAM di Ciparay Dikeluhkan Warga dan Pedagang
Ali Syakieb Optimistis, Pemuda Kabupaten Bandung Bisa Jadi Motor Perubahan
Warga Kabupaten Bandung Perlu Tahu: Program Pinjaman Modal Bergulir Tanpa Bunga dan Jaminan Resmi Dihentikan
Srikandi DPC PKB Kab. Bandung Dorong Muscab Jadi Momentum Konsolidasi dan Lompatan Kursi
Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Bandung: Infrastruktur Jalan Hingga Ribuan Rutilahu Jadi Prioritas
Kang DS Paparkan LKPJ 2025, Kinerja Pembangunan Kabupaten Bandung Tunjukkan Tren Positif
Usai Puting Beliung di Pacet, BPBD Kabupaten Bandung: Ada 82 Jiwa dan 16 Rumah Rusak Terdampak
Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Pacet Kabupaten Bandung, Warga Panik Keluar Rumah
Penggunaan Tumbler Menjadi Pilihan Masyarakat Tekan Limbah Plastik
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia pada 84 Tahun
Penerapan Pola Hidup Ramah Lingkungan untuk Masa Depan