Komunitas Salihara dan ArtSociates Hadirkan Pameran Seni 'Imba Dari Abstraksi ke Abstrakisme'"

Jumat, 16 Jan 2026 20:51
    Bagikan  
Komunitas Salihara dan ArtSociates Hadirkan Pameran Seni 'Imba Dari Abstraksi ke Abstrakisme'"
Komunitas Salihara

Komunitas Salihara bekerja sama dengan ArtSociates menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk Imba: Dari Abstraksi ke Abstrakisme, dikuratori oleh Asikin Hasan. Pameran dibuka pada 16 Januari 2026 di Galeri Salihara.

NARASINETWORK.COM - Komunitas Salihara akan menyelenggarakan pameran seni rupa dengan tajuk "Imba: Dari Abstraksi ke Abstrakisme" untuk memulai tahun 2026. Kegiatan ini dilakukan kerja sama dengan ArtSociates dan dikuratori oleh Asikin Hasan.

Pameran akan menampilkan karya dari sejumlah seniman Indonesia yang berasal dari berbagai periode generasi, antara lain A.D. Pirous, G. Sidharta Soegijo, Mochtar Apin, Umi Dachlan, Gabriel Aries, Galih Adika Paripurna, Mujahidin Nurrahman, Fadjar Sidik, serta seniman lainnya. Pembukaan pameran pada hari Jumat (16/1/2026) pukul 18.00 WIB di Galeri Salihara, dan akan tetap terbuka untuk umum hingga 22 Februari 2026.

Asikin Hasan, yang juga menjabat sebagai Kurator Galeri Salihara, menjelaskan tujuan penyelenggaraan pameran ini. Ia menyatakan bahwa pameran bertujuan untuk melihat bagaimana para seniman merespons kondisi nyata dan menyajikan gagasan baru dari objek atau situasi yang mereka amati dalam bentuk kreasi visual, sehingga menghasilkan karya dengan elemen yang tidak terduga.

"Kondisi nyata tidak akan sama persis ketika dituangkan ke kanvas atau media lainnya. Proses pembuatan karya melibatkan penyaringan berbagai elemen dan pada saat yang sama menghasilkan unsur-unsur baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya," ujar Asikin Hasan.

Pameran menampilkan lebih dari 80 karya yang dibuat mulai tahun 1950-an hingga 2025, mencakup berbagai periode perkembangan seni di Indonesia. Sebagian besar karya berbentuk dua dimensi, sedangkan sebagian kecil menggunakan format tiga dimensi, dengan ciri khas bentuk-bentuk yang mengarah pada abstraksi. Perkembangan bentuk ini kemudian dipelajari dan diikuti oleh banyak orang, sehingga menjadi fenomena yang dikenal dengan nama abstrakisme.

Abstrakisme pertama kali masuk ke Indonesia salah satunya melalui Simon Admiraal dalam proses pendidikan seni rupa di Bandung. Pada masa perkembangannya, gaya abstraksi di Indonesia identik dengan pola kubistis dan geometris, serta dianggap sebagai bentuk inovasi oleh sejumlah seniman pada era 1950-an.

Pengaruh gaya ini terlihat jelas dalam perkembangan lingkungan akademis seni rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB), seperti yang tercermin dalam karya-karya A.D. Pirous, G. Sidharta Soegijo, Mochtar Apin, Umi Dachlan, Kaboel Suadi, Amrizal Salayan. Pengaruh ini juga diteruskan ke generasi berikutnya, antara lain Gabriel Aries, Galih Adika Paripurna, Mujahidin Nurrahman, yang karya-karyanya akan ditampilkan bersama karya Simon Admiraal dalam pameran ini.

Selain perkembangannya di lingkungan ITB, pameran juga akan menunjukkan bagaimana gaya abstraksi dan abstrakisme berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

"Perkembangan abstraksi dan abstrakisme tidak hanya terbatas pada lingkungan ITB. Gaya ini terus berkembang di berbagai tempat, seperti yang terlihat pada karya Aming Prayitno, Lian Sahar, Fadjar Sidik dengan karakteristik masing-masing. Bahkan, pada generasi baru muncul eksplorasi berdasarkan kajian terhadap material yang digunakan, seperti yang terlihat pada karya Henryette Louise dan Endang Lestari," tambah Asikin.

Pameran "Imba: Dari Abstraksi ke Abstrakisme" akan dibuka pada tanggal 16 Januari 2026 di Galeri Salihara mulai pukul 18.00 WIB. Pameran akan buka untuk dikunjungi setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 11.00 – 19.00 WIB hingga tanggal 22 Februari 2026. Pengunjung yang ingin berkunjung dapat membeli tiket melalui situs tiket.salihara.org dengan harga Rp25.000 untuk pelajar dan mahasiswa strata satu, serta Rp35.000 untuk umum.

Komunitas Salihara Arts Center merupakan institusi kesenian dan kebudayaan yang menyelenggarakan berbagai acara kesenian dari Indonesia dan luar negeri, baik dalam bentuk pertunjukan maupun kegiatan edukasi. Berlokasi di kawasan selatan Jakarta dan menyediakan ruang kreatif yang nyaman di tengah aktivitas perkotaan.

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Transcendental Lyrical Mysticism A New Philosophical Aesthetic in Literature Liauw Pauw Phing
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Hadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan Tokoh Lintas Agama
Wali Kota Padang Lepas Tim Safari Puisi Empat Negara Satupena Sumbar dan Sumbar Talenta
Safari Puisi Empat Negara Resmi Digelar Satupena Sumbar, Sumbar Talenta Perkenalkan Karya Sastra di Malaysia
Arif Onelegz "Rising Beyond Limits"
Registrasi SIM Biometrik Hadirkan Bilik Khusus Pengguna Berhijab, Komdigi Pastikan Privasi Pelanggan Terjaga
Polresta Bandung Bongkar Jaringan Narkoba, Ada 105 Kasus Dalam Waktu Dua Bulan
Empat Dekade Bersastra Suriali Andi Kustomo Menata Langkah Baru Seni Kota Tegal
Satpol PP Kabupaten Bandung Perkuat Keamanan Komplek Pemerintahan
Hanna Sania dan Nurhayati dari RBC Sampaikan Pesan pada Aksi Unjuk Rasa, Unjuk Karya di TIM Melalui Puisi
narasinetwork.com Football Lab #01 "Membaca Tekanan Tinggi dan Serangan Efektif Indonesia atas Kamboja"
Hattrick Mitchell Baker Antar Timnas Indonesia Bungkam Kamboja 5-1 di Pembuka Piala AFF 2026
KOSMAK Ungkap Dugaan Korupsi Rp.26 Miliar untuk Pengembangan Tanaman Porang di Sidrap
SatuPena dan IMLF Audiensi dengan Kapolda Sumbar Bahas Sinergi Literasi Budaya untuk Mendukung Kamtibmas
Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi V Persaid Jember Hadapi Persakabo Bogor pada Laga Pembuka
Peringati Hari Anak, Begini Pesan Ketua KPID Jawabarat
Komunitas Salihara Gelar SIPFest 2026 Bertema "asiaria", Hadirkan Seniman Asia dan Diaspora Asia
Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia Edisi V Digelar di Bogor Seleksi Tim Nasional Dimulai
“Sepak Bola Indonesia Menuju Era Baru Antara Kebangkitan Tim Nasional, Pembenahan Liga, dan Ujian Konsistensi"
Dewi Sri Dari Kisah Padi, Tradisi Agraris, hingga Ragam Seni Nusantara