398.519 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Tahun 2025 Pulau Pari Jadi Destinasi Favorit

Senin, 12 Jan 2026 15:03
    Bagikan  
398.519 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Tahun 2025 Pulau Pari Jadi Destinasi Favorit
Istimewa

Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu mencatat kunjungan wisatawan tahun 2025 sebanyak 398.519 orang, mengalami penurunan 3,07 persen dibandingkan tahun 2024 (411.161 orang). Mayoritas adalah wisatawan nusantara (96,4 persen).

NARASINETWORK.COM - Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu mencatat total kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 mencapai 398.519 orang. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun pihak terkait tetap berkomitmen untuk terus mempromosikan destinasi wisata di kawasan tersebut.

"Terus mempromosikan destinasi wisata," tegas pihak terkait dalam menyampaikan upaya yang akan dilakukan guna meningkatkan jumlah kunjungan ke depannya.

Jumlah kunjungan wisatawan tahun 2025 mengalami penurunan sekitar 3,07 persen jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2024 yang mencapai 411.161 kunjungan.

Kepala Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan mengatakan, meskipun secara keseluruhan terjadi penurunan, minat wisatawan terhadap Kepulauan Seribu masih tergolong tinggi.

"Pada tahun 2025 jumlah kunjungan wisatawan mencapai 398.519 orang, sedangkan pada 2024 tercatat 411.161 orang. Secara keseluruhan terjadi penurunan sekitar 3,07 persen,” ujarnya pada Jumat (9/1/2026).

Sonti menjelaskan, mayoritas wisatawan yang berkunjung merupakan wisatawan nusantara, yakni sebanyak 384.213 orang atau 96,4 persen dari total kunjungan. Sementara itu, wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 14.306 orang atau 3,6 persen dari jumlah keseluruhan.

Berdasarkan sebaran destinasi, Sonti memaparkan, kunjungan wisatawan masih didominasi ke pulau penduduk dengan total sekitar 380.475 kunjungan.

Kemudian, pulau resor mencatat kunjungan sebanyak 13.932 orang, pulau wisata mencapai 3.575 orang, dan pulau cagar alam berjumlah 537 orang.

"Untuk destinasi favorit di pulau berpenduduk, Pulau Pari menjadi yang paling banyak dikunjungi, disusul Pulau Untung Jawa dan Pulau Tidung. Sedangkan, pada kategori pulau resor, kunjungan terbanyak terdapat di Pulau Bidadari, Pulau Putri, dan Pulau Macan," bebernya menjelaskan detail sebaran kunjungan per destinasi.

Sonti menambahkan, puncak kunjungan wisatawan terjadi pada bulan April dengan jumlah 65.153 orang dan Mei sebanyak 53.098 orang. Peningkatan pada kedua bulan tersebut dipengaruhi oleh momentum libur hari besar keagamaan dan libur panjang yang menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata. Sementara, pada semester II tahun 2025, jumlah kunjungan relatif stabil di kisaran 24.000 hingga 39.000 orang per bulan.

"Penurunan jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2025 dipengaruhi oleh faktor cuaca, mengingat musim hujan berlangsung hampir sepanjang tahun dan kerap disertai gelombang tinggi," imbuhnya menyampaikan faktor penyebab penurunan kunjungan.

Menurutnya, data kunjungan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat promosi destinasi, serta mengembangkan konsep pariwisata berkelanjutan agar kunjungan wisatawan kembali meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

"Kami terus mempromosikan destinasi wisata Kepulauan Seribu dan berharap dukungan dari seluruh lintas sektor. Semoga tahun ini jumlah wisatawan dapat meningkat lebih baik," tandasnya menutup pernyataannya.

 

 

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Pelita Jaya Sukses Bungkam Dewa United 98-82 di IBL 2026 Efisiensi Field Goals Jadi Kunci Kemenangan
Bonus SEA Games 2025 Dimanfaatkan Bijak Dirga Wira Targetkan Asian Games dan Olimpiade
Indonesia, Bosnia, dan Herzegovina Sepakat Perluas Kerja Sama Pertahanan Pertemuan Resmi Digelar di Sarajevo
Rano Karno Tangani Pengembangan Setu Babakan Grand Design dan Lembaga Pendidikan Jadi Prioritas
398.519 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Tahun 2025 Pulau Pari Jadi Destinasi Favorit
'Sugianto' Indonesian Migrant Worker Recognised as National Ambassador After Yeongdeok Wildfire Rescue
Hari Tuli Nasional 2026 Inklusivitas Sebagai Tanggung Jawab Bersama Seluruh Elemen Masyarakat
Menciptakan Area Wisata Sendiri Cara Membuat Tenda Bermain di Kamar Anak
Kebijakan China Dorong Penggunaan Material Daur Ulang dalam Produksi Kendaraan
Kemkomdigi Pantau Penyalahgunaan Grok AI Lindungi Hak Privasi dan Citra Diri Warga
Panen Ikan Lele di Semper Timur Bukti Hasil Kerja Sama Masyarakat dan Pemerintah
Review Film Narasinetwork : Melihat Isu Lingkungan Melalui Film Kereta Berdarah
Awal Tahun, Bapenda Catat Realisasi Peningkatan Penerimaan Pajak Hampir Rp. 10 Miliar
Fenomena Hastag #KaburAjaDulu dalam Kehidupan Sosial Generasi Muda
Wawancara Tokoh : John Semuel's Weaving Love, Binding Affection' Life Values in Colour and Form
Konflik Kursi Transjakarta dan Kegagalan Komunikasi di Ruang Publik
Anak Kampung ke UGM Kisah Thomas Akaraya Sogen sebagai Guru Penulis yang Menginspirasi NTT
Ketika Arus Migrasi Bertemu Perbedaan Budaya
Manfaat Jus Seledri untuk Kesehatan Dari Hidrasi hingga Kesehatan Jantung
Membedah Kekuasaan dan Ideologi Gender dalam Masyarakat elalui Perspektif Feminis