Wawancara Tokoh : Yohanes Krisostomus Kasang Parera, Menggemakan Semangat Indonesia Timur Lewat Irama Hip Hop

Senin, 28 Apr 2025 13:00
    Bagikan  
Wawancara Tokoh : Yohanes Krisostomus Kasang Parera, Menggemakan Semangat Indonesia Timur Lewat Irama Hip Hop
Yohanes Krisostomus Kasang Parera

Nama panggungnya, Jojo Djelleph atau Yohanes Krisostomus Kasang Parera, Ia adalah personifikasi semangat pantang menyerah yang berakar kuat di tanah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan bergema di setiap lirik rapnya.

NARASINETWORK.COM - Jakarta, Nama panggungnya, 'Jojo Djelleph' atau Yohanes Krisostomus Kasang Parera, Ia adalah personifikasi semangat pantang menyerah yang berakar kuat di tanah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan bergema di setiap lirik rapnya.

Lebih dari sekedar musik, karya-karyanya merupakan manifestasi budaya lokal yang dipadukan dengan kreativitas modern, sebuah jembatan yang menghubungkan kearifan lokal dengan panggung musik global.

Perjalanan Jojo, yang dibagikan dalam wawancara bersama NARASINETWORK.COM menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari daerah terpencil, untuk berani mengejar mimpi dan memperjuangkan identitasnya.

Perjalanan musiknya dimulai pada tahun 2022, berawal dari ketertarikan pada musik hip hop yang sering didengarnya di bemo saat berangkat dan pulang sekolah. Ini bukanlah sekadar latar belakang, melainkan sebuah inspirasi yang membentuk semangatnya.

Irama hip hop yang dinamis memberikan wadah bagi lirik-lirik yang jujur dan berani, merefleksikan realita kehidupannya dengan penuh integritas. Bagi Jojo, rap bukan semata-mata genre musik, tetapi sebuah alat untuk mengejar mimpi, sebuah bukti bahwa dengan kegigihan yang kuat, setiap orang mampu meraih apa yang diinginkannya.

Pesan ini, yang dihantarkan dengan penuh keyakinan, diarahkan khususnya pada generasi muda di kampung halamannya, memotivasi mereka untuk berani bermimpi dan pantang menyerah.

Ciri khas musik Jojo terletak pada penggunaan Bahasa Manggarai, bahasa daerahnya. Dalam lagu pertamanya, "Can't Stop Now," Bahasa Manggarai berperan sebagai elemen penting. Ia menyadari pentingnya menyelaraskan cita-cita untuk memperkenalkan budaya lokal dengan realitas pasar musik yang lebih luas.

Oleh karena itu, ia memilih untuk menggunakan istilah-istilah umum yang mudah dipahami, tetap mempertahankan nuansa unik Bahasa Manggarai tanpa mengorbankan daya jangkau karyanya. Inilah perwujudan keseimbangan antara menghormati akar budaya dan keinginan untuk mencapai khalayak yang lebih luas.

Proses kreatif di balik lagu kolaborasinya bersama Ririn, "Asa," adalah sebuah cerita tersendiri. Lirik "Asa" telah ia tulis sejak tahun 2021, tetapi keterbatasan akses pada peralatan rekaman dan produser membuat proses pembuatannya tertunda.

Pertemuannya dengan Dimo XX91, seorang produser dari Flores yang berdomisili di Bali, melalui Instagram pada Januari 2024, menjadi titik balik. Kerjasama ini menandai sebuah babak baru, di mana keterbatasan fisik dan geografis berhasil diatasi dengan memanfaatkan teknologi dan jejaring.

Keputusan untuk berkolaborasi dengan Ririn, seorang penyanyi yang dikenal dari cover lagu-lagunya, menambah warna dan kedalaman pada lagu tersebut, sebuah kolaborasi yang lahir dari proses seleksi yang teliti dan kesamaan visi. Lagu "Asa," yang rilis pada 13 September 2024, bertepatan dengan ulang tahun Ase Jojo, seolah menjadi simbol pencapaian dan perwujudan mimpi.

Berikut petikan wawancara kami, NARASINETWORK.COM dengan sosok Ase Jojo ;

Selamat siang Jojo, Terima kasih telah bersedia berbagi kisah inspiratif Anda dengan NARASINETWORK.COM untuk pembaca kami, mari kita mengenal lebih jauh sosok Jojo, seorang musisi rap yang berasal dari Flores, NTT. Bisa Anda ceritakan awal mula perjalanan karier bermusik Anda?

J : Selamat siang. Terima kasih atas kesempatan ini. Perjalanan bermusik saya dimulai sekitar tahun 2022. Kecintaan saya pada musik hip hop berakar dari lagu-lagu yang kerap saya dengar di bemo (angkutan umum) saat berangkat dan pulang sekolah.

Dari situlah muncul impian untuk menciptakan karya musik sendiri. Saya selalu berusaha untuk menulis lirik yang jujur dan berani, mencerminkan apa yang saya rasakan dan alami. Bagi saya, rap bukan hanya sekadar genre musik, tetapi juga sebuah media untuk mengejar mimpi dan membuktikan bahwa dengan tekad yang kuat, kita dapat meraih apa yang kita inginkan.

Lewat karya-karya saya, saya berharap dapat memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak muda di kampung halaman saya agar berani bermimpi dan pantang menyerah.

Penggunaan bahasa Manggarai dalam lirik lagu-lagu Anda menjadi daya tarik tersendiri. Bisakah Anda menjelaskan lebih detail mengenai hal ini?

J : Bahasa Manggarai memang sangat kental dalam lagu pertama saya, "Can't Stop Now." Ke depannya, saya akan tetap mempertahankan penggunaan bahasa daerah ini dalam karya-karya saya, namun dengan penyesuaian agar dapat diterima lebih luas oleh pendengar.

Saya akan lebih fokus pada penggunaan istilah-istilah umum yang mudah dipahami, sembari tetap mempertahankan nuansa kearifan lokal Manggarai. Hal ini bertujuan agar pesan yang ingin saya sampaikan tetap terasa autentik, sekaligus dapat dinikmati oleh pendengar dari berbagai latar belakang.

Lagu "Asa," yang merupakan kolaborasi Anda dengan Ririn, memiliki cerita menarik di balik proses pembuatannya. Bisakah Anda menceritakan lebih detail tentang proses kreatif di balik lagu tersebut?

J : Beberapa bagian lirik lagu "Asa" sudah saya tulis sejak tahun 2021, saat saya masih tinggal di Flores. Namun, keterbatasan sumber daya, seperti alat perekam dan produser, membuat proses pembuatannya tertunda. Situasi berubah di Januari 2024, saat saya bertemu dengan Dimo XX91, seorang produser musik dari Flores yang menetap di Bali.

Saya menemukannya melalui Instagram, dan karya-karyanya sangat menarik perhatian saya. Setelah berkomunikasi, saya merasa bahwa musiknya sangat cocok dengan lirik yang sudah saya tulis. Saya kemudian mengajaknya untuk memproduseri lagu "Asa." Selama proses pengerjaan, saya merasa perlu menambahkan vokal wanita untuk memberikan warna yang berbeda.

Setelah melalui beberapa pertimbangan, saya akhirnya berkolaborasi dengan Ririn, seorang penyanyi yang dikenal melalui cover-cover lagunya. Suaranya yang khas langsung memikat saya, dan kolaborasi ini pun terwujud. Lagu "Asa" akhirnya resmi dirilis pada tanggal 13 September 2024, bertepatan dengan hari ulang tahun saya.

Bagaimana semangat dan budaya Indonesia Timur memengaruhi karya dan perjalanan hidup Anda?

J : Semangat dan budaya Indonesia Timur sangatlah besar pengaruhnya bagi saya, baik dalam berkarya maupun kehidupan pribadi. Sejak kecil, saya telah menyaksikan langsung kekuatan, ketahanan, dan kerendahan hati masyarakat di Timur. Nilai-nilai tersebut saya terapkan dalam bermusik: semangat pantang menyerah, kejujuran dalam berkarya, dan rasa bangga terhadap asal-usul saya.

Saya juga sangat terinspirasi oleh Lipooz, seorang MC favorit saya yang berasal dari Manggarai dan telah berkarya sejak tahun 2004. Keberanian dan pencapaian beliau menjadi motivasi besar bagi saya. Melihat beliau sukses, saya pun berpikir, "Jika dia bisa, mengapa saya tidak bisa?" Hal ini semakin memperkuat tekad saya untuk mengejar mimpi dalam dunia hip hop.

Terima kasih Jojo, atas wawancara yang sangat inspiratif ini. Semoga karier musikmu terus berkembang dan membawa inspirasi bagi banyak orang.

J : Terima kasih.

Semangat dan budaya Indonesia Timur menjadi pondasi bagi seluruh perjalanan Jojo. Ia tumbuh di tengah-tengah masyarakat yang dikenal dengan kekuatan, ketahanan, dan kerendahan hati. Nilai-nilai itulah yang ia terapkan dalam bermusik semangat pantang menyerah, kejujuran dalam berkarya, serta kebanggaan terhadap asal-usulnya. Inspirasi juga datang dari sosok Lipooz, seorang MC dari Manggarai yang telah sukses berkarya sejak 2004.

Keberhasilan Lipooz menjadi bukti nyata bahwa mimpi dapat tercapai, bahkan dari daerah terpencil sekalipun. Cita-cita Jojo bukan hanya untuk kesuksesan pribadi, tetapi untuk menginspirasi generasi muda di Indonesia Timur agar percaya diri dalam mengejar mimpi dan memberdayakan budaya lokal sebagai kekuatan dalam berkarya. Kisah Jojo adalah bukti nyata bahwa semangat dari Indonesia Timur adalah sebuah kekuatan yang mampu menembus batasan dan menginspirasi banyak orang.

Jakarta, 28 April 2025

NARASINETWORK.COM x Wawancara Tokoh : Yohanes Krisostomus Kasang Parera, Menggemakan Semangat Indonesia Timur Lewat Irama Hip Hop

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Suku Baduy Cagar Budaya Banten dengan Kehidupan Tradisional yang Tetap Terjaga
PWI Banten dan Pemkab Lebak Gelar Kemah Budaya HPN 2026 di Wilayah Adat Baduy
John Herdman Resmi Jabat Pelatih Timnas Indonesia Target Bawa Garuda ke Panggung Dunia
Bapenda Kabupaten Bandung Rilis Tutorial Pembayaran Pajak Daerah dan Pelaporan SPTPD Secara Digital
25 Indonesian Professionals Complete Australia Awards Course on Transparency and Leadership
2.445 Kartu Transportasi Transjakarta Gratis Akan Didistribusikan Pemkot Jakarta Pusat Melalui Camat dan Lurah
Pemkot Jakarta Pusat Gerak Cepat Bersihkan Saluran Air dan Periksa Pohon Rawan Tumbang
Bahasa yang Manusiawi untuk Penyandang Disabilitas Memahami Istilah Resmi dan Pilihan Komunitas
Review Film Narasinetwork : Sumala (2024) Pesan Sosial tentang Tekanan Perempuan dan Penerimaan Disabilitas
DEEP Indonesia: Usulan Pilkada oleh DPRD Langkah Mundur Demokrasi dan Buka Karpet Merah Oligarki Daerah
Diskominfo Kabupaten Bandung Dorong Kesadaran Keamanan Digital di Tengah Maraknya Ancaman Siber
Di Balik Banjir Pati: Peran Komunikasi Krisis Pemerintah di Tengah Situasi Darurat
Halimah Munawir dan SatuPena Sumbar Bantu Anak-Anak Korban Bencana Galodo Melalui Kegiatan Terapi Literasi
Peringatan 52 Tahun Malari dan HUT Indemo ke-26 Dorong Aksi Kolektif Lawan Korupsi
Pelita Jaya Sukses Bungkam Dewa United 98-82 di IBL 2026 Efisiensi Field Goals Jadi Kunci Kemenangan
Bonus SEA Games 2025 Dimanfaatkan Bijak Dirga Wira Targetkan Asian Games dan Olimpiade
Indonesia, Bosnia, dan Herzegovina Sepakat Perluas Kerja Sama Pertahanan Pertemuan Resmi Digelar di Sarajevo
Rano Karno Tangani Pengembangan Setu Babakan Grand Design dan Lembaga Pendidikan Jadi Prioritas
398.519 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu Tahun 2025 Pulau Pari Jadi Destinasi Favorit
'Sugianto' Indonesian Migrant Worker Recognised as National Ambassador After Yeongdeok Wildfire Rescue